Surat Al-Qashash Ayat 33

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

قَالَ رَبِّ إِنِّى قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ

Arab-Latin: Qāla rabbi innī qataltu min-hum nafsan fa akhāfu ay yaqtulụn

Artinya: Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.

« Al-Qashash 32Al-Qashash 34 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Terkait Dengan Surat Al-Qashash Ayat 33

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qashash Ayat 33 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi berbagai penafsiran dari banyak ulama terkait makna surat Al-Qashash ayat 33, di antaranya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

33-34. Musa berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh seseorang dari kaum Fir’aun. Dan aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku, Harun, lebih fasih tutur katanya daripadaku, maka utuslah dia berasamaku menjadi pendukung yang membenarku dan menggantikanku untuk menjelaskan kepada mereka. Sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakan aku terkait ucapanku kepada mereka, ‘Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang di utus kepada mereka’.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

33-34. Musa bukannya hendak berlepas diri dari tanggungjawab dakwah yang ditugaskan Tuhannya, akan tetapi dia ingin mendapat hal-hal yang dapat membantunya dalam menjalankan tugasnya dan melewati segala rintangan yang akan menghalangi dakwahnya. Oleh sebab itu Musa menyampaikan kepada Tuhannya Yang Maha Mengetahui bahwa dia meninggalkan kerajaan Fir’aun karena takut dari kezalimannya dan penindasan para tentaranya, sebab dia telah membunuh seseorang dari mereka dan berita tentang peristiwa ini telah tersebar ke seluruh penjuru negeri, jika mereka melihatnya pasti mereka akan membunuhnya sebagai balasan atas pembunuhan yang dia lakukan secara tidak sengaja.

Dan Musa meminta agar Allah menguatkannya dengan saudaranya, Harun, dengan berkata: “Dia lebih jelas dalam mengemukakan bukti, dan aku berharap dia dapat membantuku menjelaskan bukti-bukti dari kami, agar bukti-bukti itu sampai kepada Fir’aun dan bala tentaranya dengan terpercaya, karena aku takut mereka akan segera mendustakanku.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

33. Musa berkata untuk mengadu kepada Rabbnya, “Sesungguhnya aku telah membunuh nyawa seorang dari golongan mereka maka aku takut mereka akan membunuhku disebabkan hal itu jika aku mendatangi mereka untuk menyampaikan risalah yang dengannya Engkau utus diriku kepada mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

33. قَالَ رَبِّ إِنِّى قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا (Musa berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka)
Yakni orang Mesir yang ia pukul sampai meninggal dunia.

فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ(maka aku takut mereka akan membunuhku)
Yakni aku takut mereka akan menuntut balas dariku kemudian membunuhku.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

33. Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, dia adalah Alqabthi, maka aku takut mereka akan membunuhku.”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dia berkata,“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh seseorang dari mereka sehingga aku takut mereka akan membunuhku


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

33-34. Maka “berkata” Musa untuk mengemukakan alasan kepada Rabbnya dan memohon pertolongan atas apa yang dibebankan kepadanya serta mengingat akan adanya segala rintangan-rintangan yang di hadapinya agar Dia menghapus semua yang dia cemaskan, “Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka,” maksudnya, “maka aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkanku,” yakni sebagai penolong dan pendukungku yang membenarkan, karena sesungghnya kebenaran itu akan menjadi lebih kuat bila disertai dengan banyaknya informasi.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 33-35
Ketika Allah SWT memerintahkan kepadanya untuk berangkat menemui Fir'aun yang sesungguhnya dia keluar dari negeri Mesir karena melarikan diri dari kejaran Mesir dan takut terhadap pembalasannya (Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka”) yaitu orang Qibti itu (maka aku takut mereka akan membunuhku) jika mereka melihatku (Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku) Demikian itu karena nabi Musa mengalami kekakuan pada lisannya karena memakan bara api saat dia disuruh memilih antara kurma dan bara api. Lalu dia memungut bara api dan meletakkannya pada lisannya sehingga lisannya terbakar dan kesulitan bertutur kata. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku (27) supaya mereka mengerti perkataanku (28) dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku (29)) (yaitu) Harun, saudaraku (30) teguhkanlah dengan dia kekuatanku (31) dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku (32) (Surah Thaha) yaitu meringankan apa yang Engkau perintahkan kepadaku berupa kedudukan yang agung, yaitu tugas kenabian dan menyampaikan risalah kepada raja yang sombong, sewenang-wenang, dan ingkar ini. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku) yaitu sebagai wakil, pembantu, dan orang yang memperkuat tugasku. Dia akan menjelaskan apa yang aku sampaikan dari Allah SWT karena berita dari dua orang itu lebih mendalam dalam jiwa daripada berita yang disampaikan hanya oleh satu orang. Oleh karena itu Allah berfirman: ("sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”)
Muhammad bin Ishaq berkata tentang firmanNya: (sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku) yaitu yang menjelaskan kepada mereka apa yang aku katakan kepada mereka, karena sesungguhnya dia memahamkan apa yang tidak dapat mereka pahami dariku. Ketika nabi Musa meminta hal itu, maka Allah SWT berfirman: (Kami akan membantumu dengan saudaramu) yaitu, Kami akan memperkuat urusanmu dan membantumu dengan saudaramu sesuai yang kamu minta agar dia menjadi nabi bersamamu. Sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa) (Surah Thaha: 36) dan (Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi (53)) Surah (Maryam) Oleh karena itu sebagian ulama’ salaf berkata bahwa tidak ada seorang pun yang sangat berhutang budi kepada saudaranya selain dari nabi Harun kepada nabi Musa. Karena sesungguhnya nabi Musa mendoakan baginya sehingga dia diangkat menjadi seorang nabi dan rasul oleh Allah bersamanya untuk menyampaikan risalah Allah kepada Fir'aun dan para pembesar­nya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman tentang kedudukan nabi Musa: (Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah) (Surah Al-Ahzab: 69)
Firman Allah SWT: (dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar) yaitu hujjah yang mengalahkan (maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami) yaitu tidak ada jalan bagi mereka untuk menyakiti kalian berdua jika kalian berdua menyampaikan ayat-ayat Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia) (Surah Al-Maidah: 67) dan ((yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan (39)) (Surah Al-Ahzab) yaitu, cukuplah Allah sebagai Penolong, Pembantu, dan Pendukung. Oleh karena itu Allah memberitahukan kepada keduanya bahwa akibat yang terpuji hanya bagi mereka berdua dan orang-orang yang mengikuti mereka di dunia dan akhirat. Maka Allah SWT berfirman: (kamu berdua dan orang-orang yang mengikuti kamulah yang menang) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasulKu pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (21)) (Surah Al-Mujadilah) dan (Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (51) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk (52)) (Surah Ghafir)
Ibnu Jarir memberikan pengarahannya bahwa maknanya adalah:”Kami berikan kepada kalian berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapai kalian. Kemudian dimulai lagi dan berfirman: ((berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami, kamu berdua dan orang-orang yang mengikuti kamulah yang menang) bentuknya adalah bahwa kalian berdua dan orang-orang yang mengikuti kalian berdua menang berkat ayat-ayat Kami. Tidak diragukan lagi bahwa makna ini shahih, namun makna yang sama terkandung dalam makna pertama, maka tidak perlu lagi pengarahan ini. Hanya Allah yang lebih mengetahui.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Qashash ayat 33: Maka Musa membawa kerisalahan, maka ia mengadukan permasalahannya kepada Allah dengan berkata : Wahai Tuhanku dahulu aku pernah membunuh dari mereka (kaumku) yang melakukan kesalahan, sungguh aku takut pergi menuju mereka karena mereka akan mendebat dan membunuhku.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni meminta uzur, dan meminta bantuan-Nya dalam tugas yang dipikulnya sambil menyebutkan penghalangnya agar Tuhannya menghilangkan apa yang dia khawatirkan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qashash Ayat 33

Masih dalam keadaan takut dan sambil memohon pertolongan Allah, dia musa berkata mengingat kesalahan yang pernah dilaku-kannya, 'ya tuhan pemelihara-ku, sungguh aku ketika berada di mesir sekian tahun yang lalu telah membunuh tanpa sengaja seorang dari golongan mereka, yakni penduduk negeri mesir, sehingga aku takut mereka akan membunuhku sebagai tindak balasan. Kalau mereka membunuhku maka aku tidak bisa menyampaikan risalah-Mu. 34. Karena itu, lindungilah aku dan mantapkanlah hatiku karena tiada perlindungan kecuali dari-Mu, dan sebagaimana engkau ketahui ada ikatan yang membelenggu lidahku, sedangkan saudaraku, harun, dia lebih fasih lidahnya dan lebih lancar bicaranya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan perkataan-ku dalam menyampaikan pesan-pesan suci dari-Mu; sungguh, aku takut mereka, fir`aun dan kaumnya, akan mendustakanku. '.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjabaran dari kalangan mufassirun terkait makna dan arti surat Al-Qashash ayat 33 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat untuk kita bersama. Sokonglah perjuangan kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Cukup Sering Dikunjungi

Telaah ratusan topik yang cukup sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 2, Al-Isra 1, Al-Ahzab 21, Az-Zariyat 56, Ar-Ra’d, Al-Baqarah 186. Ada juga Ali ‘Imran 133, Al-Baqarah 30, Ali ‘Imran 134, Al-Jumu’ah 9, Al-Isra 23-24, Al-Infithar.

  1. Al-Baqarah 2
  2. Al-Isra 1
  3. Al-Ahzab 21
  4. Az-Zariyat 56
  5. Ar-Ra’d
  6. Al-Baqarah 186
  7. Ali ‘Imran 133
  8. Al-Baqarah 30
  9. Ali ‘Imran 134
  10. Al-Jumu’ah 9
  11. Al-Isra 23-24
  12. Al-Infithar

Pencarian: surah al ankabut ayat 8, quran surah al-ahzab ayat 21, wa rodhitu lakum, terjemahan qs an nisa ayat 59, al haqqah lite quran

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: