Quran Surat Al-Mu’minun Ayat 75

Dapatkan Amal Jariyah

۞ وَلَوْ رَحِمْنَٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Arab-Latin: Walau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjụ fī ṭugyānihim ya'mahụn

Terjemah Arti: Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Seandainya Kami kasihi mereka dan Kami singkirkan dari mereka situasi yang ada pada mereka, yaitu paceklik dan kelaparan, pastilah mereka akan berkubang dalam kekafiran dan penentangan, dan berjalan tanpa arah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

75. Dan sekiranya mereka Kami kasihani mereka dan Kami lenyapkan kemarau serta kelaparan yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus larut dalam kesesatan mereka dari kebenaran, mereka senantiasa terombang-ambing dan kebingungan di dalamnya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

75. Seandainya Kami merahmati orang-orang musyrik dan mengangkat berbagai musibah yang menimpa mereka, niscaya mereka akan semakin tenggelam dalam kesesatan mereka.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

75. وَلَوْ رَحِمْنٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ (Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami)
Kemudharatan berupa kekeringan dan hujan yang tidak turun.

لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيٰنِهِمْ(benar-benar mereka dalam keterlaluan mereka)
Yakni mereka pasti akan tetap dalam kesesatan mereka.

يَعْمَهُونَ(akan terus menerus terombang-ambing)
Dalam keadaan terombang-ambing dan kebimbangan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

75. Andaikata mereka orang-orang muysrik yang menyimpang itu Kami belas kasihani, serta Kami angkat/lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, yaitu kekeringan, kegersangan dan kelaparan, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam kesesatan dan kekufuran mereka

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

75. ini adalah penjelasan tentang kerasnya penolakan dan penentangan mereka, dan bahwa bila mereka terhimpit oleh marabahaya, maka mereka memohon kepada Allah agar menyingkirkannnya dari mereka supaya nanti mereka beriman. Atau Allah menguji mereka dengan itu, supaya mereka kembali kepadaNya. Sesungguhnya Allah bila telah menyirnakan marabahaya itu, “benar-benar mereka terus-menerus,” maksudnya kontinyu ”terombang-ambing dalam pelampauan batas (kafir) mereka,” maksudnya mereka mondar-mandir dalam kubangan kekufuran mereka dalam keadaan ragu-ragu, sebagaimana keterangan Allah tentang mereka saat berada di atas kapal, mereka memanjatkan doa dengan mengikhlaskan doa hanya kepada Allah dan melupkan sesembahan-sesembahan yang mereka sekutukan (bersama Allah). Manakala Allah telah menyelamatkan mereka, dengan tiba-tiba mereka lebih menyukai syirik dan lainnya didaratan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ayat ini menerangkan betapa kerasnya pengingkaran mereka dan betapa membangkangnya mereka. Apabila mereka ditimpa bahaya, mereka berdoa kepada Allah agar dihilangkan bahaya itu dan berjanji akan beriman, namun ternyata ketika Allah menghilangkan musibah itu, mereka masih tetap di atas kesesatannya, sebagaimana yang Allah sebutkan. Oleh karena itu, sesungguhnya sangat wajar jika bahaya itu tidak dihilangkan. Hal ini sebagaimana keadaan mereka ketika berada di kapal lalu tertimpa bahaya, mereka pun berdoa kepada Allah agar dihilangkan bahaya itu, tetapi ketika Dia menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka kembali lagi berbuat syirk, kekufuran dan kemaksiatan lainnya.

Kaum musyrik pernah mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Mekah, sedangkan Mekah dan sekitarnya dalam keadaan paceklik, sehingga bertambah melaratlah mereka di waktu itu.

Yang dimaksud dengan thughyaan (keterlaluan/kesesatan) dalam ayat ini adalah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum muslimin yang semuanya merupakan perbuatan yang melampaui batas perikemanusiaan.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

73-75. Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus. Orang-orang kafir itu menolak seruan nabi karena mereka tidak meyakini adanya hari pembalasan. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan yang lurus menuju jalan kesesatan. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan selain jalan Allah. Allah mengazab dan membinasakan mereka akibat bersikap keras kepala. Namun, seandainya mereka kami kasihani, dan kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka akan tetap pada kekufuran dan kedurhakaan mereka seperti sediakala. 76-77. Dan sungguh kami telah menimpakan siksaan semenjana kepada mereka, seperti penyakit, kelaparan, dan lainnya, tetapi mereka tetap tidak mau tunduk kepada tuhannya yang telah berbuat baik kepada me-reka; dan tidak juga mereka mau merendahkan diri untuk bertobat dari kedurhakaan mereka. Sehingga apabila kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, saat itulah mereka bingung, takut, dan seketika itu juga mereka menjadi putus asa karena tidak menemukan jalan untuk melarikan diri.

Lainnya: Al-Mu’minun Ayat 76 Arab-Latin, Al-Mu’minun Ayat 77 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Mu’minun Ayat 78, Terjemahan Tafsir Al-Mu’minun Ayat 79, Isi Kandungan Al-Mu’minun Ayat 80, Makna Al-Mu’minun Ayat 81

Terkait: « | »

Kategori: 023. Al-Mu'minun

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi