Surat Az-Zukhruf Ayat 61

وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Arab-Latin: Wa innahụ la'ilmul lis-sā'ati fa lā tamtarunna bihā wattabi'ụn, hāżā ṣirāṭum mustaqīm

Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

« Az-Zukhruf 60Az-Zukhruf 62 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Terkait Surat Az-Zukhruf Ayat 61

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zukhruf Ayat 61 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah penting dari ayat ini. Ada pelbagai penjelasan dari banyak pakar tafsir berkaitan makna surat Az-Zukhruf ayat 61, antara lain seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya turunnya Isa sebelum Hari Kiamat menunjukkan bahwa Kiamat sudah dekat, maka jangan meragukannya, karena ia pasti dan tidak bisa tidak, dan ikutilah apa yang aku kabarkan kepada kalian dari Allah, ini adalah jalan lurus menuju surga, yang tiada kebengkokan padanya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

61-62. Turunnya Isa sebelum hari kiamat merupakan tanda dekatnya kedatangan hari kiamat, maka janganlah kalian meragukan itu dan taatilah perintah-Ku, ini adalah jalan yang lurus menuju surga. Dan janganlah setan menghalangi kalian dengan kesesatannya dari ketaatan dan hidayah-Ku, dia adalah musuh kalian yang sangat jelas permusuhannya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

61. Dan sesunguhnya Isa adalah salah satu tanda dari tanda-tanda hari Kiamat besar ketika dia turun pada akhir jaman, maka janganlah engkau ragu tentang datangnya hari Kiamat. Dan ikutilah aku pada apa yang aku bawa dari sisi Allah. Apa yang aku bawa ini adalah jalan lurus yang tidak ada bengkoknya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

61. وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat)
Yang dimaksud adalah Isa al-Masih, turunnya dia dari langit adalah tanda kedekatan terjadinya hari kiamat, karena dia merupakan salah satu dari tandanya sebab Allah akan menurunkannya dari langit sebelum terjadinya hari kiamat sebagaimana keluarnya Dajjal merupakan tanda kedatangan hari kiamat.

فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا (Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu)
Maka janganlah kalian meragukan kejadiannya dan jangan pula mendustakannya, sebab hari kiamat pasti akan datang.

وَاتَّبِعُونِ ۚ هٰذَا صِرٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ (dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus)
Yakni ikutilah aku dalam apa yang aku perintahkan kepada kalian berupa mengesakan Allah dan menjauhi kemusyrikan, sebab perintahku ini merupakan jalan yang lurus yang mengantarkan kepada kebenaran.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

61. Ketika kelak Isa keluar sebagai tanda besar akan datangnya kiamat. Seperti juga kedatangan Dajjal, maka jangan sekali kalian mengeluh, karena hari kiamat itu benar-benar suatu kepastian dan tidak ada keraguan. Lakukanlah perintahku dan taatlah kepadaku untuk mengesakan Allah dan menghilangkan kesyirikan. Inilah yang aku serukan kepada kalian yaitu jalan yang lurus tidak berbelok-belok menuju surga dan keridhoan Allah.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Sesungguhnya dia itu benar-benar menjadi pertanda tentang hari kiamat} sesungguhnya turunnya Isa di akhir zaman merupakan tanda atas semakin dekatnya hari kiamat {Maka jangan sekali-kali kamu ragu tentangnya} maka janganlah kamu ragu tentang terjadinya kiamat {dan ikutilah Aku. Ini adalah jalan yang lurus} jalan yang lurus menuju surga tanpa ada kebengkokan di dalamnya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

61. “dan sesungguhnya isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat,” maksudnya, nabi isa benar-benar tanda atas hari kiamat dan sesungguhnya Allah yang kuasa menciptakannya dari seorang ibu tanpa ayah juga mampu menghidupkan oang-orang mati dari kubur. Atau, nabi isa akan turun di akhir zaman dan turunnya nabi isa adalah salah satu tanda datangnya hari kiamat. “karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu,” yakni, janganlah kalian meragukan hari kiamat sebab meragukan hari kiamat adalah suatu kekufuran, “dan ikutilah aku,” dengan menjalankan apa yang aku perintahkan dan menjauhi apa yang aku larang. “inilah jalan yang luus,” yang menghantarkan kepada Allah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 56-65
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kekeras kepalaan orang-orang Quraisy dalam kekafiran mereka dan kesengajaan mereka yang bersikap ingkar dan mendebat (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quarisy) bersorak karenanya (57)) Banyaj irang meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, As-Suddi, dan Adh-Dhahhak bahwa mereka tertawa, yaitu heran dengan hal itu.
Qatadah berkata bahwa mereka terkejut dan tertawa
ibnu Ishaq menyebutkan dalam kitab As-Sirah terkait ucapan Abdullah bin Az-Zib'ara berkata, "Tanyakanlah kepada Muhammad, “Apakah semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam neraka Jahanam bersama orang yang menyembahnya?” Kita menyembah para malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa bin Maryam" Maka Al-Walid bersama orang-orang yang bersamanya di majelis itu heran terhadap ucapan Abdullah bin Az-Zib'ara, dan mereka berpandangan bahwa dia telah mendebat dan menentang. Lalu diceritakan kepada Rasulullah SAW, Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) (Surah Al-Anbiya’) yaitu nabi Isa, Uzair dan orang-orang yang disembah bersama keduanya dari kalangan para rahib dan orang-orang yang telah menjalani ketaatan kepada Allah SWT, Lalu orang-orang yang setelah mereka dari kalangan orang-orang yang tersesat menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Telah disebutkan di dalamnya bahwa mereka menyembah para malaikat yang mereka anggap sebagai anak-anak perempuan Allah: (Dan mereka bekata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan (26)...) (Surah Al-Anbiya’) Disebutkan tentang perkara nabi Isa bahwa dia disembah selain Allah. Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di dalam majelis itu merasa heran dengan hujjah dan pertentangannya (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57)) yaitu mereka menyoraki ucapanmu itu. kemudian disebutkan tentang perkara nabi Isa: (Ia tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil (59) Dan kalau kami kehendaki. benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun (60) Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepadanya, berupa menghidupkan orang-orang mati dan menyembuhkan beragam penyakit. Hal itu cukup sebagai bukti yang menunjukkan atas pengetahuan tentang hari kiamat. Lalu Allah berfirman: (Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus)
Imam Ahmad berkata bahwa Ibnu Abbas pernah berkata,"Sungguh aku mengetahui suatu ayat dari Al-Qur'an, tidak ada seorangpun yang menanyakannya kepadaku. Dan aku tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya, ataukah memang mereka tidak mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya?" Kemudian dia melanjutkan pembicaraannya dengan kami, dan ketika dia bangkit meninggalkan kami, maka kami saling mencela, mengapa kami tidak menanyakan tentang itu. Lalu aku berkata,"Akulah yang akan menanyakannya besok" Dan keesokan harinya aku bertanya,"Wahai Ibnu Abbas, kemarin kamu mengatakan bahwa ada suatu ayat Al-Qur'an yang tidak ada seorangpun menanyakannya kepadamu, sedangkan kamu tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya atau tidak" Aku bertanya,"Maka beritahukanlah kepadaku tentang itu dan ayat yang telah kamu baca sebelumnya"
Ibnu Abbas berkata,”Iya, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang Quraisy:”Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang disembah selain Allah terdapat kebaikan padanya” Dan orang-orang Quraisy mengetahui bahwa orang-orang Nasrani menyembah nabi Isa bin Maryam dan apa yang mereka katakan terhadap nabi Muhammad SAW. Maka mereka berkata,"Wahai Muhammad, bukankah kamu mengira bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang shalih? Maka jika kamu benar, dia adalah tuhan mereka seperti apa yang mereka katakan " Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya) Aku bertanya,"Apakah makna “yashiddun"? Dia menjawab, "Mereka tertawa" (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah munculnya nabi Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang disembah selain Allah itu pada dirinya ada kebaikan” Maka mereka berkata kepadanya,"Bukankah kamu meyakini bahwa nabi Isa bin Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang shalih yang disembah selain Allah? Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57))
Mujahid berkata tentang firmanNya (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57)) bahwa orang-orang Quraisy berkata,"Sesungguhnya Muhammad menginginkan agar dirinya kita sembah, sebagaimana Isa disembah kaumnya" Hal yang sama juga dikatakan Qatadah. Firman Allah: (Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia?”) Qatadah berkata bahwa orang-orang Quraisy berkata, "Tuhan-tuhan kami lebih baik daripada dia"
Firman Allah: (Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja) yaitu dengan maksud membantah, padahal mereka mengetahui bahwa nabi Isa tidak termasuk ke dalam ayat ini, karena ayat ini ditujukan kepada yang tidak berakal, yaitu firmanNya (Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam) (Surah Al-Anbiya: 98) Kemudian orang yang diajak bicara ini adalah kepada orang-orang Quraisy, dan mereka tidak lain hanya menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan. Mereka sama sekali tidak menyembah Al-Masih, sampai mereka menyebutkannya, maka ucapan mereka tidak lain hanya sebagai bantahan dari mereka, bukan berarti mereka meyakini kebenarannya
Firman Allah: (Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepada nya nikmat) yaitu tidaklah nabi Isa itu melainkan hanya seorang hamba Allah yang diberi karunia berupa kenabian dan kerasulan (dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil) yaitu dalil, hujjah, dan keterangan yang menunjukkan kekuasaan Kami terhadap apa yang Kami kehendaki.
Firman Allah: (Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu) yaitu pengganti kalian (di muka bumi malaikat-malaikat yang turun)
As-Suddi berkata bahwa makna yang dimaksud adalah mereka menggantikan kalian padanya.
Ibnu Abbas dan Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian dari mereka mengganti sebagian lain, sebagaimana sebagian dari kalian mengganti sebagian lain. Pendapat ini sama dengan pendapat yang pertama.
Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah mereka memakmurkan bumi sebagai pengganti kalian.
Firman Allah: (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) Telah disebutkan tafsir Ibnu Ishaq bahwa yang dimaksud dari hal itu adalah mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Isa, yaitu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang yang buta dan orang yang berpenyakit supak serta penyakit-penyakit lainnya. Tetapi pendapat ini masih perlu ditinjau. Tafsir yang paling jauh adalah apa yang diriwayatkan Qatadah dari Hasan Al-Bashri dan Sa'id bin Jubair, bahwa dhamir yang ada pada lafaz (innahu) merujuk kepada Al-Qur'an, bahkan yang benar dhamir itu kembali kepada nabi Isa karena konteks kalimat itu sedang menyebutkan tentang dia. Kemudian yang dimaksud dengan itu adalah bahwa turunnya nabi Isa adalah sebelum hari kiamat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya) yaitu sebelum nabi Isa mati, Kemudian (Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka) (Surah An-Nisa’: 159) Makna ini diperkuat dengan bacaan lain (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu sebagai tanda dan dalil yang menunjukkan terjadinya hari kiamat.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu, pertanda terjadinya hari kiamat adalah munculnya nabi Isa sebelum hari kiamat. Demikian juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abu Malik, Ikrimah, Al-Hasan, dan lainnya. Disebutkan dalam beberapa hadits mutawattir yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberitakan turunnya nabi Isa sebelum hari kiamat sebagai seorang pemimpin dan hakim yang adil.
Firman Allah: (Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu) yaitu, Janganlah kalian meragukan hari kiamat, sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi (dan ikutilah aku) dalam apa yang aku sampaikan kepada kalian (Inilah jalan yang lurus (61) Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan) yaitu dari mengikuti kebenaran (Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu (62) Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata,"Sesungguhnya aku. datang dengan membawa hikmah”) yaitu kenabian (dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah perkara agama, bukan perkara dunia. Apa yang dikatakan Ibnu Jarir ini baik.
Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam semua hal yang aku perintahkan kepada kalian (dan taatlah (kepada) ku) yaitu dalam semua yang aku beritahukan kepada kalian (Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu. Maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus (64)) yaitu aku dan kalian adalah hamba-hamba Allah dan butuh kepadaNya, sama-sama diperintahkan untuk menyembah hanya kepadaNya, tidak ada sekutu bagiNya (ini adalah jalan yang lurus) yaitu, yang aku sampaikan kepada kalian yaitu jalan yang lurus, yaitu menyembah hanya kepada Allah SWT.
Firman Allah: (Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka) yaitu beberapa golongan dari mereka berselisih sehingga mereka menjadi tercerai-berai tentang itu. Sebagian di antara mereka ada yang mengakui bahwa nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah itu adalah yang benar. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa dia adalah anak Allah, sebagian lainnya mengatakan bahwa dia adalah Allah, Maha Suci Allah lagi Maha Tinggi dari ucapan mereka dengan ketinggian yang Maha Besar. Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat))


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zukhruf ayat 61: (Dan sesungguhnya dia) Nabi Isa itu (benar-benar merupakan pengetahuan tentang hari kiamat) artinya, dengan diturunkannya dia maka diketahuilah dekatnya hari kiamat. (Karena itu janganlah kalian ragu-ragu tentang kiamat itu) atau janganlah kalian meragukannya. Lafal Tamtarunna asalnya Tamtarunanna, kemudian dibuang daripadanya Nun alamat rafa' karena dijazmkan, dan dibuang pula daripadanya Wawu Dhamir jamak tetapi bukan karena Illat bertemunya dua huruf yang disukunkan, sehingga jadilah Tamtarunna. (Dan) katakanlah kepada mereka, ("Ikutilah aku) yakni ajaran tauhid ini. (Inilah) apa yang kuperintahkan kalian menjalankannya (jalan) atau tuntunan (yang lurus.)


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni ketika Isa turun ke dunia di akhir zaman saat Dajjal telah keluar, merupakan tanda dekatnya hari Kiamat, demikian pula menunjukkan bahwa yang berkuasa menciptakannya tanpa bapak, berkuasa pula membangkitkan orang-orang yang telah mati dari kubur mereka.

Karena meragukannya adalah sebuah kekufuran.

Yaitu dengan mengerjakan apa yang aku perintahkan dan menjauhi apa yang aku larang. Di antara yang aku perintahkan adalah mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Yang menghubungkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zukhruf Ayat 61

Dan sungguh dia, yakni nabi isa yang mengagumkan itu yang lahir tanpa ayah, dan dianugerahi kemampuan menghidupkan orang mati serta menyembuhkan berbagai macam penyakit, benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu sedikit pun tentang kepastian datangnya hari kiamat itu dan ikutilah aku dengan mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan oleh rasul-ku. Inilah jalan yang lurus yang dapat menyelamatkan kamu dari siksaan-ku di dunia dan di akhirat. 62. Dan oleh sebab itu, Allah dengan tegas memperingatkan mereka dengan mengatakan, 'janganlah kamu sekali-kali di palingkan oleh setan dari jalan-ku yang lurus itu sehingga menyimpang dari ajaran-ajaran-ku. Sungguh, setan itu merupakan musuh yang nyata bagimu yang selalu membawa kamu kepada kesesatan. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beberapa penjabaran dari banyak mufassirun mengenai makna dan arti surat Az-Zukhruf ayat 61 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah bagi kita semua. Dukunglah kemajuan kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Tersering Dicari

Ada ratusan konten yang tersering dicari, seperti surat/ayat: Adh-Dhuha, Al-Fatihah, An-Naba, Seribu Dinar, Al-A’la, Yusuf 28. Ada juga Al-Hujurat 13, Al-Qadr, Al-Isra 32, Al-Kafirun, Do’a Setelah Adzan, Al-Falaq.

  1. Adh-Dhuha
  2. Al-Fatihah
  3. An-Naba
  4. Seribu Dinar
  5. Al-A’la
  6. Yusuf 28
  7. Al-Hujurat 13
  8. Al-Qadr
  9. Al-Isra 32
  10. Al-Kafirun
  11. Do’a Setelah Adzan
  12. Al-Falaq

Pencarian: al kahfi ayat 19, qul ya ayyuhal kafirun, surah az zariyat ayat 56, al hujurat 49 13, al-hujurat ayat 12

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: