Quran Surat Al-Baqarah Ayat 160

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Arab-Latin: Illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa bayyanụ fa ulā`ika atụbu 'alaihim, wa anat-tawwābur-raḥīm

Terjemah Arti: Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 160

Kecuali orang-orang yang mau kembali kepada Allah dan memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa mereka, dan melakukan perbaikan terhadap apa yang telah mereka rusak, dan mereka Sebutkan dan jelaskan apa apa yang mereka sembunyikan, maka Aku menerima taubat mereka dan Aku mengampuni mereka, dan Aku adalah Dzat Yang Maha menerima taubat orang-orang yang bertaubat dari hamba hamba Ku, maha pengasih terhadap mereka, sebab Aku telah memberikan Taufik kepada mereka untuk bertaubat dan kemudian Aku menerima Taubat dari mereka.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

160. Kecuali orang-orang yang bertaubat dari tindakan menyembunyikan ayat-ayat yang jelas tersebut dan memperbaiki amal perbuatan mereka, baik lahir maupun batin, serta memberikan keterangan yang jelas perihal kebenaran dan petunjuk yang telah mereka sembunyikan tersebut. Mereka itu akan Ku terima taubatnya. Dan Aku adalah Tuhan Yang Maha Menerima taubat para hamba yang mau bertaubat lagi Maha Penyayang kepada mereka.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

Allah menjelaskan barangsiapa yang bertobat dan kembali sadar akan kesalahannya serta memperbaiki maka Allah akan menerima taubat mereka.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

160. إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا۟ (kecuali mereka yang telah taubat)
Ini adalah pengecualian bagi orang-orang yang bertaubat dari perbuatan mereka menyembunyikan kebenaran, bagi orang-orang yang memperbaiki ketika membuat kerusakan, dan bagi orang yang menjelaskan kepada manusia apa yang dijelaskan Allah dalam kitab-Nya; dan mereka inilah orang-orang yang tidak berhak mendapatkan laknat.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Perhatikanlah lafazh { وَبَيَّنُوا } menjelaskan bahwa salah satu syarat diterimanya taubat adalah dengan menerangkannya atau mengumumkannya, karena sesungguhnya masih banyak diantara ummat manusia yang telah tersesat lalu kemudian ia bertaubat tetapi ia takut untuk mengumumkan taubatnya, maka akhirnya diantara mereka banyak yang tetap pada kesesatannya, dan menjadikan beban yang ia hadapi semakin berat dengan ketidak pastian taubat, padahal mengumumkan tentang kembalinya seseorang kepada kebenaran adalah keberanian dan bukan kelemahan.

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

160. Tetapi kecuali orang-orang yang bertaubat dari kebisuan itu, yang mau memperbaiki kerusakan mereka, dan menerangkan apa yang dijelaskan oleh Allah dalam kitab-kitabNya kepada manusia, maka mereka tidak layak untuk dilaknat. Allah menerima taubat mereka. Dialah Dzat yang Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang bagi orang-orang yang bertaubat

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

160. “Kecuali mereka yang telah bertaubat,” maksudnya, mereka kembali dari dosa yang selama ini mereka lakukan dalam keadaan menyesal, merasa bersalah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali, “dan mengadakan perbaikan” terhadap apa yang telah rusak dari perbuatan-perbuatan mereka. Maka tidaklah cukup hanya meninggalkan suatu kejelekan hingga adanya perbuatan baik, dan hal itu pun tidaklah cukup bagi orang yang menyembunyikan hingga dia menjelaskan apa yang telah dia sembunyikan dan menampakan kebalikan dari apa yang telah disembunyikan. Seperti inilah orang yang akan diampuni oleh Allah, karena ampunan Allah tidaklah terhalang. Barangsiapa yang melakukan sebab-sebab ampunan, niscaya Allah akan mengampuninya, karena Allah adalah “Maha menerima Taubat” maksudnya, Maha menerima kembali hamba-hambaNya dengan penuh maaf dan kerelaan setelah berdosa apabila mereka bertaubat, dan dengan kebajikan serta kenikmatan setelah terputus Apabila mereka kembali, “lagi maha penyayang,” bersifat kasih sayang yang agung yang meliputi segala sesuatu. Dan diantara kasih sayangNya adalah bahwa Dia memberikan Taufik kepada mereka untuk bertaubat dan berserah diri sehingga merekapun bertaubat dan menyerahkan diri mereka, kemudian Dia merahmati mereka dengan menerima itu semua dengan rasa kasih dan murah hati; inilah hukum orang yang bertaubat dari dosa.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata: { أَصۡلَحُواْ } Ashlahuu : Mereka yang memperbaiki apa yang telah mereka rusak sendiri seperti akidah manusia dan perkara-perkara agama. Dengan menampakkan apa yang disembunyikan dan beriman terhadap apa yang dulu mereka dustakan dan ingkari.

Makna ayat:
Adapun ayat 160, Allah Ta’ala mengecualikan dari golongan orang-orang yang dijauhkan dari rahmat Allah, yaitu orang yang mau bertaubat dari kalangan orang yang menyembunyikan kebenaran setelah mereka mengetahuinya, begitu juga orang yang mau menjelaskan kebenaran itu dan memperbaiki apa yang telah dirusak. Mereka itulah orang yang diterima taubatnya oleh Allah dan diberikan rahmatNya, dan Dia lah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Pelajaran dari ayat:
• Salah satu syarat taubat bagi orang yang berbuat kerusakan dalam kezhalimannya atau kebodohannya adalah menjelaskan apa yang telah dirubah atau diganti, serta menampakkan apa yang disembunyikan, dan mengganti apa yang telah diambil tanpa haknya.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Yakni yang rujuk dari perbuatan mereka selama ini disertai penyesalan, berhenti dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi serta beristighfar kepada Allah dari kesalahan-kesalahan itu.

Mengadakan perbaikan berarti melakukan perbuatan-perbuatan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat buruk dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Dengan memaafkan dosa apabila mereka bertobat dan berbuat ihsan setelah dihalangi.

Yang memiliki sifat rahmah (sayang) yang agung, saking luasnya rahmat itu sampai mengena kepada segala sesuatu. Di antara rahmat-Nya adalah memberi taufiq kepada mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, lalu Dia merahmati mereka dengan menerima tobatnya.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah mengimbau umat islam untuk menyampaikan kebenaran. Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan, yakni kitab-kitab samawi sebelum Al-Qur'an, dengan tidak memaparkannya kepada masyarakat atau menggantinya dengan yang lain, berupa keterangan-keterangan tentang satu kebenaran dan petunjuk, seperti sifat-sifat nabi Muhammad atau hukum syariat tertentu setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab Al-Qur'an, mereka itulah orang yang dilaknat Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat: para malaikat dan kaum mukmin. Ayat ini berlaku bagi setiap orang yang sengaja menyembunyikan kebenaran dari Allah. Laknat itu akan selalu meliputi mereka, kecuali mereka yang telah bertobat dan menyesali dosa mereka, dan mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan-Nya; mereka itulah yang aku terima tobatnya, dan akulah yang maha penerima tobat, maha penyayang. Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah