Surat An-Nazi’at Ayat 38

Text Bahasa Arab dan Latin

وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Tafsir Al-Muyassar

Dan mementingkan hidup di dunia atas hidup di akhirat,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan lebih mementingkan kehidupan dunia dengan kenikmatannya, meghabiskan hidupnya untuk mengumpul semua harta dunia, dan melupakan bahwa ada akhirat yang jauh lebih penting yang harus ia persiapkan untuknya, ia tidak melakukan apapun untuk menghadapi kehidupan yang kekal di akhirat nanti, dan ketahuilah bahwa dunia ini akan pergi, dunia ini akan musnah beserta seluruh kenikmatan-kenikmatan yang ada didalamnya, akan tetapi untuk akhiratnya dia belum melakukan apapun, lalu bagaimana dengan nasib yang akan ia hadapi ? kerugianlah untuknya didunia maupun diakhirat { خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ } ( Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. ) [ Al-Haj : 11 ] , mereka menuruti kemauan nafsunya didunia, dan menghabiskan hari-harinya serta siang dan malamnya hanya untuk menikmati hura-hura dunia, maka pada akhirnya mereka tidak akan mendapatkan apapun; melainkan Neraka Jahannamlah yang akan menjadi tempat kembali mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Daripada akhirat, sehingga kerja kerasnya tertuju kepadanya, waktunya habis untuk memperoleh kesenangan dunia, lupa dengan akhirat dan tidak beramal untuknya, serta mengikuti hawa nafsunya.

Tafsir Kemenag

37-39. Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018