Quran Surat Ar-Rahman Ayat 73

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Arab-Latin: Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

Terjemah Arti: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tafsir Quran Surat Ar-Rahman Ayat 73

73. Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

73. Maka dengan nikmat Allah yang banyak untuk kalian -wahai jin dan manusia- yang mana yang kalian dustakan?

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

72-73. Wanita-wanita yang cantik jelita itu memiliki mata yang warnanya sangat putih dan hitam. Mereka dijaga, dipelihara dan terjaga dalam rumah. Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan?! Al-Khiyam (perkemahan-perkemahan) itu adalah istilah digunakan oleh bangsa Arab, yaitu tempat-tempatnya kenikmatan.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

70-75. “Di dalamnya” maksudnya di dalam semua surga tersebut “ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,” yakni memiliki akhlak yang mulia dan wajah yang rupawan, di mana mereka telah mengumpulkan antara keindahan lahir dan batin serta keelokan bentuk penciptaan dan akhlak. “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah,” maksudnya dipingit di kemah-kemah yang terbuat dari mutiara, yang telah menyiapkan diri mereka untuk (menyambut kedatangan) suami-suami mereka, akan tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk keluar ke kebun-kebun dan taman-taman sebagaimana yang biasa dilakukan oleh anak-anak raja yang dipingit. “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

72-73. Bidadari-bidadari yang terdapat dalam kedua surga itu dipelihara dan dijaga di dalam kemah-kemah. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'74-75. Para bidadari itu terjaga dengan baik. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan'.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 055. Ar-Rahman