Surat Yasin Ayat 42

وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ

Arab-Latin: Wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabụn

Artinya: Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

« Yasin 41Yasin 43 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Berharga Mengenai Surat Yasin Ayat 42

Paragraf di atas merupakan Surat Yasin Ayat 42 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam pelajaran berharga dari ayat ini. Ditemukan bermacam penjelasan dari banyak ulama berkaitan kandungan surat Yasin ayat 42, misalnya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan kami menciptakan untuk orang-orang musyrik itu dan lainnya kapal-kapal seperti kapal nuh dan alat-alat berkendara lainnya yang mereka kendarai dan menyampaikan mereka ke tempat tinggal mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

42. Dan Kami menciptakan perahu bagi orang-orang musyrik seperti perahu Nabi Nuh yang diciptakan pertama kali, dan berbagai kendaraan lainnya yang mereka gunakan untuk mengangkut barang mereka dan menjadi alat perpindahan mereka ke tempat lain.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

42. Di antara bukti bagi mereka tentang keesaan Allah dan pemberian nikmat kepada hamba-Nya adalah bahwa Kami menciptakan bagi mereka perahu-perahu seperti bahtera Nuh untuk dinaiki.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

42. وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu)
Pendapat mengatakan yang dimaksud adalah unta yang Allah ciptakan bagi mereka untuk mereka tunggangi di daratan, sebagaimana kapal yang mereka kendarai di lautan. Atau ini merupakan isyarat pada mobil, kereta, dan pesawat yang ada sekarang.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

42. Kami juga menciptakan untuk mereka tumpangan serupa yang dapat mereka kendarai yaitu unta, perahu-perahu yang bisa berlayar di lautan, kereta dan pesawat-pesawat modern.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Kami menciptakan untuk mereka dari jenis itu} sejenih bahtera nuh {hal lain yang mereka kendarai


