Surat An-Nazi’at Ayat 1

Text Bahasa Arab dan Latin

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah dengan para malaikat yang mencabut nyawa orang orang kafir dengan keras,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَالنَّازِعَاتِ } huruf "و" pada ayat ini adalah huruf yang sering digunakan dalam bersumpah, dan di ayat ini yang bersumpah adalah Allah ta'ala, Allah bersumpah dengan para malaikat yang mulia, dan Dia berkehendak sesukanya untuk bersumpah dengan nama apapun dari makhluknya.

{ وَالنَّازِعَاتِ } adalah para malaikat yang bertugas mencabut nyawa dari jasad ketika ajal menjemput, dan ini akan menjadi dua bagian :

Yang pertama adalah : Ruh orang-orang kafir akan dicabut dengan cara { غَرْقًا } yang kuat, yakni mereka akan merasa kesakitan yang berlebih ketika malaikat mencabut nyawa mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan para malaikat yang mulia dan perbuatan mereka yang menunjukkan sempurnanya ketundukan mereka kepada perintah Allah dan segeranya mereka melaksanakan perintah-Nya. Isi sumpahnya kemungkinan menetapkan kebangkitan dan pembalasan berdasarkan disebutkannya keadaan hari Kiamat setelahnya.

Yaitu ketika mencabut nyawa orang-orang kafir.

Tafsir Kemenag

1-5. Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberinya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka. Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, 'wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. ' demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkannya sepanjang waktu, dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu, dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018