Surat An-Nazi’at Ayat 35

Text Bahasa Arab dan Latin

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

Tafsir Al-Muyassar

Saat itu diperlihatkan kepada manusia amal amalnya yang baik dan yang buruk,dia pun mengingatnya dan mengakuinya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Ketika peristiwa kiamat ( qubro ) terjadi, bagaimana dengan keadaan manusia ?

{ يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ } Pada hari itu manusia akan mengingat apa yang telah ia perbuat ketika ia hidup, kehidupan mereka ketika didunia, apakah hanya makan dan minum mereka, senang dan bahagiaan mereka yang akan mereka ingat ? kemudian setelah itu segala urusan selesai ?, tidak.. sesungguhnya mereka akan mengingat semua yang telah mereka lakukan ketika di dunia, akan di perlihatkan dihadapan mereka catatan amal yang telah mereka lakukan, amalan baik maupun buruk. semuanya akan nampak jelas dihadapan mereka, Allah mengatakan dalam ayat lain : { يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ , يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي } ( dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya , Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. ) [ Al-Fajr : 23-24 ] yakni mereka ingat dengan perbuatan mereka ketika didunia.

Oleh karena itu, kalian harus mempersiapkan diri untuk menghadapi peristiwa ini, karena sesungguhnya kalian pasti akan melewati peristiwa yang dahsyat ini, persiapkanlah diri kalian dari sekarang, dan janganlah kalian mengatakan : Demi Allah saya tidak mengetahuinya, saya lupa akan peristiwa ini, dan juga saya tidak pernah memperhitungkannya.

Akan tetapi alasan itu tidak akan pernah diterima, karena sesungguhnya telah datang kepada kalian dengan sangat jelas petunjuk Allah yang Ia sampaikan lewat Al-Qur'an dan juga sunnah Nabi ﷺ , maka janganlah kalian melalaikannya.



Tafsir Hidayatul Insan

Selama di dunia baik atau buruk. Pada hari itu, ia berangan-angan ditambah kebaikannya dan bersedih karena banyak keburukannya dan sedikit kebaikannya. Ia pun mengetahui bahwa sumber keberuntungan dan kerugiannya terletak pada apa yang dia usahakan ketika di dunia. Ketika itu, semua sebab dan hubungan yang terjalin di dunia terputus selain amal.

Tafsir Kemenag

34-36. Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta. Yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk. Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018