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

42. “dan kami ciptakan untuk mereka,” maksudnya, untuk orang-orang yang ada sesudah mereka, “dari yang semisalnya dengannya,” yakni semisal bahtera itu, dalam arti satu jenis dengannya “apa yang mereka kendarai”
Di sini Allah mengingatkan akan nikmatNya kepada nenek-nenek moyang, yaitu mereka dimuat di dalam kapal laut. Hal ini adalah karena nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, juga merupakan nikmat kepada anak keturunannya kemudian.
Masalah ini merupakan permasalahan yang paling rumit bagi saya di dalam ilmu tafsir, karena kebanyakan hal yang dijelaskan oleh para ahli tafsir, yaitu bahwa yang dimaksud “keturunan,” adalah bapak-bapak moyang, dan ini merupakan hal yang tidak biasa di dalam al-qur’an, yaitu mengartikan dzuriyyah (keturunan) dengan bapak-bapak moyang. Sungguh ini mengandung ketidakjelasan dan mengeluarkan kata (kalimat) dari makna asalnya, hal yang sangat dijauhi oleh firman Allah Rabbul ‘Alamin dan kehendakNya untuk memberikan penjelasan dan keterangan kepada hamba-hambaNYa.
Ada makna alternative yang lebih baik dari makna diatas, yaitu bahwa yang dimaksud “keturunan” adalah “jenis” dan bahwa mereka adalah diri mereka sendiri, karena mereka berasal dari anak cucu Nabi Adam. Akan tetapi arti semacam ini tidak dibenarkan oleh FirmanNYa, ”dan kami ciptakan untuk mereka semisal apa yang akan mereka kendarai,” jika artinya, dan kami ciptakan dari yang semisal dengan bahtera itu, yakni, untuk mereka yang diajak bicara (mukhatabin) apa yang akan mereka kendarai dari jenis-jenis bahtera. Jika demikian, maka ini adalah pengulangan terhadap makna ayat yang tidak dikehendaki oleh fashahah (kefasihan) al-qur’an. Dan jika arti dari, “dan kami ciptakan untuk mereka yang semisal apa yang mereka kendarai,” adalah unta yang merupakan bahtera darat, maka maknanya menjadi lurus dan jelas; hanya saja masih ada hal lain, yaitu keberadaan ungkapan ini mengandung kerancuan (tasywisy). Sebab, kalau itu yang dimaksud, tentu Allah berfirman,
“dan suatu tanda bagi mereka adalah kami angkut mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan kami ciptakan untuk mereka dari yang semisalnya apa yang akan mereka kendarai,”
Kalau pada yang pertama disebutkan, “kami angkut keturunan mereka,” sedangkan ini, “kami angkut mereka, maka maknanya tidak jelas kecuali dikatakan; dhamir (kata ganti) “hum” kembali kepada dzurriyah,” dan hanya Allah yang lebih mengetahui akan hakikat yang sebenarnya.
Setelah saya sampai pada pembahasan ini dalam penulisan tafsir ini, maka tampak bagi saya suatu makna yang tidak jauh dari maksud Allah, yaitu, bahwa siapa saja yang mengetahui keagungan kitabullah dan uraiannya yang sempurna dari segala sisi tentang perkara-perkara yang sekarang, yang telah lalu dan yang akan datang, dia (menjadi tahu) bahwa sesungguhnya Allah menyebutkan dari setiap maknanya itu yang paling tinggi dan paling sempurna dari keadaannya, sedangkan bahtera merupakan salah satu tanda dan salah satu nikmatNya kepada hamba-hamabNya semenjak Dia mengaruniakannya kepada mereka, dengan mempelajarinya hingga Hari kiamat nanti, dan ia terus ada pada setiap zaman hingga pada zaman orang-orang yang dihadapkan kepada al-qur’an.
Setelah Allah berbicara kepada mereka dengan al-qur’an dan menjelaskan perihal bahtera, dan Allah mengetahui bahwa aka nada tanda-tanda (cikal-bakal) bahtera yang lebih besar pada waktu lain selain waktu mereka dan pada zaman lain selain zaman mereka saat Dia mengerjakan kepada mereka cara pembuatan bahtera laut, baik yang menggunakan layar dan mesin, dan bahtera angkasa yang terbang seperti burung diangkasa dan yang serupa dengannya dan berbagai alat-alat transportasi darat, yang merupakan tanda kekuasaan yang besar padanya yang belum pernah ada kecuali pada “keturunan” maka Allah mengingatkan di dalam al-qur’an ini akan salah satu macam yang paling tinggi dari macam-macam tanda-tandanya, seraya berfirman, ”dan suatu tanda bagi mereka adalah kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,” artinya yang penuh dengan penumpang dan barang bawaan, lalu Allah mengangkut mereka dan menyelamatkan mereka dari musibah karam (tenggelam) dengn cara-cara yang telah diajarkan oleh Allah kepada mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 41-44
Allah SWT berfirman bahwa suatu dalil lagi bagi mereka yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT adalah Dia telah menundukkan laut agar dapat membawa bahtera, yang antara lain bahkan bahtera yang pertama adalah bahtera nabi Nuh yang diselamatkan Allah SWT dengan membawa nabi Nuh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang pada masa itu tidak ada seorang pun dari keturunan anak cucu nabi Adam yang tersisa di muka bumi selain mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka) yaitu nenek moyang mereka (dalam bahtera yang penuh muatan) yaitu dalam perahu yang dipenuhi dengan barang-barang dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah kepadanya untuk mengangkutnya di dalam perahunya dari setiap jenis satu pasang.
Ibnu Abbas berkata bahwa “al-masyhun” adalah penuh dengan muatan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Apakah kalian mengetahui makna firmanNya SWT: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai semisal dengan bahtera itu (42)) Kami berkata "Tidak" dia berkata,”yaitu perahu-perahu yang dibuat setelah perahu nabi Nuh. Demikian juga dikatakan Abu Malik, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan Abu Shalih bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (42)) yaitu perahu-perahu. Pendapat ini bertambah kuat ditinjau dari makna firmanNya: (Sesungguhnya Kami tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang kamu) ke dalam bahtera (11) agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar (12)) (Surah Al-Haqqah)
Firman Allah: (Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka) yaitu, orang-orang yang ada di dalam bahtera itu (maka tiadalah bagi mereka penolong) yaitu tidak ada seorangpun yang menolong dan menyelamatkan mereka musibah tenggelam (dan tidak pula mereka diselamatkan) dari musibah yang menimpa mereka (Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami)
Dan ini adalah istisna munqati' yaitu bentuknya,”Akan tetapi rahmat Kami, Kami memperjalankan kalian di daratan, dan di laut, kemudian Kami menyelamatkan kalian sampai waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika) yaitu sampai waktu yang telah ditentukan di sisi Allah SWT.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Yasin ayat 42: Allah mengabarkan bahwasanya Allah menciptakan bagi siapa yang setelah dari keturunan Adam, semisal dengan keturunan manusia yang menaiki kapal ini di laut, dan Allah ciptakan untuk mereka bumi, unta, kuda, keledai dan transportasi semisal mobil dan pesawat dal selainnya yang dapat dinaiki dan mengantarkan mereka menuju tujuan yang ingin mereka tuju.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni seperti kapal Nabi Nuh, yaitu yang mereka buat dengan tangan mereka berupa kapal yang besar atau yang kecil serta alat pengangkutan umum lainnya dengan pengajaran dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Dia mengajarkan mereka sebab-sebab tidak tenggelam.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yasin Ayat 42

Dan selain itu kami ciptakan juga untuk mereka angkutan lainnya, seperti apa yang mereka kendarai di darat berupa hewan-hewan tung-gangan dan alat-alat angkut pada umumnya (lihat pula: surah an-na'l/16: 8). 43. Dan ingatlah, jika kami menghendaki mereka tidak selamat dalam pelayaran laut itu, kami tenggelamkan mereka ke laut dengan datangnya badai atau rusaknya bahtera. Maka ketika itu tidak ada seorang penolong pun bagi mereka dan tidak pula mereka dapat diselamatkan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah kumpulan penjabaran dari beragam ahli tafsir berkaitan isi dan arti surat Yasin ayat 42 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita. Bantu dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Sering Dibaca

Kami memiliki ratusan halaman yang cukup sering dibaca, seperti surat/ayat: Al-Fatihah, Do’a Setelah Adzan, Yusuf 28, Al-Qadr, Adh-Dhuha, Al-Isra 32. Ada juga Al-Falaq, An-Naba, Al-Hujurat 13, Seribu Dinar, Al-Kafirun, Al-A’la.

  1. Al-Fatihah
  2. Do’a Setelah Adzan
  3. Yusuf 28
  4. Al-Qadr
  5. Adh-Dhuha
  6. Al-Isra 32
  7. Al-Falaq
  8. An-Naba
  9. Al-Hujurat 13
  10. Seribu Dinar
  11. Al-Kafirun
  12. Al-A’la

Pencarian: al ahzab 56, al maidah ayat 9, al araf ayat 96, yusuf ayat 87, yusuf ayat 4 latin

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.