Surat Ad-Dukhan Ayat 12

رَّبَّنَا ٱكْشِفْ عَنَّا ٱلْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

Arab-Latin: Rabbanaksyif 'annal-'ażāba innā mu`minụn

Terjemah Arti: (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman".

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 12

Ditemukan berbagai penafsiran dari berbagai mufassirin terkait kandungan surat Ad-Dukhan ayat 12, antara lain sebagaimana berikut:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

10-12. maka tunggulah orang-orang musyrik itu (wahai Rasul) di hari di mana langit mengeluarkan asapnya yang nyata dan jelas yang menyelimuti manusia. Dikatakan kepada mereka, “Ini adalah azab yang pedih dan menyakitkan.” Kemudian mereka memohon agar diangkat dan dihilangkan dari mereka, “Wahai Tuhan kami, angkatlah azab ini dari kami, bila Engkau mengangkatnya dari kami, maka sesungguhnya kami akan beriman kepadaMu.” Hal ini telah terjadi dan mereka tidak beriman seperti yang mereka janjikan sendiri.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

12. Maka mereka memohon dengan merendahkan diri kepada Rabb mereka seraya berkata, “Wahai Rabb kami! Singkirkan dari kami siksa yang Engkau kirim kepada kami, sesungguhnya kami akan beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu jika Engkau menyingkirkannya dari kami.”


Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

12. رَّبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ (Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman”)
Yakni mereka mengucapkan doa ini.
Diriwayatkan bahwa mereka mendatangi Rasulullah dan berkata: “Jika Allah menyingkap azab ini dari kami maka kami akan masuk Islam.”
Dan yang dimaksud dengan azab yakni kelaparan yang menimpa mereka akibat kabut yang mereka lihat.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

12. Dan mereka berkata: “wahai Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu, kami meyakini Mu dan yakin atas Rasul Mu”. Ini menjadi janji keimanan mereka untuk melenyapkan adzab dari mereka.


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

10-16. “maka tunggulah,” yakni, nantikanlah azab yang akan ditimpakan terhadap mereka karena waktunya telah dekat, “hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia,” yakni, diliputi oleh kabut itu, dimana dikatakan kepada mereka, ”inilah azab yang pedih,” para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari kabut ini.
Ada yang berpendapat bahwa kabut tersebut ialah yang meliputi manusia ketika neraka mendekati orang-orang berdosa pada hari kiamat, Allah mengancamkan siksa hari kiamat pada mereka dan memerintahkan nabiNya untukm menanti hari itu bersama mereka. Penafsiran ini dikuatkan bahwa cara tersebut adalah cara al-qur’an dalam memberi ancaman kepada orang-orang kafir serta menakut-nakuti mereka akan azab pada hari itu, beriman dengan menanti orang-orang yang menyakiti mereka juga dikuatkan dengan firman Allah, ”bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan.” Hal ini dikatakan pada hari kiamat untuk orang-orang kafir ketika mereka meminta untuk dikembalikan ke dunia, dijawab, “waktu kembali sudah lenyap,”
Yang lain menafsirkan,maksudnya adalah, kondisi yang menimpa orang-orang kafir quraisy ketika mereka enggan beriman dan bersikap tinggi hati terhadap kebenaran hingga nabi mendoakan mereka.
“ya Allah tolonglah aku atas mereka dengan (menimpa mereka) tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun paceklik nabi yusuf’”
Kemudian Allah mengirimkan kelaparan hebat hingga melihat semacam kabut di antara langit dan bumi padahal tidak ada, hal itu dikarenakan hebatnya rasa lapar.
Berdasarkan penafsiran di atas, “maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” Adalah berkaitan dengan penglihatan serta apa yang mereka saksikan, padahal bukan kabut sesungguhnya. Mereka (orang-orang kafir Quraisy) tetap berada dalam kondisi seperti itu hingga mereka meminta belas kasih Rasulullah dan memintanya agar berdoa kepada Allah untuk melenyapkan derita mereka. Rasulullah berdoa kepada Rabbnya dan kesengsaraannya dilenyapkan.
Atas penafsiran ini, maka maksud firman Allah “sesungguhnya kalau kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar),” adalah pemberitahuan bahwa Allah akan melenyapkan dari mereka dan ancaman bagi mereka bila kembali lagi pada kesombongan dan pendustaan, serta pemberitahuan akan terjadunya hal tersebut dan benar-benar terjadi. Dan Allah kelak akan menyiksa mereka dengan siksaan yang besar. Menurut para ahli tafsir yang dimaksud adalah peristiwa perang badar. Dalam pendapat ini terdapat pandangan yang jelas.
Yang lain menafsirkan, hal itu merupakan salah satu tanda kiamat. Diakhir zaman akan ada kabut yang mencabut nyawa manusia, orang-orang beriman akan terkena layaknya kabut.
Pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama. Dalam ayat ini terdapat kemungkinan bahwa yang dimaksud oleh firman Allah,
“maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang melliputi manusia. Inilah azab yang pedih,(mereka berdoa),’ya Rabb kami, lenyapkanlah dari kami azab itu, sesungguhnya kami akan beriman, ’bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, ’Dialah adalah seorang yang menerima jaran (dari oang lain) lagi pula seorang yang gila’,” bahwa ini akan tejadi pada hari kiamat dan fiman Allah,
“sesungguhnya (kalau) kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (ingatlah) hari (ketika) kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras.” Sesungguhnya ini terjadi pada orang quraisy sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Dan bila ayat-ayat di atas diturunkan dengan kedua makna tersebut, maka tidak tedapat adanya sesuatu yang menghalanginya, justru kata-kata dalam ayat-ayat di atas sesuai dengan kedua makna tesebut. Dan inilah pendapat yang kuat menurut saya.


An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ad-Dukhan ayat 12: ('Ya Rabb kami! Lenyapkanlah dari kami azab ini, Sesungguhnya kami akan beriman") atau percaya kepada nabi-Mu.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Kepada Nabi-Mu.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ad-Dukhan Ayat 12

Ketika azab kabut itu turun kepada mereka, mereka berdoa, "ya tuhan kami, pencipta dan pemelihara kami, lenyapkanlah azab yang engkau turunkan itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman secara mantap jika engkau melepaskan dari kami azab ini. "13. Bagaimana mereka dapat menerima peringatan yang telah kami berikan kepada mereka dengan ke hadiran azab itu, padahal sebelumnya pun seorang rasul yang agung, yaitu nabi Muhammad, telah datang memberi penjelasan kepada mereka, tetapi mereka tetap membangkang dan ingkar.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian bermacam penjelasan dari kalangan mufassirun berkaitan kandungan surat Ad-Dukhan ayat 12, semoga menambah kebaikan bagi ummat. Support perjuangan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: Ad-Dukhan Ayat 13 Arab-Latin, Ad-Dukhan Ayat 14 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ad-Dukhan Ayat 15, Terjemahan Tafsir Ad-Dukhan Ayat 16, Isi Kandungan Ad-Dukhan Ayat 17, Makna Ad-Dukhan Ayat 18

Terkait: « | »

Kategori: 044. Ad-Dukhan

Artikel: Topik, Serial, Doa Dzikir, Lain-lain, Updates