Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 40

أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ

Arab-Latin: A laisa żālika biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā

Terjemah Arti: Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

36-40. Apakah manusia pengingkar kebangkitan ini menyangka akan dibiarkan begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak dihisab dan tidak dihukum? Bukankah manusia itu dulunya hanya setetes air hina dari sperma yang dikeluarkan dan dimasukkan ke rahim, kemudian ia menjadi segumpal darah yang beku, lalu Allah menciptakan dari manusia ini dua jenis; laki-laki dan wanita. Bukankah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu ini Mahakuasa untuk mengembalikan seluruh makhluk sesudah mereka fana? Tentu, karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

40. Bukankah Żat yang menciptakan manusia dari air mani lalu menjadi segumpal darah, berkuasa pula untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah meninggal untuk perhitungan amal perbuatan dan pemberian ganjaran? Tentu saja, Dia kuasa untuk itu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

40. أَلَيْسَ ذٰلِكَ (Bukankah (Allah yang berbuat) demikian)
Yakni bukankah Dzat yang menciptakan dengan penciptaan yang menakjubkan itu.

بِقٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْۦِىَ الْمَوْتَىٰ (berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?)
Yakni mengembalikan jasad mereka dengan membangkitkannya sebagaimana jasadnya di dunia? Sebab mengembalikan jasad lebih mudah daripada penciptaan pertama kali.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

39-40. Kemudian Allah jadikan dari manusia yang sempurna susunannya itu dua jenis laki-laki dan juga perempuan. Bukankah dengan Allah kuasa untuk berbuat demikian, Allah-pun juga berkuasa untuk menghidupkan manusia dari kematiannya? Bukankah menghidupkan kembali itu justru lebih mudah dari pada menciptakan? (Tentu saja, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu). Qaul ini terdapat dalam hadis Nabi SAW

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

36-40. Allah menjelaskan pada akhir surat ini dengan hikmah dari hari pembalasan dan hisab, dan menjelaskan dari sisi kekuasaan-Nya, Allah berkata : Apakah ia menyanga bahwa Allah menciptakannya kemudian meninggalkannya tanpa sebab, tidak diperintah dan tidak juga dilarang , dan juga tidak dihisab akan amalannya ? Bukankah ia diciptakan dari air mani dari tulang ekor bapaknya yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian jadilah segumpal darah, kemudian jadilah manusia yang dapat bicara, mendengar dan melihat dengan izin Allah; Kemudian Allah jadikan memiliki keturunan baik laki-laki maupun perempuan. Apakah Allah yang menjadikan ciptaannya ini dari ketiadaan menjadi ada, dari air mani, segumpal darah yang lemah, tidak mampu mengembalikannya sebagaimana awal diciptakannya ? Bukankah mengembalikan itu lebih mudah daripada menciptakan ?. Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah ﷺ berkata : Siapa di antara kalian yang membaca أَلَيْسَ ذَ‌ٰلِكَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْۦِىَ ٱلْمَوْتَىٰ, yang artinya : Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati ?. Mereka (para sahabatnya) berkata : Benar.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

36-40. Kemudian Allah mengingatkan manusia pada penciptaan awal seraya berfirman, “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban),” yakni dilalaikan tanpa diberi perintah dan larangan, tidak di beri pahala dan juga siksaan? Ini adalah dugaan keliru dan dugaan terhadap Allah yang tidak sesuai dengan ke MahabijaksanaanNya. “Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya,” menciptakan makhluk hidup dari air mani dan menyempurnakannya. “Lalu Allah menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian,” yakni Yang telah menciptakan manusia dan membuatnya melalui berbagai fase ini, “berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?” tentu, karena Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Ya, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


37-40. Kalau manusia menduga seperti itu, sungguh itu adalah dugaan yang keliru. Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian mani itu setelah bertemu dengan sel telur menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah yang mahakuasa menciptakannya dan menyempurnakan kejadiannya, lalu dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Begitulah siklus reproduksi manusia yang diberi kesempatan hidup di dunia untuk diberi tugas dan tanggung jawab. Dan pastilah akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggung jawaban. Bukankah Allah yang berbuat demikian hebat dan menakjubkan, berkuasa pula menghidupkan orang mati' kalau manusia masih tetap durhaka, berarti sudah tertutup mata hatinya. 1. Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut' ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Insan Ayat 1 Arab-Latin, Surat Al-Insan Ayat 2 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Insan Ayat 3, Terjemahan Tafsir Surat Al-Insan Ayat 4, Isi Kandungan Surat Al-Insan Ayat 5, Makna Surat Al-Insan Ayat 6

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!