Quran Surat Ar-Rahman Ayat 8

أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ

Arab-Latin: Allā taṭgau fil-mīzān

Terjemah Arti: Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

Tafsir Quran Surat Ar-Rahman Ayat 8

8-9. Agar kalian tidak melanggar dan mencurangi orang yang kalian menimbang untuknya. Tegakkanlah timbangan secara adil, jangan mencuranginya bila kalian menimbang untuk orang-orang.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8. Dia menetapkan keadilan agar kalian tidak melampaui batas -wahai manusia- dan berbuat curang dalam menimbang dan menakar.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

8. أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى الْمِيزَانِ (Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu)
Yakni janganlah kalian melanggar keadilan itu.
Al-Hasan mengatakan: yang dimaksud adalah alat timbangan, Allah menerintahkan untuk menggunakannya agar menjadi pengantar menuju keadilan.
Dan pendapat lain mengatakan yang dimaksud dengan neraca adalah al-Qur’an.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

8. Supaya kalian tidak sewenang-wenang dalam menentukan hukum dan tidak melanggar prinsip keadilan

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7-9. Nikmat yang lain bagi hamba yang Allah sebutkan yaitu bahwasanya Dia menciptakan langit ini dan meninggikannya tanpa tiang yang dapat dilihat, maka Allah jadikan sebagai atap bagi bumi dan juga kuasa-Nya di antara keduanya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Allah menciptakannya dengan adil dan memerintahkan dengan bermacam-macam urusan; Agar tidak saling melanggar batasan bagi yang lainnya, yang kemudian menjadikan sebuah kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Allah juga memerintahkan agar menimbang dengan keadilan, dan tidak mengurangi timbangan manusia jika menimbang untuk manusia.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

7-8. “Dan Allah telah meninggikan langit,” sebagai atap bagi makhluk bumi, “dan Dia meletakkan neraca (keadilan),” yakni keadilan di antara para hamba, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Bukan hanya neraca (mizan) yang kita ketahui, akan tetapi yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah seperti yang kami kemukakan, termasuk di dalamnya mizan tersebut, juga alat untuk menakar barang, alat-alat untuk mengetahui segala sesuatu yang belum diketahui, serta hakikat kebenaran yang dengannya diputuskan perkara makhluk dan ditegakkan keadilan di antara mereka. Oleh sebab itu Allah berfirman, “Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu,” yakni Allah meletakkan neraca (keadilan) agar mereka tidak melampaui batas di dalam timbangan, karena apabila perkara ini dikembalikan kepada akal dan pemikiran kalian, niscaya akan terjadi kekacauan yang Allah Mahatahu akan hal itu, dan akan rusaklah langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Hal itu, karena jika Allah tidak menurunkan keseimbangan itu dan menyerahkan perkara tersebut kepada akal dan pendapat mereka yang terbatas, tentu akan terjadi kerusakan yang besar yang hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala, dan tentu langit dan bumi akan hancur.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

7-9. Dan dia telah menciptakan langit. Langit itu telah ditinggikan-Nya setelah sebelumnya menyatu dengan bumi dalam bentuk gumpalan, dan dia ciptakan keseimbangan dengan mantap agar kamu jangan merusak keseimbangan itu dengan berbuat melampaui batas, dan karenanya tegakkanlah keseimbangan itu dalam segala bentuknya, termasuk kepada dirimu atau keluargamu, dengan adil sehingga menguntungkan semua pihak, dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu dengan cara dan bentuk apa pun

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 055. Ar-Rahman