Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qalam Ayat 26

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ

Arab-Latin: Fa lammā ra`auhā qālū innā laḍāllụn

Terjemah Arti: Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

26-33. Ketika mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka merasa tidak percaya, mereka berkata, “Kita salah jalan dalam menuju kepadanya.” Ketika mereka tahu bahwa kebun itu memang benar kebun mereka, mereka berkata, “Kita gagal mendapatkan hasilnya, disebabkan keinginan kita untuk bersikap bakhil dengan menghalang-halangi orang-orang miskin.” Orang yang terbaik dari mereka berkata, “Bukankah aku sudah berkata kepada kalian agar mengucapkan, insya Allah?” mereka berkata sesudah mereka menyadari kesalahan mereka, “Mahasuci Allah dari kezhaliman terkait apa yang menimpa kami, justru kamilah yang menzhalimi diri kami dengan tidak mengucapkan insya Allah dan menyimpan niat buruk. Mereka berkata, “Celakalah kita, kita memang melampaui batas dengan berusaha menghalang-halangi orang-orang fakir dan menyelisihi perintah Allah. Semoga Allah memberi kita sesuatu yang lebih baik daripada kebun kita, karena kami sudah mengakui kesalahan kita dan bertaubat. Sesungguhnya kita hanya berharap kepada Tuhan kita semata, kita mengharapkan maafNya, dan meminta kebaikan dariNya.” Hukuman seperti yang menimpa para pemilik kebun itu merupakan hukuman Kami di dunia bagi siapa yang menyelisihi perintah Allah, bakhil dengan apa yang Allah berikan kepadanya berupa nikmat-nikmat dan tidak menunaikan hak Allah padanya. Dan azab akhirat benar-benar lebih besar dan lebih keras daripada azab dunia; seandainya mereka mengetahui, niscaya mereka meninggalkan apa yang mendatangkan azab.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

26. Maka tatkala mereka menyaksikannya dalam kondisi sudah terbakar, sebagian mereka berkata kepada yang lain, “Sungguh kita telah tersesat dari jalan menuju kebun.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ (Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat)
Sebagian mereka berkata kepada sebagian lainnya: “kita telah tersesat dari jalan menuju kebun kita, sebab ini bukanlah kebun kita.” Dan ketika mereka memperhatikannya akhirnya mereka menyadari bahwa itu memang kebun mereka; Allah telah menghukum mereka dengan memusnahkan buah-buahan dan tanaman di kebun itu. sehingga mereka berkata:
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26. Tatkala mereka melihat taman itu hangus terbakar, mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyimpang. Bukan ini yang kami inginkan”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Maka ketika mereka sampai pada kebun mereka, mereka melihat kebun mereka (dan seakan-akan tidak percaya), mereka berkata : Sungguh kita adalah orang-orang yang tersesat dari jalan yang benar, ini bukanlah kebun kita.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

26-27. “Tatkala mereka melihat kebun itu,” dalam kondisi seperti yang disebutkan Allah seperti malam yang gelap, “mereka berkata,” karena bingung dan resah, “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),” yakni bingung tidak mengetahui kebunnya, seperti kebun yang lain. Ketika mereka telah memastikan kebunnya telah hangus, mereka kembali berpikir seraya berkata, “Bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya),” yakni hasil panen kebun ini. Pada waktu itu mereka baru menyadari bahwa itu adalah hukuman.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dengan penuh keheranan.

Yakni ‘bukan ini kebunnya,’ selanjutnya mereka berkata seperti yang disebutkan dalam ayat setelahnya ketika mereka mengetahui bahwa yang binasa itu memang kebun mereka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


25-27. Dan setelah semuanya siap termasuk segala peralatan yang dibutuhkan, maka berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi orang-orang miskin mendapatkan pemberian hasil kebun mereka, padahal mereka mampu menolongnya. Maka betapa terkejutnya ketika mereka melihat kebun itu ternyata telah binasa, mereka pun berkata, 'sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat dengan merencanakan sesuatu yang buruk, akhirnya rusaklah kebun kita, bahkan kita tidak memperoleh apa pun. '25-27

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qalam Ayat 27 Arab-Latin, Surat Al-Qalam Ayat 28 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qalam Ayat 29, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qalam Ayat 30, Isi Kandungan Surat Al-Qalam Ayat 31, Makna Surat Al-Qalam Ayat 32

Category: Surat Al-Qalam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!