Surat Al-Hajj Ayat 36

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arab-Latin: Wal-budna ja'alnāhā lakum min sya'ā`irillāhi lakum fīhā khairun fażkurusmallāhi 'alaihā ṣawāff, fa iżā wajabat junụbuhā fa kulụ min-hā wa aṭ'imul-qāni'a wal-mu'tarr, każālika sakhkharnāhā lakum la'allakum tasykurụn

Artinya: Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.

« Al-Hajj 35Al-Hajj 37 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Mengenai Surat Al-Hajj Ayat 36

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hajj Ayat 36 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah penting dari ayat ini. Ditemukan variasi penafsiran dari berbagai ulama tafsir mengenai kandungan surat Al-Hajj ayat 36, di antaranya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Kami menjadikan bagi kalian penyembelihan unta dan sapi yang gemuk itu termasuk syiar agama dan simbol pengenalnya, supaya kalian mendekatkan diri kepada Allah, bagi kalian (wahai orang-orang yang berkurban/mendekatkan diri kepada Allah) ada kebaikan padanya berupa berbagai jenis pemanfaatan darinya seperti makan, sedekah, pahala dan ganjaran. Maka ketika menyembelihnya, ucapkanlah, “Bismillah.” Dan unta disembelih dalam keadaan berdiri dengan tiga kaki yang dibiarkan tegak lurus, sedang kaki keempat dirantai. Kemudian apabila sudah roboh di atas tanah, maka sungguh telah halal untuk memakannya. Lalu hendaklah orang-orang yang berkurban menyantapnya sebagai bentuk ibadah dan memberi makan darinya orang fakir yang tidak meminta-minta untuk menjaga kehormatan dan orang miskin yang meminta-minta karena didesak kebutuhannya. Demikianlah, Allah menundukkan unta bagi kalian supaya kalian bersyukur kepada Allah karena ditundukannya unta bagi kalian.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

36. Dan berkurban dengan unta yang gemuk untuk Allah telah Kami jadikan sebagai syiar syariat yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya; bagi kalian manfaat darinya di dunia dan di akhirat, maka katakanlah ketika menyembelihnya “Bismillah” ketika unta itu berdiri di atas tiga kakinya, dan kaki yang keempat dalam keadaan terikat; dan ketika unta itu jatuh ke tanah dan nyawanya telah tercabut maka ia menjadi halal untuk dimakan; maka makanlah ia sesuka hati kalian, dan berilah makan kepada orang fakir yang enggan meminta-minta karena ingin menjaga kehormatannya, dan berilah kepada orang yang meminta demi memenuhi kebutuhannya. Demikianlah Kami jadikan unta itu tunduk kepada kalian, agar kalian bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

36. Unta dan sapi yang dibawa ke Baitullah tersebut Kami jadikan sebagai syiar agama Allah bagi kalian. Di dalamnya kalian mendapati manfaat duniawi dan ukhrawi, maka bacalah "Bismillah" tatkala menyembelihnya, yaitu setelah kakinya dirapatkan dalam keadaan berdiri, dan salah satu tangannya diikat agar tidak berontak melarikan diri. Dan apabila onta itu telah rebah dan mati, maka makanlah sebagian darinya -wahai orang yang menjadikannya sebagai hadyu-, dan berikanlah sebagiannya kepada orang-orang miskin yang enggan mengemis, dan orang-orang miskin yang datang agar diberi. Sebagaimana Kami tundukkan hewan-hewan itu agar menjadi pembawa barang-barang dan kendaraan kalian, maka demikian pula lah Kami tundukkan hewan-hewan itu agar kalian mudah menyembelihnya; demi mendekatkan diri kepada Allah, agar kalian bersyukur kepada Allah atas karunia ditundukkannya hewan-hewan tersebut bagi kalian.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

36. وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُم مِّن شَعٰٓئِرِ اللهِ (Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah)
Yakni unta-unta yang dijadikan sebagai binatang hadyu yang digiring ke Bitullah.
Yang dimaksud dengan (البدن) adalah unta. Dan terdapat perbedaan pendapat apakah sapi termasuk dari (البدن).

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ( kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya)
Yakni manfaat duniawi dan ukhrawi, sebagaimana telah disebutkan.

فَاذْكُرُوا۟ اسْمَ اللهِ عَلَيْهَا(maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya)
Yakni saat menyembelihnya.

صَوَآفَّ ۖ( dalam keadaan berdiri)
Yakni dalam keadaan kaki yang terikat, sebab cara menyembelih unta adalah menyembelihnya dalam keadaan terikat salah satu kaki depannya agar tidak berontak atau lari.

فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا(Kemudian apabila telah roboh)
Yakni apabila badan unta itu telah roboh setelah disembelih, yaitu setelah keluar ruhnya.

فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ( maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta)
Makna (القانع) adalah orang yang ridha dengan apa yang ia miliki tanpa meminta pada orang lain. Sedangkan makna (المعتر) adalah orang yang meminta-minta.

كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ(Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu)
Sehingga unta-unta itu mau tunduk kepada kalian untuk digiring ke tempat penyembelihan, kemudian kalian menyembelihnya dan memanfaatkannya; dan sebelumnya tunduk pada kalian untuk mengangkut barang dan sebagai tunggangan serta diambil air susunya, dan lain sebagainya.

لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(mudah-mudahan kamu bersyukur)
Bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan kepada kalian ini.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Suatu ketika Sa'id bin al-Musayyib menunaikan ibadah haji, dan bersamanya juga Ibnu Harmalah, pada hari penyembelihan qurban Said membeli seekor domba kemudian menyembelihnya, sedangkan Ibnu Harmalah membeli seekor Unta dan menyembelihnya pula, Sa'id kemudian bertanya: kenapa kamu tidak menyembelih sperti yang kami sembeli? Ia kemudian menjawab: sesungguhnya aku telah mendengar firman Allah: { وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ } "Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya" oleh karena itulah aku ingin mengambil kebaikan darinya sebagaimana Allah memberiku petunjuk-Nya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

36. Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta, sapi, dan lainnya itu sebagian dari syiar Allah yang menyeru mereka kepada Baitullah. Kamu memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat yang banyak padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dengan berdiri dan telah terikat dengan berucap: Allahu akbar, laa ilaaha illallah, wallahu akbar. Ya Allah ini adalah rezeki dari-Mu dan juga akan kembali pada-Mu. Sebab hewan kurban jika disembelih dengan berdiri dan terikat dengan kencang. Kemudian apabila telah roboh/mati dan telah dikuliti, maka makanlah sebagian dan beri makanlah orang yang fakir yang menjaga diri mereka untuk tidak meminta-minta dan juga orang yang meminta-minta. Sebagaimana Kami telah menjelaskan penyembelihannya dengan berdiri, maka Kami juga telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, agar kamu bersyukur atas nikmat Allah kepadamu


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Unta-unta itu} unta, dan sapi yang diserahkan ke Baitullah {Kami jadikan untuk kalian sebagai bagian dari syiar-syiar Allah. Bagi kalian terdapat kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah padanya} ketika menyembelihnya {dalam keadaan berdiri} dalam keadaan berdiri dengan tiga kaki, dan kakinya yang kiri terikat {Lalu apabila telah rebah} telah terjatuh ke tanah setelah disembelih {makanlah sebagian darinya dan berilah makan orang yang merasa cukup} orang yang berharap yang meminta-minta dengan menunduk {dan orang yang meminta-minta} orang yang tidak memerlukan pemberian, tidak mengharapkannya dan tidak memintanya {Demikianlah Kami telah menundukkannya} menundukkannya {untukmu agar kalian bersyukur


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


36. Ini menjadi dalil bahwa syia’ar-syi’ar itu bersifat umum atas semua symbol agama yang zhahir (terlihat). Sudah dipaparkan sebelumnya bahwa Allah memberitahukan bahwa orang yang mengagungkan syi’ar-syi’arNya, maka sikap tersebut adalah bagian dari (cerminan) kerakwaan hati. Di sini, Dia mengabarkan bahwa di antara bentuk syi’ar-syi’arNya (symbol agama) adalah al-Budn yaitu unta atau sapi berdasarkan pendapat lain. Maka, ia diberi perhatian, digemukkan dan disikapi dengan baik. “Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya,” yaitu pada binatang ternak yang dikurbankan ataupun yang tidak, dalam bentuk dimakan, disedekahkan, dimanfaatkan dan turunnya ganjaran dan pahala. “Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya,” saat menyembelihnya, ucapkanlah, “Bismillah,” dan (selanjutnya) sembelihlah “dalam keadaan berdiri (dan terikat),” dalam keadaan berdiri, dengan cara menegakannya di atas kaki empatnya. Tangan (maksudnya, kaki depan) kirinya diikatkan (pada suatu tiang), dan kemudian disembelih. “Kemudian apabila telah roboh (Mati),” maksudnya apabila telah terjatuh di tanah saat dikuliti, kemudian si penjagal mengguling-gulingkan sisinya di tanah. Saat itulah, dagingnya telah siap untuk dimakan. “Maka makanlah sebagiannya,” perintah ini tertuju pada orang yang berkurban. Sehingga dia boleh makan sebagian dari kurbannya. “Dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta,” maksudnya orang fakir yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta,” maksudnya orang fakir yang tidak meminta-minta karena qana’ah (menerima apa adanya) yang ingin menjaga kehormatannya dan orang fakir yang meminta-minta. Masing-masing mempunyai hak pada hewan kurban. “Demikianlah Kami telah menundukannya kepada kamu,” yaitu unta “mudah-mudahan kamu bersyukur,” kepada Allah atas pengerahan binatang-binatang ternak (bagi kalian). Sungguh, bila Allah tidak mengendalikannya, maka kalian tidak mempunyai daya untuk (menundukan) nya. Akan tetapi, Dia mengkondisikan dan mengendalikannya bagi kalian sebagai bentuk rahmat dan curahan kebaikanNya kepada kalian. Maka, pujilah Dia.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya hamba-hambaNya dalam menciptakan untuk mereka ternak unta dan menjadikannya sebagai salah satu dari syiarNya. Dia menjadikannya sebagai hewan kurban yang dihadiahkan kepada Baitullah yang suci, bahkan unta merupakan hewan kurban yang paling utama, sebagaimana Allah SWT berfirman: (janganlah kalian melanggar syiar-syiar Allah dan jangan me­langgar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang hadyu dan binatang-binatang qala’id….) (Surah Al-Maidah: 2). Ibnu Juraij berkata bahwa ’Atha’ berkata tentang firmanNya: (Dan telah Kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar-syiar Allah) dia berkata bahwa maknannya adalah sapi dan unta.
Mujahid berkata, sesungguhnya al-budnah adalah unta.
Saya berkata,”Adapun penyebutan budnah ditujukan kepada unta merupakan hal yang telah disepakati. Mereka berbeda pendapat tentang penyebutan budnah terhadap sapi. Ada dua pendapat di kalangan mereka. Yang paling benar di antara keduanya adalah bahwa budnah ditujukan juga kepada sapi menurut syariat,
Firman Allah: (kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya) yaitu pahala yang banyak di akhirat.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya) dia berkata yaitu pahala dan manfaat.
Ibrahim An-Nakha'i berkata bahwa pemiliknya bisa mengendarainya dan memerah air susunya jika dia membutuhkannya.
Firman Allah: (maka sebutkanlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelih­nya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat)) Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata,”Aku pernah shalat bersama Rasulullah SAW di hari Raya Kurban. Setelah selesai, didatangkan kepada beliau seekor domba, lalu beliau menyembelihnya seraya mengucapkan: “Bismillahi wallahu akbar, Allahumma hadza ‘annii wa ‘amman lam yudhahhi min ummatii” (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, domba ini adalah kurbanku dan kurban orang-orang dari kalangan umatku yang tidak berkurban”
Diriwayatkan dari Mujahid, bahwa orang yang membacanya “Shawaafina” yaitu dalam keadaan terikat. Dan orang yang membacanya (Shawaf) yaitu menyatukan di antara kedua kaki depannya.
Thawus, Al-Hasan dan lainnya berkata tentang firmanNya: (maka sebutlah oleh kalian nama Allah ketika kalian menyem­belihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat)) yaitu ikhlas karena Allah SWT. Demikian juga diriwayatkan Malik, dari Az-Zuhri.
Abdurrahman bin Zaid berkata bahwa dalam kuburan itu tidak ada suatu kemusyrikan pun seperti kemusyrikan di masa Jahiliyah untuk berhala-berhala mereka"
Firman Allah: (Kemudian apabila telah roboh (mati)) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa yang dimaksud adalah hewan itu jatuh ke tanah.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (Kemudian apabila telah roboh (mati)) yaitu telah mati.
Firman Allah: (maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta) Sebagian ulama salaf berkata tentang firmanNya: (maka makanlah sebagiannya) yaitu perkara pembolehan. Imam Malik berkata,”menganjurkan hal itu. Selain dia berpendapat bahwa itu wajib, dan ini menurut salah satu di antara pendapat mazhab Imam Syafi’i.
Mereka berbeda pendapat tentang pengertian “Al-qani'” dan “Al-mu'tar”. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-qani'” adalah orang yang tidak meminta-minta, sedangkan “Al-mu'tar” adalah orang yang meminta-minta. Ini adalah pendapat Qatadah dan Ibrahim An-Nakha'i.
Zaid bin Aslam, dan Hasan Al-Bashri berkata bahwa “Al-qani'” adalah orang yang meminta seperlunya kepadamu; dan “Al-mu'tar” adalah orang yang menyindirmu dan merendahkan dirinya kepadamu, tetapi tidak meminta. Ini adalah pendapat Al-Hasan
Diriwayatkan dari Mujahid bahwa “Al-qani'” adalah orang yang mengharapkan pemberian, dan “Al-mu’tar” adalah orang yang menampilkan dirinya hewan kurban yang disembelih, baik dia dari kalangan orang kaya maupun fakir
Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa “Al-qani'” adalah orang yang meminta, karena itu adalah orang yang menadahkan tangannya saat meminta. Sedangkan “Al-mu’tar” berasal dari kata “ i'tira’” yaitu orang yang menampilkan dirinya untuk makan daging hewan kurban.
Firman Allah: (Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur) Allah SWT berfirman, bahwa untuk tujuan itulah (Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kalian) yaitu Kami tundukkan unta-unta itu bagi kalian dan Kami menjadikannya tunduk patuh kepada kalian. Jika kalian ingin, kalian bisa mengendarainya; dan jika kalian ingin, kalian dapat memerahnya; dan jika kalian ingin, kalian dapat menyembelihnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya? (71) Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan (72) Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur? (73)) (Surah Yasin) dan Allah SWT berfirman di ayat yang mulia ini (Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur)


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Hajj ayat 36: Orang yang mengurbankan hewan tersebut atau selainnya.

Maksudnya, berbagai manfaat di dunia dan mendapatkan pahala di akhirat. Manfaat di dunia misalnya, dapat memakannya, menyedekahkannya, memanfaatkannya dsb.

Di atas kaki-kakinya yang empat, bagian depan kakinya, yaitu yang kiri diikat, lalu dinahr (ditikam).

Setelah dinahr (ditikam).

Sehingga kamu dapat menyembelihnya dan menungganginya. Jika Dia tidak menundukkannya, tentu engkau tidak akan sanggup melakukan hal itu. Dia menundukkannya untuk kamu karena rahmat-Nya dan ihsan-Nya kepada kamu. Oleh karena itu, pujilah Dia.

Yakni terhadap nikmat-Ku kepadamu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hajj Ayat 36

Dan unta-unta yang digemukkan dan diberi kalung untuk dikurbankan itu kami jadikan untuk kamu, para tamu Allah, sebagai bagian dari syiar agama Allah, dalam pelaksanaan ibadah haji; kamu banyak memperoleh kebaikan padanya untuk alat transportasi, mengangkut barang, mengambil susu, dan berkurban. Maka sebutlah nama Allah ketika kamu akan menyembelihnya dalam keadaan unta-unta itu berdiri, karena lazimnya unta disembelih dalam posisi berdiri, dan kaki-kaki-Nya telah terikat dengan kuat. Kemudian apabila unta-unta itu telah rebah, selesai disembelih, maka makanlah oleh kamu sebagian dagingnya dan beri makanlah dengan daging unta itu orang-orang fakir dan miskin yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya, yang tidak meminta-minta karena menjaga kehormatan dirinya, dan orang-orang fakir dan miskin yang meminta-minta karena kebutuhan mendesak untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Demikianlah kami tundukkan unta-unta itu untukmu, hingga unta-unta itu tidak berontak ketika kamu akan menyembelihnya agar kamu bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang diberikan kepada kamu. 37. Allah menjelaskan bahwa daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, karena kurban itu bukan sesajen dan Allah tidak membutuhkan darah dan daging, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu, yaitu sikap kamu melawan rasa cinta terhadap harta dan kikir dengan berkurban, peduli, dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa guna mendekatkan diri kepada Allah. Demikianlah salah satu tujuan dia menundukkannya untuk kamu dengan menjinakkan unta-unta itu untuk disembelih agar kamu mengagungkan Allah dengan mengumandangkan takbir ketika menyembelih hewan kurban itu atas petunjuk yang dia berikan kepadamu dengan mensyariatkan tata cara berkurban, tujuan, dan waktunya. Dan sampaikanlah, oleh kamu Muhammad kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik yang beriman, berkurban, serta peduli dan berbagi terhadap fakir miskin dan duafa dengan tujuan mengharap keridaan Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penafsiran dari berbagai ulama tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Al-Hajj ayat 36 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk ummat. Sokong perjuangan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Sering Dikunjungi

Terdapat berbagai materi yang sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Bayyinah, Ali ‘Imran 159, At-Tin, Al-‘Alaq, Yusuf 4, Al-Insyirah. Termasuk Al-Fil, Inna Lillahi, Alhamdulillah, Al-Fath, Al-Ma’un, Al-Baqarah 183.

  1. Al-Bayyinah
  2. Ali ‘Imran 159
  3. At-Tin
  4. Al-‘Alaq
  5. Yusuf 4
  6. Al-Insyirah
  7. Al-Fil
  8. Inna Lillahi
  9. Alhamdulillah
  10. Al-Fath
  11. Al-Ma’un
  12. Al-Baqarah 183

Pencarian: ayat tentang aqidah, subhanalladzi asra bi abdihi, surat an naba 1-10 latin, maryam ayat 1, surat yusuf ayat 9

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: