Surat Az-Zumar Ayat 73

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ

Arab-Latin: Wa sīqallażīnattaqau rabbahum ilal-jannati zumarā, ḥattā iżā jā`ụhā wa futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā salāmun 'alaikum ṭibtum fadkhulụhā khālidīn

Artinya: Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".

« Az-Zumar 72Az-Zumar 74 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Terkait Dengan Surat Az-Zumar Ayat 73

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zumar Ayat 73 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam pelajaran penting dari ayat ini. Ada beragam penjelasan dari beragam pakar tafsir terhadap isi surat Az-Zumar ayat 73, sebagiannya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan mentauhidkanNya dan mengamalkan perintahNya digiring ke surga dengan berkelompok-kelompok, hingga ketika mereka tiba di depannya, Nabi meminta kepada Allah agar pintu-pintu surga dibuka, maka ia pun dibuka, para malaikat penjaga surga menyambutnya, memberikan penghormatan kepada mereka dengan penuh kebahagiaan dan suka cita karena kesucian mereka dari noda-noda kemaksiatan seraya berkata kepada mereka, “Selamat untuk kalian, kalian selamat dari segala cacat, kehidupan kalian adalah baik. Masuklah kalian kedalam surga dan kalian kekal di dalamnya.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

73-74. Sedangkan orang-orang bertakwa dibawa ke surga secara berkelompok dalam keadaan mulia. Hingga saat mereka telah sampai di sana, dibukakan delapan pintu-pintunya dengan sambutan yang baik dari para malaikat penjaga surga: “Semoga keselamatan bagi kalian dari segala keburukan, sungguh baik jiwa dan keadaan kalian. Masuklah ke dalam surga dan tinggallah di dalamnya selama-lamanya.”

Kemudian para penghuni surga itu berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya dengan memberi balasan bagi kami tempat tinggal di surga, kami dapat tinggal di dalamnya sesuka kami. Sungguh sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang mengerjakan ketaatan adalah surga.”


Diriwayatkan dari ‘Ashim bin Dhamrah, ia berkata; aku pernah mendengar Ali berkata: “Ketika para penghuni surga berjalan menuju surga, mereka melewati sebuah pohon yang mengeluarkan dua mata air dari bawah dua batangnya. Maka mereka menuju pohon tersebut seakan-akan mereka diperintahkan untuk mendatanginya; kemudian mereka membersihkan diri pada mata air itu, maka memancarlah dari mereka wajah yang berseri-seri.” Ia berkata, “maka kulit mereka tidak akan berubah selamanya sejak saat itu tidak pula rambut mereka menjadi kusam selamanya, seperti rambut yang telah olesi minyak.”

Ia melanjutkan, “Kemudian mereka menuju mata air yang lain, kemudian mereka minum dari airnya, maka hilanglah segala kotoran dan penyakit yang ada di dalam perut mereka. Lalu para malaikat menjumpai mereka seraya berkata: “Kesejahteraan bagi kalian semua, berbahagialah; dan masuklah ke dalam surga ini dan kalian akan kekal di dalamnya”.

Kemudian mereka disambut gembira oleh para pelayan muda mereka, seperti anak-anak muda yang menyambut orang yang mereka cintai yang baru datang dari perjalanan panjang. Para pelayan muda itu berkata: “Bergembiralah, karena Allah telah menyiapkan bagi tuan kemulian seperti ini.”

Lalu sebagian pelayan muda itu menuju para bidadari yang menjadi pasangan penghuni surga itu dan berkata: “Ini adalah si fulan -dengan menyebutkan namanya ketika di dunia-, dia telah datang. Maka para bidadari itu bertanya: “Apakah kalian telah melihatnya?” Para pelayan muda itu menjawab: “Iya.” Maka karena saking gembiranya, para bidadari itu segera bangkit berdiri di ambang pintu.

Kemudian penghuni surga itu memasuki surga, dan ternyata telah terbentang permadani-permadani yang indah, gelas-gelas yang tersusun rapi, dan bantal-bantal terjejer. Maka dia bersandar pada salah satu dipannya, lalu melihat pondasi istananya, dan ternyata itu dibangun di atas batu mutiara yang berwarna kuning, merah, hijau, dan warna-warna lainnya.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad hasan, al-Mushannaf 8/74).


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

73. Para malaikat menuntun dengan lemah lembut orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya ke Surga dengan berkelompok-kelompok seraya dihormati, hingga saat mereka datang di depan pintu-pintunya, ia dibuka bagi mereka, dan para malaikat yang menjaganya menyambut mereka dengan mengatakan, “Selamat atas kalian dari segala bencana dan segala perkara yang tidak kalian harapkan, hati dan amal kalian baik, silakan kalian masuk Surga untuk tinggal di dalamnya selama-lamanya.”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

73. وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ (Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan)
Yakni para malaikat mengarak mereka ke surga dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوٰبُهَا(Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka)
Untuk menyambut mereka.

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ(dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu)
Yakni keselamatan bagi kalian dari segala keburukan.

طِبْتُمْ(Berbahagialah kamu!)
Yakni kalian telah berlaku baik di dunia sehingga kalian tidak terkotori oleh kemusyrikan dan kemaksiatan.

فَادْخُلُوهَا(maka masukilah surga ini)
Yakni masuklah ke dalam surga.

خٰلِدِينَ (sedang kamu kekal di dalamnya”)
Kalian tidak akan mati dan sirna di dalamnya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

71-73

1 ). Di akhir surat Az-Zumar : Allah ta'ala berfirman: { وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا } "Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya" Sedangkan ketika berfirman tentang penghuni surga: { وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا } "sedang pintu-pintunya telah terbuka" Sebabnya: Bahwasanya ayat ini menunjukkan syafaat khusus Nabi Allah yang melaluiNya beliau memberikan syafaat bagi penghuni surga ketika mereka datang dan mendapati pintu surga tertutup. Dia akan memberi syafaat bagi mereka untuk memasukinya, dan mereka akan memasukinya.

2 ). Allah berfirman tentang orang-orang shaleh yang datang ke surga secara berkelompok: { حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا } "Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka" Yakni, setelah Allah mengizinkan mereka masuk surga, mereka mendatanginya dan mendapati pintu-pintu terbuka sebagai persiapan dan penyambutan kedatangan mereka, sebagaimana pintu-pintu dibuka sebelum kedatangan tamu yang tersayang dan dermawan.

Sudahkah kita mempersiapkan diri menyambut datangnya Ramadhan, membuka hati kita untuknya, dan mempersiapkan diri kita untuk memberikan haknya? sebagaimana tuan rumah sedang bersiap untuk menghormati tamu agungnya?!


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

73. Adapun orang-orang yang bertakwa digiring untuk menerima ganjaran dari Tuhan mereka dengan penuh kelembutan menuju tempat yang mulia dan penuh kegembiraan bagi mereka. Digiring berbondong-bondong sesuai derajat keimanan dan ketaatan mereka. Sehingga ketika mereka telah sampai dan pintu-pintu telah terbuka dengan penuh pemuliaan dan penyambutan kepada mereka. Kemudian penjaganya berkata: “Salam dan keselamatanlah bagi kalian dadri segala marabahaya dan kesulitan. Kalian sungguh dalam keadaan yang baik sebab kalian suci dari dosa dan maksiat. Maka masuklah kalian ke dalam surga, kalian akan kekal di dalamnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka diantar ke dalam surga secara berombongan} kelompok demi kelompok sesuai perbedaan posisi mereka dalam hal keutamaan dan ketinggian derajat {sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya} penjaga surga {berkata kepada mereka, semoga keselamatan tercurah kepada kalian, berbahagialah kalian} berbahagialah hati dan amal kalian {Maka masuklah ke dalamnya dengan keadan kekal} menetap di dalamnya selama-lamanya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

73. Kemudian Allah berfirman tentang para penghuni surge, “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa,” karena telah mengesakanNya dan beramal melakukan ketaatan kepadaNya, mereka digiring dengan penuh penghormatan dan pemuliaan, mereka dihimpun sebagai delegasi atas para malaikat yang mulia, “ke surge berombong-rombongan pula,” dengan riang gembira dan senang hati, setiap rombongan beserta rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. “Sehingga apabila mereka sampai ke sana,” maksudnya, mereka tiba ke tempat yang sangat lapang dan tempat-tempat tinggal yang unik itu, dan aroma wangi dan angin sepoi-sepoinya bertiup menghembusi mereka, dan telah tiba saat kekekalan dan kenikmatannya, “sedang telah dibuka” untuk mereka “pintu-pintunya,” dibuka sebagai penghormatan untuk manusia-manusia yang mulia, agar mereka dimuliakan di dalamnya, “maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya” sebagai ucapan selamat dan sambutan hangat untuk mereka, “Kesejahtraan atasmu,” maksudnya, keselamatan dari segala keburukan telah menjadi milik kalian. “Berbahagialah kamu,” maksudnya, berbahagialah hati kalian dengan ma’rifatullah, mencintaiNYadan takut kepadaNya, dan lisan kalian dengan berdzikir mengingatNya, serta anggota-anggota tubuh kalian dengan ketaatan kepadaNya “maka” disebabkan kebahagiaan kalian “masukilah surge ini, sedang kamu kekal didalamnya,” sebab ia adalah negeri yang suci dan tidak pantas menghuninya kecuali orang-orang yang suci pula.
Dan tentang neraka, Allah berfirman, sedangkan tentang surge Dia berfirman, dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung dibuka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surge adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa’il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafaatnya pemberi syafaat termulia untuk bisa memasukinya. Surge tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafaat kepada Allah melalui Nabi Muhammad hingga beliau memberikan syafaatnya, lalu Allah memperkenankan syafaat beliau.
Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surge mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 73-74
Ini merupakan pemberitahuan tentang keadaan orang-orang yang bahagia yang beriman dimana mereka digiring dengan berkendaraan sebagai utusan yang terhormat untuk dimasukkan ke dalam surga secara rombongan, yakni kelompok demi kelompok, yaitu orang-orang yang didekatkan, lalu orang-orang yang berbuat kebaikan, kemudian orang-orang setelah mereka, lalu orang-orang setelah mereka. Masing-masing rombongan digabungkan bersama orang-orang yang sesuai dengan mereka, yaitu para nabi, orang-orang yang membenarkan bersama orang yang sama dengan mereka, orang-orang yang syahid dengan yang sejenis dengan mereka, dan para ulama bersama teman-temannya. setiap golongan bersama golongan yang sesuai satu sama lain (Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu) yaitu sampai ke pintu-pintu surga setelah melewati “shirat”, lalu mereka diberhentikan di sebuah jembatan antara surga dan neraka, kemudian diberlakukan hukum qishash bagi mereka, perbuatan-perbuatan zalim yang terjadi di antara mereka di dunia, sehingga mereka dibersihkan dan diri mereka telah suci dari dosa-dosa, lalu mereka diizinkan untuk memasuki surga. Disebutkan dalam hadits tentang ash-shur disebutkan bahwa apabila orang-orang mukmin telah sampai di pintu-pintu surga, mereka bermusyawarah untuk mencari seseorang yang akan meminta izin bagi mereka untuk masuk ke dalam surga. Kemudian mereka menuju kepada nabi Adam AS, lalu nabi Nuh AS, lalu nabi Ibrahim AS, lalu nabi Musa AS, lalu nabi Isa AS, dan kemudian nabi Muhammad SAW sebagaimana yang telah mereka lakukan ketika mereka berada di padang mahsyar ketika meminta syafaat kepada Allah SWT agar Allah memutuskan peradilan . Hal ini untuk menampakkan kemuliaan nabi Muhammad SAW atas semua manusia pada semua tempat dan kondisi. Disebutkan dalam hadits shahih Muslim dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Aku adalah orang yang mula-mula memberi syafaat di surga” Dan menurut lafazh lainnya dari Imam Muslim:”Aku adalah orang yang mula-mula mengetuk pintu surga”
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu aku mengetuknya, maka penjaga surga bertanya, "Siapakah engkau?” Maka aku menjawab, "Muhammad” Penjaga surga berkata,"Karena engkaulah aku diperintahkan bahwa aku tidak boleh membuka untuk siapapun sebelum engkau”
Firman Allah: (Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu, sedangkan pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagia­lah kamu! Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya) Jawaban mereka tidak disebutkan di ini. Bentuknya adalah bahwa sehingga ketika mereka sampai ke surga, dan hal-hal yang disajikan terhadap mereka berupa dibukakan semua pintu bagi mereka sebagai penghormatan dan pengagungan, dan para malaikat penjaga surga menyambut kedatangan mereka dengan berita gembira, salam, dan pujian. Tidak seperti malaikat Zabaniyah menyambut orang-orang kafir dengan caci maki dan kecaman. Maka apabila hal itu terjadi, penghuni surga berbahagia, senang, dan gembira. Masing-masing merasakannya sesuai dengan kenikmatan bagi mereka. Apabila “jawab” itu tidak disebutkan dalam ayat ini, maka hati pembaca akan dipenuhi dengan rasa harap dan angan-angan, karena sesungguhnya pengertian jumlah semua pintu surga ada delapan itu hanya disimpulkan dari hadits-hadits shahih.
Firman Allah: (dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu!") yaitu alangkah baiknya amal perbuatan dan ucapan kalian, alangkah baiknya usaha dan balasan kalian, sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah SAW agar diserukan di antara orang-orang muslim dalam beberapa peperangan:”Sesungguhnya surga itu tidak dapat dimasuki kecuali oleh jiwa yang muslim (dalam suatu riwayat adalah yang mukmin).
Firman Allah: (Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya) yaitu mereka tinggal di dalamnya selamanya, kalian tidak akan mau pindah darinya (Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami”) yaitu, orang-orang mukmin itu apabila di surga menyaksikan pahala yang melimpah, pemberian, nikmat yang abadi, dan kerajaan yang besar, maka mereka berkata: (Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami) yaitu apa yang Dia janjikan melalui lisan para rasulNya yang mulia, sebagaimana mereka berdoa di dunia: (Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasulMu Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji (164)) (Surah Ali Imran)
Firman Allah (dan telah memberi kepada kami tempat ini, sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang telah kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal) Abu Al-’Aliyah, Abu Shalih, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid berkata bahwa yang dimaksud adalah surga. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuz, bahwa bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh (105)) (Surha Al-Anbiya’) oleh karena itu mereka berkata: (sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki) yaitu dimana pun kami ingin menempatinya kami dihalalkan, maka sebaik-baik pahala adalah yang yang telah kami terima sebagai balasan dari amal perbuatan kami.
Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari hadits Az-Zuhri, dari Anas tentang kisah Mi'raj, bahwa Nabi SAW bersabda:”Aku dibawa masuk ke dalam surga, tiba-tiba di dalamnya terdapat bukit-bukit mutiara dan tanahnya adalah minyak kasturi”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zumar ayat 73: (Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa) dengan lemah lembut (ke dalam surga berombong-rombongan pula, sehingga apabila mereka sampai ke surga itu pintu-pintunya telah dibuka) huruf Wau dalam ayat ini menunjukkan makna Hal dengan diperkirakan adanya lafal Qad sesudahnya (dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan atas kalian, berbahagialah kalian) lafal Thibtum menjadi Hal (maka masukilah surga ini, sedangkan kalian kekal di dalamnya") telah ditetapkan untuk menjadi penghuni yang abadi di dalamnya. Jawab lafal Idzaa diperkirakan keberadaannya, yakni lalu mereka memasukinya. Dan dibawanya orang-orang yang bertakwa ke dalam surga serta dibukakannya pintu-pintu surga sebelum mereka datang, hal ini sebagai penghormatan buat mereka. Sedangkan digiringnya orang-orang kafir serta dibukakannya pintu-pintu neraka Jahanam sewaktu mereka datang dimaksud sebagai hinaan buat mereka agar panas neraka Jahanam itu dapat dirasakan oleh mereka sebelum memasukinya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman tentang penghuni surga.

Mereka diantar dengan penghormatan dan pemuliaan.

Masing-masing rombongan bersama rombongan yang sama amalnya.

Penggiringan penghuni surga dan dibukakan pintu-pintunya kepada mereka adalah sebagai penghormatan kepada mereka, sedangkan penggiringan penghuni neraka dengan dibuka pintu-pintunya ketika mereka datang agar mereka merasakan panasnya sebagai penghinaan bagi mereka.

Terhadap neraka Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Futihat abwaabuhaa”(artinya: dibuka pintu-pintunya, tanpa kata “wa” artinya “dan”), sedangkan terhadap surga, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Wa futihat abwaabuhaa” (dan dibuka pintu-pintunya, dengan tambahan “wa”), di sana terdapat isyarat bahwa penghuni neraka, saat mereka sampai ke neraka, maka pintu-pintunya langsung dibuka tanpa ditunda dan diberi penangguhan agar mereka merasakan panasnya dan merasakan besarnya azab neraka. Sedangkan surga yang merupakan tempat yang tinggi dan mahal, dimana belum dibukakan ketika mereka tiba di sana. Mereka butuh untuk memasukinya syafaat manusia yang paling mulia, sehingga mereka meminta syafaat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala agar Beliau membukakan. Di dalam hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ قَالَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ قَالَ يَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ أَنْ لَا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku mendatangi pintu surga pada hari Kiamat, lalu aku meminta dibukakan, maka penjaganya berkata, “Siapa engkau?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaganya berkata, “Karena engkau aku diperintahkan untuk tidak membukakan kepada seorang pun sebelummu.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Mengucapkan selamat kepada mereka.

Yakni selamat dari segala musibah dan keburukan.

Kata “Thibtum” artinya bisa juga baiklah keadaan kamu, yakni hatimu menjadi baik dengan mengenal Allah, mencintai-Nya, dan takut kepada-Nya. Demikian pula lisanmu menjadi baik dengan menyebut-Nya, dan anggota badanmu pun menjadi baik dengan ketaatan kepada-Nya.

Karena ia adalah tempat yang baik dan tidak cocok kecuali bagi orang-orang yang baik keadaannya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zumar Ayat 73

Dan pada waktu yang bersamaan orang-orang yang bertakwa kepada tuhannya dan beramal saleh, diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai kepadanya yakni ke pintu surga dan kemudian pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, 'kesejahteraan senantiasa dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! maka masuklah dengan suka cita, dan kamu kekal menetap di dalamnya untuk selama-lamanya. '74. Mereka dipersilakan masuk dengan penuh suka cita, dan mereka pun lalu berkata, 'segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang telah memenuhi janji-Nya melalui para rasul kepada kami, dan telah memberikan tempat, yakni surga, ini kepada kami, sedang kami diperkenankan menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. ' maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal kebajikan di dunia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian variasi penjelasan dari para pakar tafsir terkait kandungan dan arti surat Az-Zumar ayat 73 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi kita. Dukung usaha kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Sering Dilihat

Baca ratusan materi yang sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-‘Ankabut 57, Luqman, Al-Bayyinah 5, Al-A’raf 26, Yunus, Yunus 40. Serta Al-Hujurat 6, Bersyukur, Ali ‘Imran 14, Ad-Dhuha 3, Ali ‘Imran 31, Al-Isra 27.

  1. Al-‘Ankabut 57
  2. Luqman
  3. Al-Bayyinah 5
  4. Al-A’raf 26
  5. Yunus
  6. Yunus 40
  7. Al-Hujurat 6
  8. Bersyukur
  9. Ali ‘Imran 14
  10. Ad-Dhuha 3
  11. Ali ‘Imran 31
  12. Al-Isra 27

Pencarian: alfalaq latin, arti surat al baqarah ayat 286 per kata, bunyi surat al ashr ayat 2, wasaturadduuna artinya, attaubah 119

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.