Surat Asy-Syu’ara Ayat 78

ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ

Arab-Latin: Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn

Artinya: (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

« Asy-Syu'ara 77Asy-Syu'ara 79 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Surat Asy-Syu’ara Ayat 78

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 78 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam hikmah penting dari ayat ini. Didapatkan bermacam penjabaran dari para ahli tafsir mengenai makna surat Asy-Syu’ara ayat 78, di antaranya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

75-82. Ibrahim berkata, “Apakah kalian sudah melihat dengan penuh perhatian apa yang kalian sembah berupa berhala-berhala yang tidak mendengar, tidak memberi manfaat dan tidak dapat mendatangkan mudarat terhadap kalian dan nenek moyang kalian terdahulu sebelum kalian? Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu adalah musuh-musuhku, dan Tuhan alam semesta dan Pemilik urusan mereka, itulah semata yang aku sembah. Dia-lah Yang menciptakanku dalam bentuk terbaik, lalu Dia menunjukkan kepadaku jalan menuju kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan Dia-lah Yang melimpahkan kepadaku kenikmatan makanan dan minuman. Dan apabila suatu penyakit menimpaku, maka Dia-lah yang menyembuhkanku dan menyehatkanku darinya. Dan Dia-lah Yang mematikanku di dunia dengan mencabut ruhku, kemudian Dia akan menghidupkanku pada Hari Kiamat. Tidak ada yang kuasa untuk melakukan semua itu selain Dia. Dan Dia-lah satu-satunya yang aku amat berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada Hari Pembalasan.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

78. Yaitu Rabb Yang telah menciptakan aku, maka Dia lah yang menunjukkan kepadaku kebaikan dunia Akhirat,


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

78. الَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ ((yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang memberiku petunjuk)
Allah memberiku petunjuk kepada kebaikan agama dan dunia.
Ibrahim menyifati Tuhannya dengan sesuatu yang menjadikan-Nya berhak untuk disembah, sebab ia menyebutkan penciptaan, hidayah, dan rezeki yang ia sebutkan dalam ucapannya: وَالَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ (dan Tuhanku, Yang memberi makan dan minum kepadaku), serta menyebutkan menjauhkan dari penyakit, mendatangkan kesembuhan, mematikan, dan menghidupkan dalam ucapannya: وَالَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku) dan Dia mengampuni dosa-dosa. Semua hal ini merupakan kenikmatan-kenikmatan Allah yang wajib disyukuri dengan berbagai macam cara, dan yang paling mulia dan utama adalah dengan menyembah-Nya.
Nabi Ibrahim menisbatkan penyakit pada dirinya (yakni dengan mengatakan ‘apabila aku sakit’ dan tidak mengatakan ‘jika Allah memberiku penyakit’) untuk menjaga adab dengan Allah, meskipun penyakit dan lainnya semua datang dari Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

78. Allahlah Dzat yang menciptakanku, lalu membimbingku kepada kebenaran agama dan dunia. Dua hal itu (Dzat yang menciptakan dan membimbing) adalah sifat Allah yang menciptakan dan memberi petunjuk


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dzat yang telah menciptakanku. Maka Dia yang memberiku petunjuk} membimbingku kepada hal yang baik di dunia dan akhirat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

75-82 lalu Ibrahim berkata kepada mereka, ”kalian dan nenek moyang kalian semuanya adalah penentang dalam perkara [ini], dan pembicaraan bersama orang-orang di atas adalah sama,” maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang sellau kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya semua itu adalah musuhku,” maka silahkan mereka menimpakan bahaya apa pun terhadapku, dan silahkan mereka melakukan tipu daya terhadapku, maka pasti mereka tidak akan mampu melakukannya, “kecuali Rabb semesta alam, Yang telah menciptakanku, maka Dia-lah yang menunjukiku.” Dia-lah [semata] yang memberikan nikmat penciptaan dan nikmat hidayah untuk kemaslahatan agam dan dunia. Llau dia menyebutkan secara khusus sebagian dari hal-hal yang sudah pasti, seraya berkata,”dan yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku, dan yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesahanku pada Hari kiamat,”
Dia-lah semata yang bisa melakukan itu semua sendirian, maka dari itu wajib diesakan dengan ibadah dan ketaatan, sedangkan berhala-berhala yang tidak bisa menciptakan, tidak bisa menyembuhkan, tidak bisa memberi makan dan tidak bisa memberi minum, tidak dapat mematikan dan tidak dapat menghidupkan, tidak berguna bagi penyembahnya, baik dalam menghilangkan kesusahan atau pun memberikan ampunan dosa itu harus ditinggalkan. Ini adalah dalil yang sangat akurat dan hujjah yang mematahkan di mana kalian dan nenek moyang kalian tidak kuasa menentangnya, maka itu membuktikan keikutsertaan kalian dalam kesesatan dan dalam meninggalkan jalan hidayah dan jalan yang lurus. Allah berfirman,
“dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, ’apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku…” (al-an’am:80)


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 78-82
Yaitu, aku tidak menyembah kecuali Tuhan menjadikan segala sesuatu ini ((yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjukkan aku (78)) yaitu Dialah Dzat yang Menciptakan, yang telah menentukan ukuran dan memberi petunjuk semua makhluk kepadaNya. Maka setiap makhluk diciptakan berjalan menurut apa yang telah ditakdirkan baginya; Dialah Dzat yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki (dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku (79)) yaitu Dialah Penciptaku dan Pemberi rezekiku dengan apa yang telah ditundukkan dan dimudahkan olehNya dari yang ada di langit dan bumi. Dia menggiring awan dan menurunkan hujan, lalu menghidupkan bumi dan mengeluarkan darinya semua buah-buahan sebagai rezeki buat hamba-hambaNya. Dia juga menurunkan air tawar yang mudah diminum untuk minum semua makhlukNya, yaitu berbagai macam hewan ternak dan manusia yang jumlahnya banyak.
Firman Allah SWT: (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) disandarkan kepada dirinya, dan itu berasal dari takdir dan ketetapan Allah, juga sebagai ciptaanNya, tetapi disandarkan kepada dirinya sebagai etika. Sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada orang shalat agar mengucapkan: (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat (7)) (Surah Al-Fatihah) nikmat dan petunjuk disandarkan kepada Allah, dan murka fa'ilnya dibuang karena etika, dan kesesatan disandarkan kepada hamba-hambaNya, sebagaimana yang dikatakan jin: (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan ini) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) (Surah Al-Jin)
Demikian juga yang dikatakan nabi Ibrahim (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) yaitu, jika aku sakit, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu menyembuhkanku selain Dia dengan berbagai macam cara untuk memberikan kesembuhan. (dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81)) yaitu, Dialah Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan; tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hal itu, karena sesungguhnya Dialah Dzat yang memulai penciptaan dan yang mengulanginya (dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (82)) yaitu tidak ada seorangpun yang mampu mengampuni dosa-dosa di dunia dan akhirat kecuali hanya Dia. Tidak ada seorang pun yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah, Dia Maha Berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 78: Berkata Ibrahim : Sesungguhnya aku tidaklah mengibadahi kecuali Tuhan semesta alam yang menciptakanku dari ketiadaan, yang menunjukiku dan memudahkanku menuju jalan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 78

Yaitu zat yang telah menciptakan aku dalam sebaik-baiknya bentuk dan aku diberi kesempatan dalam hidupku untuk menyembah Allah, maka dia yang memberi petunjuk kepadaku, menuju ke jalan yang benar melalui wahyu yang diberikan kepadaku. 79. Dan yang memberi makan dan minum kepadaku, melalui rezeki dari air hujan yang menyuburkan tanah sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Dari situlah aku makan dan minum.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beraneka penjabaran dari banyak mufassirin berkaitan kandungan dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 78 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan bagi ummat. Support syi'ar kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Banyak Dikaji

Ada ratusan topik yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Ar-Ra’d 28, Al-Baqarah 275, Al-Baqarah 155, At-Taubah 128-129, At-Tahrim 6, Al-Hujurat. Serta Al-Furqan 63, As-Sajdah, Ath-Thariq, An-Nahl 125, Al-Waqi’ah 35-38, Al-Baqarah 1-5.

  1. Ar-Ra’d 28
  2. Al-Baqarah 275
  3. Al-Baqarah 155
  4. At-Taubah 128-129
  5. At-Tahrim 6
  6. Al-Hujurat
  7. Al-Furqan 63
  8. As-Sajdah
  9. Ath-Thariq
  10. An-Nahl 125
  11. Al-Waqi’ah 35-38
  12. Al-Baqarah 1-5

Pencarian: surat 94 ayat 5, ali imran 190 191 latin, al imran ayat 185 latin, arti surah al kafirun ayat 6, al imran ayat 164 latin

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.