Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qiyamah Ayat 26

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ

Arab-Latin: Kallā iżā balagatit-tarāqī

Terjemah Arti: Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

26-30. Benar, ketika ruh telah naik ke dada bagian atas, sebagian hadirin berkata kepada sebagian lainnya, “Adakah peruqyah yang bisa meruqyah dan menyembuhkan apa yang dialaminya?” yang bersangkutan yakin bahwa apa yang terjadi padanya adalah perpisahannya dengan alam dunia, karena dia telah menyaksikan malaikat maut dengan matanya, beban berat perpisahan dunia bertemu dengan beban berat awal perjumpaan dengan akhirat. Hanya kepada Allah semata para hamba akan dikumpulkan, selanjutnya surga atau neraka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

26. Perkaranya tidak sebagaimana yang diduga oleh orang-orang musyrik bahwa apabila mereka meninggal mereka tidak akan disiksa. Jika nyawa salah seorang dari mereka telah mencapai puncak dadanya,

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِىَ (Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan)
Yakni jika nafas atau ruh telah sampai ke kerongkongan.
Makna (التراقي) yakni tulang yang ada di antara jakun dan pundak. Dan disebutkan bahwa nafas telah sampai di kerongkongan sebagai isyarat akan dekatnya dia dengan kematian.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26-27. Tidak! Untuk mencela orang kafir karena mereka lebih memilih kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Apabila ruh yang menyelimuti tulang telah sampai pada kerongkongan. Kemudian dikatakan kepada orang yang sedang sekarat itu: Siapa yang dapat menyembuhkan dan menyelamatkan dari sekarat ini?

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

26-28. Allah mengabarkan tentang kondisi manusia ketika sakaratul maut, Allah berkata : Sungguh benar wahai orang-orang musyrik, jika telah sampai ruh di kerongkongan, maka akan berpisah dari jasad. Dan berkata sebagian dai mereka yang hadir melihatnya : Apakah ada sesuatu yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ? Maka sungguh orang yang mengalami sakaratul maut akan bepisah dengan jasadnya di dunia, karena orang yang mengalaminya akan melihat malaikat maut di hadapannya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

26-30. Allah memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai “kerongkongan” yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah berfirman, “Dan dikatakan kepadanya, ‘Siapakah yang dapat menyembuhkanmu’,” yakni siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. “Dan dia yakin bahwasanya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),” berpisah dengan dunia, “dan bertaut betis kiri dengan betis kanan,” yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah dari segala sesuatu yang membinasakannya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menasihati hamba-hamba-Nya dengan menyebutkan keadaan orang yang sedang dijemput kematian, dan bahwa apabila ruh telah sampai di kerongkongan, maka penderitaan semakin berat dan dicarilah segala cara dan sebab untuk menyembuhkan dan mengistirahatkannya. Oleh karena itu, pada ayat selanjutnya disebutkan, “Dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"

Kata ‘kalla’ di ayat ini bisa diartikan ‘Ingatlah’.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, 'siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini'' dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qiyamah Ayat 27 Arab-Latin, Surat Al-Qiyamah Ayat 28 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qiyamah Ayat 29, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qiyamah Ayat 30, Isi Kandungan Surat Al-Qiyamah Ayat 31, Makna Surat Al-Qiyamah Ayat 32

Category: Surat Al-Qiyamah

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!