Surat An-Nazi’at Ayat 37

فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Adapun orang yang melampaui batas,

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa membangkang terhadap perintah Allah,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan ketika Neraka jahannam diperlihatkan, maka ketika itu manusia akan terbagi menjadi dua golongan :

Golongan pertama adalah :

{ فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ } Dan barangsiapa yang membangkang terhadap Tuhanya ketika didunia, serta berlaku sombong kepada Allah dan Rasul-Nya, juga kepada manusia seluruhnya, ia telah melampaui batas.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Kemudian Allah berfirman: فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,” Ini adalah dua sifat penghuni neraka: melampaui batas, dan mengedepankan dunia daripada akhirat. Keduanya sifat yang salign berhubungan satu dengan yang lainnya, siapa saja yang melampaui batas pasti lebih mementingkan kehidupandunia, begitupun sebaliknya.
Batasan seorang insan telah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56) siapa saja yang melampaui batasannya, dan tidak beribadah kepada Allah maka ia telah melampaui batas. Anda adalah ciptaan bukan sekedar untuk makan, menikmati, mersenang-senang seperti binatang ternak, namun anda diciptakan untuk beribadah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Maka sembahlah Allah ‘Azza wa Jalla, jika anda tidak melakukan itu maka anda telah melampaui batas, inilah yang dimaksud dengan melampaui batas yaitu jika seorang insan tidak melakukan peribadatan kepada Allah.

Tafsir Hidayatul Insan

Dengan berani melakukan dosa-dosa besar dan tidak berhenti terhadap batasan yang Allah tetapkan.

Tafsir Kemenag

37-39. Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018