Surat Asy-Syu’ara Ayat 190

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

« Asy-Syu'ara 189Asy-Syu'ara 191 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Mengenai Surat Asy-Syu’ara Ayat 190

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 190 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi pelajaran penting dari ayat ini. Tersedia variasi penjelasan dari para pakar tafsir terhadap makna surat Asy-Syu’ara ayat 190, misalnya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya pada peristiwa turunnya siksaan yang menimpa mereka itu benar-benar terdapat petunjuk jelas tentang Kuasa Allah dalam menghukum orang-orang yang mendustakan, dan terkandung pelajaran bagi orang yang mau memetik pelajaran, tetapi kebanyakan dari mereka tidak beriman lagi tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

190-191. Sungguh pada azab yang besar itu terdapat bukti yang jelas atas besarnya kuasa Allah dalam mengazab orang-orang yang banyak berdosa. Akan tetapi mayoritas orang yang mendengar kisah ini tetap tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Hai Rasulullah, Sungguh Tuhanmu Maha Perkasa dalam membalas perbuatan orang-orang yang mendustakan dan Maha Pengasih bagi orang-orang beriman.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

190. Sesungguhnya pada yang disebutkan itu, berupa kebinasaan kaum Syu'aib, terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah beriman.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

190. Sesungguhnya dalam cerita penduduk Aikah itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau berfikir, tetapi kebanyakan kaum Syu’aib mereka tidak beriman.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

189-191 “kemudian mereka mendustakannya,” maksudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apapun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. “lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.” Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawahnya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halamannya, dan mereka menempati negeri kesengsaraan dan azab. “sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar,” tidak ada pengembalian lagi bagi mereka kedunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihentikan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan.
“sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda,” yang membuktikan kejujuran syu’aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya terhadapnya, “tetapi kebanyakan mereka tidak beriman,” sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab mereka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan.
“dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya,” (yusuf:103)
“dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Maha perkasa,” yang dengan kekuatannNya, Dia dapat terhindar dari jangkauan siapapun dan dari tindasan setiap makhluk. “lagi Maha penyayang,” yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang diantara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya adalah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka mendustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasihNya) dan orang-orang mukmin yang mengikutinya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 185-191
Allah SWT memberitahukan tentang jawaban kaum nabi Syu'aib terhadapnya serupa dengan yang dikatakan oleh kaum Tsamud kepada rasul mereka, karena hati mereka itu sama saja. Mereka berkata: (Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir) yaitu termasuk orang yang terkena sihir, sebagimana yang telah dijelas­kan sebelumnya (dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta (186)) yaitu sengaja berdusta dalam apa yang kamu katakan, bukan karena Allah telah mengutusmu kepada kami (Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit)
Adh-Dhahhak berkata yaitu sisi langit.
Qatadah berkata potongan dari langit.
As-Suddi berkata yaitu azab dari langit. Ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy, dalam apa yang diberitahukan Allah tentang mereka dalam firmanNya: (Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami” (90)) (Surah Al-Isra') sampai firmanNya: ("atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami” (92)) (Surah Al-Isra') Demikian juga dikatakan oleh orang-orang kafir yang bodoh itu: (Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar." (187) Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan." (188))
Nabi Syu'aib berkata,"Allah lebih mengetahui tentang kalian. Jika kalian layak mendapatkannya, maka Dia akan menimpakannya kepada kalian. Dia tidak akan menganiaya kalian" Hal yang menimpa mereka itu sebagaimana yang mereka mintakan itu sebagai balasan yang setimpal. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar (189)) Azab ini merupakan apa yang mereka minta, yaitu dijatuhkannya gumpalan dari langit kepada mereka. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan siksaan yang menimpa mereka berupa panas yang dahsyat selama tujuh hari, tidak ada sesuatupun yang terlindungi dari panas itu. Kemudian datanglah gumpalan awan yang besar menaungi mereka, lalu mereka pindah menuju arah awan itu untuk bernaung dari panas itu. Setelah mereka berkumpul di bawahnya, maka Allah menurunkan kepada mereka percikan api dari neraka dan luapan api yang sangat besar. Bumi berguncang menggoyahkan mereka, dan mereka ditimpa oleh pekikan yang keras sehingga ruh mereka melayang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar).
Sesungguhnya Allah menyebutkan gambaran kebinasaan mereka dalam tiga tempat tinggal. Setiap tempat tinggal sesuai dengan konteksnya. Disebutkan dalam surah Al-A'rafbahwa mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Demikian itu karena mereka berkata: (Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami) (Surah Al-A'raf: 88) Mereka menakut-nakuti nabi Allah dan orang-orang yang mengikutinya, maka mereka ditimpa gempa bumi. Dan di dalam surah Hud Allah berfirman: (dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur) (Surah Hud: 94) Demikian itu karena mereka mengejek nabi Syu'aib melalui perkataan mereka: (apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal) (Surah Hud: 87) Mereka berkata demikian dengan maksud mencemooh, mengejek dan menghina, maka sangat sesuai jika mereka ditimpa pekikan yang mengguntur untuk membungkam mereka. Jadi Allah berfirman: (dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur) dan di sini mereka berkata: (Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar." (187) dengan maksud mengingkari. Maka sesuailah jika apa yang dianggap oleh mereka tidak terjadi itu menimpa mereka (lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguh­nya azab itu adalah azab hari yang besar (189))
(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (190) Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang (191)) yaitu Maha Perkasa dalam pembalasanNya terhadap orang-orang kafir, dan Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang mukmin


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Asy-Syu’ara ayat 190: Bisa juga diartikan, “terdapat tanda yang menunjukkan kebenaran Syu’aib, kebenaran dakwah Beliau dan batilnya bantahan kaumnya.”

Padahal mereka melihat ayat-ayat itu, namun mereka tidak juga beriman karena tidak ada lagi kebaikan dalam diri mereka dan sudah tidak dapat diharapkan lagi.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 190

190. Sungguh, pada kejadian yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman, karena hati mereka sudah tertutup oleh kekafiran, keangkuhan dan kesombongan. 191. Dan sungguh, tuhanmu, dialah yang maha perkasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya dan tidak terkurangi sedikit pun kekuasaan-Nya dengan banyaknya orang yang kafir kepada-Nya. Dia juga maha penyayang. Yang masih memberikan kesempatan bagi orang yang berdosa untuk bertobat kepada-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beraneka penjabaran dari banyak ulama terhadap isi dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 190 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita semua. Dukung usaha kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Sering Dibaca

Kami memiliki ratusan halaman yang sering dibaca, seperti surat/ayat: Ar-Ra’d, Az-Zariyat 56, Ali ‘Imran 133, Ali ‘Imran 134, Al-Baqarah 30, Al-Isra 1. Juga Al-Jumu’ah 9, Al-Baqarah 186, Al-Infithar, Al-Ahzab 21, Al-Baqarah 2, Al-Isra 23-24.

  1. Ar-Ra’d
  2. Az-Zariyat 56
  3. Ali ‘Imran 133
  4. Ali ‘Imran 134
  5. Al-Baqarah 30
  6. Al-Isra 1
  7. Al-Jumu’ah 9
  8. Al-Baqarah 186
  9. Al-Infithar
  10. Al-Ahzab 21
  11. Al-Baqarah 2
  12. Al-Isra 23-24

Pencarian: al at tin, surat 60, surat al ibrahim, al insanu artinya, apa yang terjadi jika tuhan lebih dari satu

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: