Surat Al-Waqi’ah Ayat 1

إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ

Arab-Latin: Iżā waqa'atil-wāqi'ah

Artinya: Apabila terjadi hari kiamat,

« Ar-Rahman 78Al-Waqi'ah 2 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Penting Berkaitan Surat Al-Waqi’ah Ayat 1

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Waqi’ah Ayat 1 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan kandungan penting dari ayat ini. Terdapat kumpulan penafsiran dari beragam mufassirin mengenai isi surat Al-Waqi’ah ayat 1, di antaranya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1-3. apabila Hari Kiamat tiba, saat itu tidak seorang pun yang mendustakannya, ia merendahkan musuh-musuh Allah di dalam neraka, (sebaliknya) meninggikan kekasih-kekasih Allah di surga.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

1-3. Allah menyebutkan kejadian-kejadian hari kiamat jika telah terjadi; setiap makhluk akan melihat kejadian itu dengan jelas, tidak akan ada seorangpun yang dapat mendustakan kejadiannya. Hari kiamat akan menjatuhkan orang-orang kafir dan sesat menuju tempat terdalam di neraka, dan akan mengangkat orang-orang beriman menuju derajat yang tinggi di surga.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

1. Apabila kiamat telah terjadi, tak ayal lagi.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (Apabila terjadi hari kiamat)
Kata (الواقعة) adalah salah satu nama hari kiamat, seperti kata (الآزفة) dan lain sebagainya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1). Masruq berkata: Barangsiapa ingin mengetahui berita orang-orang terdahulu dan orang-orang terakhir, berita penghuni surga, berita penghuni neraka, dan berita penduduk dunia, dan berita penduduk akhirat, hendaklah dia membaca Surat Al-Waqi'ah.

2). Pernahkah kalian memikirkan bagaimana (Al-Waqi'ah) berbicara tentang pahala bagi orang-orang beriman dan azab bagi golongan kiri? di dalam hadits tentang pahala bagi orang-orang mukmin, tidak disebutkan alasan pemberian pahala tersebut, dan ketika disebutkan siksaan yang dialami orang-orang golongan kiri, maka dijelaskan alasan penyiksaan mereka.

Hikmah disebutkannya alasan siksaan mereka, padahal tidak dengan alasan pemberian pahala bagi mereka di golongan Kanan, tidak dikatakan: Mereka sebelum ini bersyukur dan tunduk; sebagai peringatan, bahwa pahala dari Allah ﷻ adalah suatu keutamaan, dan tidak memerlukan batasan ketaatan orang yang taat atau rasa syukur dari orang yang bersyukur, dan hukuman dari Allah ﷻ sebuah keadilan. Jika dia tidak mengetahui alasan hukuman tersebut, maka dia akan berpikir bahwa ada ketidakadilan.
____________________________________

{ إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ }
"Apabila terjadi hari kiamat"

Allah memulai surah ini dengan kalimat bersyarat (جملة شرطية) tentang datangnya Hari Kiamat, jawabannya dihapus; agar pikiran memahami semua makna yang mencakup di dalamnya, dan mengikuti semua jalan untuk memuliakannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Keutamaan: Imam Ahmad dari Jabir bin Samrah berkata: “Rasulallah SAW mengerjakan shalat sebagaimana shalat-shalat kalian setiap hari, namun beliau meringankannya. Shalat beliau lebih ringan daripada shalat kalian dan dalam shalat subuhnya beliau membaca surah Al-Waqi’ah dan surah-surah lain yang serupa.”

1. Saat kiamat terjadi (disampaikan menggunakan fiil madhi karena hari itu pasti terjadi). Al-Waqi’ah, Azifah, dan Al-Haaqah itu bermakna kiamat


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Apabila hari kiamat terjadi} hari kiamat terjadi


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


1-3. Allah mengabarkan tentang kondisi kiamat yang pasti terjadi, di mana “terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal),” maksudnya, tidak ada keraguan padanya karena telah nampak bukti-buktinya, baik secara akal maupun dalil al-Quran dan -Sunnah. Dan kemahabijaksanaanNya telah menunjukkan bahwa, “(kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),” maksudnya, merendahkan (sebagian) manusia di tempat paling rendah dan meninggikan sebagian manusia lain di tempat yang paling tinggi. Atau bisa pula bermakna, ia merendahkan suaranya sehingga memperdengarkan yang dekat, dan meninggikan suaranya sehingga memperdengarkan yang jauh.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-12
Al-Waqi'ah adalah salah satu nama dari hari kiamat. Dinamakan demikian karena kepastian kejadiannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka pada hari itu terjadilah kiamat (15)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah SWT: (terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal) (2)) yaitu tidak ada yang dapat memalingkan atau menolaknya jika Allah SWT telah menghendaki kejadiannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya) (Asy-Syura: 37) dan (Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi (1) Bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya (2)) (Surah Al-Ma’arij) serta (ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui) (Surah Al-An’am: 73)
Makna (didustakan) sebagaimana yang dikatakan Muhammad bin Ka’b,”pasti terjadi”
Qatadah berkata: Di dalamnya tidak ada sesuatu yang sama, tidak ada penolakan, dan tidak pula pengembalian
Ibnu Jarir berkata bahwa “Al-Kadzibah” adalah bentuk mashdar seperti “Al-’Aqibah” dan “Al-’Afiyah”
Firman Allah: ((Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)(3)) yaitu: menurunkan kaum ke tempat paling rendah menuju neraka, meskipun mereka terhormat di dunia, dan meninggikan kaum lainnya ke tempat yang lebih tinggi menuju kenikmatan yang kekal, sekalipun mereka rendah di dunia.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya ((Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain) (3)) menurunkan suatu kaum dan meninggikan kaum lainnya.
Firman Allah SWT: (Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya (4)) yaitu: digerakkan lalu diguncangkan dengan dahsyat dalam waktu yang lama. Oleh karena itu Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan lainnya berkata tentang firmanNya: (Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya (4)) yaitu: diguncangkan dengan goncangan yang dahsyat.
Hal ini sebagaimana firmanNya: (Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat (1)) (Surah Az-Zalzalah) dan (Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar (1)) (Surah Al-Hajj).
Firman Allah SWT: (dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya (5)) yaitu: dihancurkan sehancur-hancurnya. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya.
Ibnu Zaid berkata, gunung-gunung menjadi seperti yang disebutkan Allah SWT: (seperti onggokan pasir yang dicurahkan) (Surah Al-Muzzammil: 14).
Qatadah berkata tentang firmanNya: (debu yang berterbangan) yaitu seperti daun-daun pohon yang ditiup angin. Dan ayat ini, sebagaimana saudara-saudaranya, menunjukkan tentang lenyapnya gunung-gunung dari tempat-tempatnya pada hari kiamat serta menghilangnya, dipindahkannya, dihancurkannya gunung-gunung itu seperti debu yang beterbangan"
Firman Allah SWT: (dan kamu menjadi tiga golongan (7)) yaitu: manusia terbagi menjadi tiga kelompok pada hari kiamat: kaum di sebelah kanan 'Arsy, mereka yang keluar dari sisi kanan nabi Adam, dan mereka menyerahkan catatan amal mereka dengan tangan kanan mereka.
Oleh karena itu Allah berfirman: (yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu (8) dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu (9) dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga) (10)) Maka demikianlah Allah membagi mereka menjadi tiga golongan di akhir surah ketika mereka dalam keadaan sakaratul maut, serta demikianlah Allah menyebutkan mereka dalam firmanNya: (Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang berlomba dalam berbuat kebaikan dengan izin Allah) (Surah Fathir: 32) Hal ini merupakan salah satu dari dua pendapat tentang orang yang menzalimi diri sendiri, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Al-Hasan dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga) (10)) yaitu dari setiap umat.
Al-Auza'i meriwayatkan dari Utsman bin Abi Saudah bahwa dia membaca ayat ini (dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga) (10) mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah) (11)) Kemudian dia berkata: Mereka yang pertama keluar menuju masjid dan yang pertama keluar dalam jihad di jalan Allah. Dan semua pendapat ini benar karena yang dimaksud dengan “As-Sabiqun” adalah orang-orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan sebagaimana mereka diperintahkan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi) (Surah Ali Imran: 133) dan (Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi) (Surah Al-Hadid: 21). Allah berfirman: “Maka barangsiapa yang berlomba-lomba dalam kebaikan di dunia ini dan berlomba-lomba ke arah kebaikan, maka mereka itu yang mendapatkan kemuliaan di akhirat. Sesungguhnya balasan amal perbuatan itu sesuai jenis perbuatannya. Sebagaimana kamu memperlakukan, maka begitulah kamu diperlakukan. Oleh karena itu Allah berfirman (mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah) (11) berada dalam surga kenikmatan (12))


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Waqi’ah ayat 1: Surat ini dimulai dengan pengkabaran berkenaan dengan Al Waqi’ah yaitu hari kiamat yang pasti akan terjadi, ketika ditiupnya sangkakala sebagai datangnya hari kiamat.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Di ayat ini dan setelahnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang sesuatu yang pasti terjadi, yaitu hari Kiamat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Waqi’ah Ayat 1

1-3. Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak, terjadinya peristiwa dahsyat ini tidak dapat didustakan atau disangkal oleh siapa pun. Peristiwa ini merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi. Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penafsiran dari beragam mufassirin berkaitan makna dan arti surat Al-Waqi’ah ayat 1 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi kita semua. Support perjuangan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Cukup Banyak Dibaca

Nikmati berbagai konten yang cukup banyak dibaca, seperti surat/ayat: An-Nahl, Al-Kautsar 2, Ali ‘Imran 173, At-Taubah 103, Al-Baqarah 156, Al-Baqarah 255. Termasuk An-Nahl 97, Az-Zalzalah 7-8, At-Talaq 3, Luqman 12, Yusuf 87, Tiga (3) Terakhir al-Baqarah.

  1. An-Nahl
  2. Al-Kautsar 2
  3. Ali ‘Imran 173
  4. At-Taubah 103
  5. Al-Baqarah 156
  6. Al-Baqarah 255
  7. An-Nahl 97
  8. Az-Zalzalah 7-8
  9. At-Talaq 3
  10. Luqman 12
  11. Yusuf 87
  12. Tiga (3) Terakhir al-Baqarah

Pencarian: surat al baqarah ayat 202, surat al baqarah ayat 99, quran surah albaqarah ayat 168, arti al imran 159, surat alam tara

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: