Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 48

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

Arab-Latin: Rabbi mụsā wa hārụn

Terjemah Arti: (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 48

46-48. Maka Tatkala mereka menyaksikan kejadian itu, dan mereka tahu itu bukanlah sebuah tipu daya ilusi ahli-ahli sihir, mereka beriman kepada Allah dan bersujud kepadaNya. Dan mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan sesmesta alam, Tuhan Musa dan Harun.”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

48. yaitu Rabb Musa dan Harun -'alaihimassalām-.”

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

47-48. Dengan terang-terangan para ahli sihir itu berkata: “Kami beriman kepada Tuhan alam semesta yang termasuk Fir’aun di dalamnya, yaitu Tuhannya Musa dan Harun. Dan Fir’aun bukanlah Tuhan.”

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

48. Maka Musa melemparkan tongkatnya, maka berubahlah menjadi ular besar yang nyata, dimakanlah ular-ular yang palsu, terkejutlah mereka para penyihir dan terpesona akan tanda-tanda yang agung ini. Ketahuilah bahwasanya Musa adalah utusan dari sisi Allah, dan tidaklah kalian kecuali mesti sujud kepada Allah. Dan para penyihir tersebut berkata : Kami beriman kepada Allah dan membenarkan bahwasanya Allah Rabb semesta alam, Rabb Musa dan Harun.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

46-48 setelah para ahli sihir itu melihat mukjizat agung ini, maka mereka yakin berdasarkan pengetahuan mereka bahwa ini bukan sihir, ia hanyalah salahsatu dari ayat-ayat Allah dan mukjizat yang memberitakan kebenaran Musa dan apa yang dibawanya(ajaranya) “maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud,” kepada Rabb mereka,Allah “mereka berkata, ’kami beriman kepada Rabb semesta alam,(yaitu) Rabb Musa dan Harun.”
Maka padamlah kebatilan di hadapan kumpulan manusia itu dan para pembesarpun mengakui kebatilannya, sedangkan yang haq menjadi jelas dan tampak, hingga semua orang yang melihat dapat melihatnya dengan mata kepala mereka.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Mereka mengetahui, bahwa apa yang mereka saksikan itu tidak bisa dilakukan dengan sihir. Ketika itu kebatilan kalah, para tokohnya mengakui kebatilannya dan kebenaran tampak jelas, akan tetapi Fir’aun tidak menghendaki selain bersikap angkuh dan sombong serta tetap di atas kekafirannya.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

47-48. Mereka, yakni para pesihir, berkata, dengan penuh keyakinan 'kami beriman, yakin, dan percaya kepada tuhan pencipta seluruh alam sebagaimana yang diyakini oleh musa. Yaitu tuhannya musa dan harun, tuhan seluruh alam. "49. Dengan dikalahkannya para pesihir itu, posisi fir'aun semakin terdesak. Padahal kejadian ini disaksikan banyak sekali penduduk yang berkerumun. Fir'aun lalu berkata kapada para pesihir dengan suara lantang dan menggertak, dia, fir'aun, berkata dengan nada geram, 'mengapa kamu beriman kepada musa sebelum aku memberi izin kepadamu' padahal aku adalah pemimpin yang ditaati dan ditakuti. Sesungguhnya dia, musa, pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. " lalu fir'aun mengancam mereka, "nanti kamu pasti akan tahu akibat perbuatanmu. Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya di tiang sampai kamu mati di tiang saliban itu.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara