Surat Al-Jin Ayat 6

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Arab-Latin: Wa annahụ kāna rijālum minal-insi ya'ụżụna birijālim minal-jinni fa zādụhum rahaqā

Artinya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

« Al-Jin 5Al-Jin 7 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Surat Al-Jin Ayat 6

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jin Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah penting dari ayat ini. Tersedia beberapa penjelasan dari kalangan ulama tafsir terkait makna surat Al-Jin ayat 6, di antaranya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Ada beberapa orang manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa jin, permintaan bantuan dari manusia kepada jin-jin itu justru membuat jin-jin tersebut menimpakan ketakutan, kecemasan dan kegelisahan yang lebih besar.’ Permohonan perlindungan yang Allah mencela orang-orang Jahiliyah karenanya ini, termasuk syirik akbar yang Allah tidak mengampuninya kecuali teubat nashuha. Ayat ini mengandung peringatan keras terhadap permintaan pertolongan kepada para tukang sihir, dukun, dan orang-orang seperti mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

6. Dan kini juga telah jelas bagi kami apa yang dilakukan beberapa manusia yang berupa permohonan kepada para pemimpin jin agar mendapat perlindungan dari jin-jin lainnya. Sungguh permohonan ini membuat para pemimpin jin menjadi takjub, sehingga menjadikan mereka semakin angkuh dan sombong.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

6. Dan bahwasanya di jaman Jahiliyah ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan kepada sekelompok laki-laki dari golongan jin saat mereka singgah di suatu tempat yang angker. Salah seorang di antara mereka berkata, “Aku berlindung dengan penguasa lembah ini dari kejahatan kaumnya yang bodoh.” Maka hal ini menambah rasa takut segolongan dari manusia terhadap segolongan jin.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin)
Dikatakan bahwa dahulu orang-orang Arab jika terdapat orang yang seseorang yang akan memasuki sebuah lembah dan mengatakan: “aku berlindung kepada jin pengusa menunggu lembah ini dari keburukan para kaumnya yang kurang akal” maka ia akan bermalam dalam lindungan jin penguasa yang menunggu lembah itu hingga pagi.

فَزَادُوهُمْ رَهَقًا (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan)
Yakni jin-jin itu menambah dosa dan kesalahan manusia karena mereka meminta perlindungan kepada jin-jin itu. yakni manusia meminta perlindungan kepada jin dari jin itu sendiri sehingga menambah kelemahan dan ketakutan mereka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6. Sesungguhnya ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan pada beberapa laki-laki dari golongan jin dalam perjalanan mereka. Kemudian laki-laki dari golongan jin itu menambahkan perlindungan kepada mereka dengan kezaliman, kesombongan, kesembronoan dan dosa. Ada seorang laki-laki Arab yang jatuh dalam lembah berkata: “Aku berlindung pada tuan dari lembah ini dari kejahatan makhluk-makhluk yang lebih lemah darinya” kemudian dia bermalam di situ sampai tiba waktu pagi. Dia (seperti) kumpulan biri-biri yang dipersembahkan untuk pemimpin lembah, sebagaimana ketika seekor serigala menangkap salah satu dari kumpulan biri-biri.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan} meminta perlindungan {kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat} dengan ini manusia bertambah takut dan khawatir terhadap jin


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6. Maksudnya, orang-orang bisa meminta perlindungan pada jin ketika merasa takut dan gentar. Mereka menyembahnya sehingga manusia semakin membuat jin bersalah karena melampaui batas dan takabbur ketika jin melihat manusia menyembah dan meminta perlindungan pada mereka.
Kemungkinan kata ganti kembali pada “jin”, artinya jin semakin menambah takut manusia ketika melihat manusia meminta perlindungan pada mereka agar mendorong mereka untuk berlindung pada jin dan berpegang teguh di atas cara itu. Itulah sebabnya, dulu bila ada seseorang melintasi lembah yang menakutkan, ia berkata “Aku berlindung pada penguasa lembah ini dari oknum-oknum bodoh dari kaumnya.”


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-7
Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW untuk memberitahukan kepada kaumnya bahwa ada makhluk jin yang mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka beriman, membenarkan dan taat kepadanya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar") yaitu menuju jalan lurus dan keberhasilan (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami) Kedudukan ini serupa dengan firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an) (Surah Al-Ahqaf: 29) Telah kami sebutkan beberapa hadits yang menyebutkan tentang itu sehingga tidak perlu diulangi lagi.
Firman Allah SWT: (dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami) diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kebesaran Tuhan kami) yaitu perbuatan, perintah, dan takdirNya.
Qatadah berkata bahwa Maha Tinggi kebesaran, keagungan, dan perintahNya.
Firman Allah SWT: (Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak) yaitu, Maha Tinggi Allah dari mempunyai istri dan anak. Jin berkata bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Mulia dari mempunyai istri dan anak, ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur'an. Kemudian mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (4))
Qatadah berkata tentang firmanNya: (Orang yang kurang akal daripada kami) yang mereka maksud adalah iblis.
Ibnu zaid berkata tentang (yang melampaui batas) yaitu kezaliman yang besar.
Bisa ditafsirkan bahwa maksud firmanNya, (Orang yang kurang akal daripada kami) sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah memiliki istri dan anak. Oleh karena itu mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan) yaitu sebelum dia masuk Islam ((perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah) yaitu, yang bathil dan tidak benar. Oleh karena itu mereka berkata: (dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah (5)) yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah SWT karena mereka menisbatkan istri dan anak kepadaNya. Dan setelah kami mendengar Al-Qur'an dan kami beriman kepadanya, lalu kami mengetahui bahwa mereka berdusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu.
Firman Allah SWT: (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (6)) yaitu kami berpandangan bahwa kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, jika mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan berupa hutan dan tempat lainnya. Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di masa Jahiliyah mereka yangmeminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak ditimpa sesuatu yang buruk. Sebagaiman seseorang dari mereka jika memasuki kota musuh mereka di bawah perlindungan, dan penjagaan orang besar. Ketika jin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka jin-jin semakin membuat mereka lebih takut, lebih ngeri, dan lebih pengecut. sehingga manusia tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan) yaitu berdosa, dan jin bertambah berani kepada manusia.
Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi' dan Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (rahaqa) bahwa maknannya adalah takut.
Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun (7)) yaitu Allah tidak akan mengutus seorang rasulpun setelah itu. Pendapat ini dikatakan Al-Kalabi dan Ibnu Jarir


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Jin ayat 6: Berkata para jin yang mendengar Al Qur’an : Sungguh laki-laki dari kalangan manusia ada yang meminta pertolongan kepada laki-laki dari kalangan jin ketika mereka takut dan ketakutan, maka ketika memandang mereka (manusia) meminta perlindungan kepada jin ketika mereka ketakutan, maka para jin menambah ketakutan dalam hatinya dan menakut-nakuti sampai mereka (manusia) tambah keinginannya meminta perlindungan kepada jin. Dengan itu maka mereka (manusia) nampak ketika turun ke lembah, mereka berkata : Aku berlindung kepada penunggu lembah ini dari kebodohan kaum kami; Mereka menyangka bahwa jin mampu untuk menyelamatkan dan mencelakakan dengan tanpa izin Allah dan takdir-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu.

Atau bisa maksudnya bertambah takut. Dan bisa juga maksudnya, bahwa perbuatan yang dilakukan manusia itu membuat jin bertambah sombong dan melampaui batas karena melihat manusia menyembah dan meminta perlindungan kepada mereka.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jin Ayat 6

Masih melanjutkan ucapan jin tersebut, "dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia di antaranya adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam masyarakatnya yang meminta perlindungan kepada beberapa tokoh laki-laki dari jin, tetapi mereka jin tersebut menjadikan mereka manusia bertambah sesat. Ada di antara orang-orang arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. 7. Dan sesungguhnya mereka jin mengira seperti kamu orang kaum musyrik mekah yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun pada hari kiamat untuk dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjabaran dari para pakar tafsir mengenai kandungan dan arti surat Al-Jin ayat 6 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk kita. Dukunglah usaha kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Sering Dikaji

Tersedia ratusan konten yang paling sering dikaji, seperti surat/ayat: An-Nur, Al-Anbiya, Ali ‘Imran 185, Al-Baqarah 165, Al-‘Ashr 2, Al-‘Ankabut 45. Ada pula An-Nur 31, An-Nisa 1, Al-Isra 24, Al-Mukminun 1-11, Al-Ahzab 59, Az-Zalzalah 7.

  1. An-Nur
  2. Al-Anbiya
  3. Ali ‘Imran 185
  4. Al-Baqarah 165
  5. Al-‘Ashr 2
  6. Al-‘Ankabut 45
  7. An-Nur 31
  8. An-Nisa 1
  9. Al-Isra 24
  10. Al-Mukminun 1-11
  11. Al-Ahzab 59
  12. Az-Zalzalah 7

Pencarian: ...

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: