Surat Az-Zumar Ayat 66

بَلِ ٱللَّهَ فَٱعْبُدْ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

Arab-Latin: Balillāha fa'bud wa kum minasy-syākirīn

Artinya: Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".

« Az-Zumar 65Az-Zumar 67 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Tentang Surat Az-Zumar Ayat 66

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zumar Ayat 66 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam tafsir berharga dari ayat ini. Terdapat beragam penjelasan dari beragam ahli tafsir terhadap isi surat Az-Zumar ayat 66, misalnya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Hanya Allah semata, sembahlah Dia (wahai Nabi) dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya semata yang tiada sekutu bagiNya, dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang mensyukuri Allah atau nikmat-nikmatNya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

66. Sembahlah Allah semata, jangan menyekutukan-Nya dengan siapapun, jadilah kamu bagian dari orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat yang Dia karuniakan kepadamu.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

66. بَلِ اللهَ فَاعْبُدْ (maka hendaklah Allah saja kamu sembah)
Yakni sembahlah Allah semata dan jangan sembah juga selain-Nya.

وَكُن مِّنَ الشّٰكِرِينَ(dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”)
Yakni termasuk orang-orang yang memuji Allah atas segala kenikmatan yang telah Dia berikan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

66. Karena itu, sembahlah Allah semata. Jangan kalian sekali-kali menyembah selain Allah – ini merupakan penolakan ketika mereka memerintakan Nabi – Jadilah orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat Allah. Kata bal berfungsi sebagai penolakan terhadap usaha orang-orang musyrik untuk mengajak Nabi dalam kesyirikan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Maka sembahlah Allah} bertauhidlah {dan jadilah salah satu orang-orang yang bersyukur”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

66. Kemudian DIa berfirman, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah.” Setelah Allah memberitahu bahwa orang-orang yang jahil (bodoh) itu memerintah beliau untuk melakukan syirik dan Allah mengabarkan kekejian syirik, maka DIa memerintahnya untuk ikhlas (bertauhid), seraya berfirman, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah.” Maksudnya, murnikanlah ibadah hanya kepadaNYa saja, tiada sekutu bagiNya, “dan hendaklah kamu termask orang-orang yang bersyukur” kepada Allah atas taufikNYa.
Sebagaimana Allah disyukuri atas segala nikmat duniawi, seperti kesehatan tubuh dan keselamatannya, perolehan rizki dan lain-lainnya, maka demikian pula Dia disyukuri dan dipuji atas nikmat-nikmat AgamaNya. Seperti taufik (bimbingan) kepada keikhlasan dan takwa. Bahkan nikmat agama dalah nikmat yang sesungguhnya dan bila direnungkan, maka ia sesungguhnya berasal dari Allah. Bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut merupakan penyelamatan (diri) dari sifat ujub (bangga diri) yang sering menghampiri (hati) orang-orang yang beramal disebabkan kebodohan mereka. Kalau tidak, sekiranya saja sang hamba mengetahui keadaan yang sebenarnya, tentu ia tidak akan berbangga diri oleh nikmat yang sebenarnya harus lebih disyukuri.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 62-66
Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah Dzat yang Menciptakan segala sesuatu, yang menguasai, memiliki, dan yang mengaturnya, di bawah pengawasan, dan pengaturanNya serta tunduk pada perintahNya, Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) Mujahid berkata bahwa “maqalid” adalah kunci-kunci dalam bahasa Persia. Demikian juga dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Zaid
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi) yaitu perbendaharaan langit dan bumi. Makna ayat berdasarkan kedua pendapat menyatakan bahwa sesungguhnya kendali semua urusan itu ada di tangan Allah SWT. milikNyalah kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) yaitu hujjah-hujjahNya dan bukti-buktiNya (mereka itulah orang-orang yang merugi)
Firman Allah: (Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?" (64)) ini sebagaimana firmanNya SWT: (Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan) (Surah Al-An'am: 88)
Firman Allah: (Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendak­lah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur (66)) yaitu, murnikanlah penyembahan itu hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya; kamu dan orang-orang yang mengikutimu dan membenarkanmu


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zumar ayat 66: (Karena itu, maka hendaklah Allah) saja (kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur") atas nikmat-Nya kepadamu.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa orang-orang yang bodoh memerintahkan Beliau berbuat syirk dan memberitahukan buruknya perkara itu, maka Dia memerintahkan Beliau berbuat ikhlas (memurnikan ibadah hanya kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala).

Yaitu kepada Allah atas taufiq dari-Nya. Sebagaimana Allah Subhaanahu wa Ta'aala disyukuri atas nikmat-nikmat-Nya yang terkait dengan dunia seperti sehat jasmani, memperoleh rezeki dan sebagainya, maka Dia juga berhak disyukuri atas nikmat-nikmat-Nya yang terkait dengan agama seperti taufiq untuk berbuat ikhlas dan bertakwa, bahkan nikmat agama adalah nikmat yang sesungguhnya.

Dengan memikirkan bahwa nikmat itu berasal dari Allah dan bersyukur atasnya terdapat obat penyakit ujub yang sering menimpa orang-orang yang beramal karena kebodohan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zumar Ayat 66

Oleh karena itu, janganlah penuhi ajakan mereka, hendaklah Allah yang maha esa saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur. '67. Dalam ayat-ayat yang lalu, Allah digambarkan sebagai pencipta dan pemilik segala, dan nabi Muhammad diperintah untuk menolak ajakan orang-orang musyrik mekah untuk menyembah selain Allah. Ayat-ayat berikut membawa kecaman terhadap orang-orang musyrik tersebut. Dan ketahuilah bahwa dengan ajakan menyekutukan Allah itu, mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal bumi dengan seluruh isi-Nya berada dalam genggaman tangan-Nya pada hari kiamat, dan demikian pula langit dengan seluruh lapisannya digulung oleh Allah dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci dia dari segala apa yang tidak wajar bagi-Nya dan mahatinggi dia dari segala apa yang mereka persekutukan dengan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian bermacam penafsiran dari beragam mufassirun terhadap kandungan dan arti surat Az-Zumar ayat 66 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah bagi kita semua. Bantulah usaha kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Paling Banyak Dicari

Nikmati banyak halaman yang paling banyak dicari, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 14, Al-Hujurat 6, Yunus 40, Ali ‘Imran 31, Ad-Dhuha 3, Yunus. Termasuk Al-‘Ankabut 57, Luqman, Al-Bayyinah 5, Al-A’raf 26, Bersyukur, Al-Isra 27.

  1. Ali ‘Imran 14
  2. Al-Hujurat 6
  3. Yunus 40
  4. Ali ‘Imran 31
  5. Ad-Dhuha 3
  6. Yunus
  7. Al-‘Ankabut 57
  8. Luqman
  9. Al-Bayyinah 5
  10. Al-A’raf 26
  11. Bersyukur
  12. Al-Isra 27

Pencarian: surah asy syu ara, arti almaidah, artinya al maun, innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiru maa bi, surah 59

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: