Surat Maryam Ayat 37
فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Arab-Latin: Fakhtalafal-aḥzābu mim bainihim, fa wailul lillażīna kafarụ mim masy-hadi yaumin 'aẓīm
Artinya: Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!
Tafsir Mendalam Berkaitan Surat Maryam Ayat 37
Paragraf di atas merupakan Surat Maryam Ayat 37 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir mendalam dari ayat ini. Terdapat beberapa penafsiran dari banyak ulama tafsir terhadap kandungan surat Maryam ayat 37, antara lain sebagaimana termaktub:
📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia
Maka golongan-golongan dari ahli kitab berselisih diantara mereka sendiri mengenai perkara isa . Diantara mereka ada yang bersikap berlebihan terhadapnya, yaitu kaum nasrani, dan diantara mereka ada yang mengatakan, ”Dia adalah Allah” dan diantara mereka ada yang berkata, ”Dia adalah putra Allah”. Dan ada yang berkata, ”Dia adalah salah satu dari tiga.” Maha tinggi Allah dari apa yang mereka uccapkan. Dan diantara ahli kitab ada yang bersikap tidak hormat terhadap isa, yaitu kaum yahudi. Mereka mengatakan, ”Dia tukang sihir” Mereka berkata, ”Dia putra yusuf si tukang kayu.” maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang kafir ketika mereka menyaksikan hari yang besar kesulitannya, yaitu hari kiamat.
📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah
37-38. Kemudian golongan-golongan ahli kitab saling berselisih tentang perkara Isa, antara melebih-lebihkannya hingga menjadikannya tuhan dan antara menuduhnya sebagai tukang sihir.
Kehancuran dan kebinasaan bagi orang-orang yang mendustakan kengerian peristiwa perhitungan pada hari kiamat; betapa kuat pendengaran dan penglihatan mereka pada hari yang sangat sulit ketika mereka menghadap Allah, namun pendengaran dan penglihatan mereka tidak bermanfaat lagi bagi mereka! Akan tetapi orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri di dunia itu berpaling sangat jauh dari kebenaran.
📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram
37. Maka orang-orang berselisih tentang perkara Isa -'alaihissalām-, lalu mereka pun berpecah-belah menjadi beberapa golongan di antara kaumnya. Sebagian mereka beriman kepadanya dan berkata, "Dia adalah seorang Rasul," sebagian yang lain kafir kepadanya semisal Yahudi, dan beberapa kelompok lainnya berlebih-lebihan terhadapnya sehingga mengatakan, "Dia adalah Allah," dan yang lain berkata, "Dia anak Allah." Sungguh Allah Maha Suci dari apa yang mereka katakan, dan celakalah orang-orang yang berselisih tentang dirinya pada waktu menyaksikan hari Kiamat yang agung di dalamnya terdapat berbagai kejadian hari itu, hisab dan pemberian azab.
Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!
📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
37. فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ (Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka)
Yakni berbagai golongan saling berselisih mengenai Isa. Orang-orang Yahudi berkata, dia adalah seorang tukang sihir, dan dia adalah anak Yusuf si tukang kayu. Dan golongan-golongan dalam agama Nasrani sendiri juga saling berselisih; menurut kelompok Nestorian, dia adalah anak Allah; dan menurut kelompok Melkaniyah, dia adalah satu dari tiga oknum; sedangkan menurut Ya’qubiyah, dia adalah Allah itu sendiri.
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟( Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir)
Yakni orang-orang yang saling berselisih tentang Isa.
مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ(pada waktu menyaksikan hari yang besar)
Yakni mereka adalah orang-orang yang akan menyaksikan hari kiamat dan segala yang akan terjadi ketika itu seperti hisab dan siksaan.
📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah
37. Maka golongan-golongan yang ada di antara mereka Yahudi dan Nasrani saling berselisih tentang Isa. Yahudi berkata: Dia adalah penyihir, anak seorang pezina, anak Yusuf tukang kayu. Adapun Nasrani berkata: Dia adalah putera Allah, atau dialah Allah, atau tuhan diantara tiga tuhan Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir kepada Allah yang menyangka bahwa Allah memiliki sekutu. Celakalah bagi mereka yang kafir ketika menyaksikan hari yang kesulitannya sangat besar, yaitu hari kiamat
📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah
Lalu golongan-golongan di antara mereka berselisih} lalu orang-orang Nasrani berselisih di antara mereka tentang perkara Isa {Celakalah} Celakalah {bagi orang-orang yang ingkar pada waktu menyaksikan} menyaksikan {hari yang agung} hari kiamat
Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!
📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H
37. Usai menjelaskan keadaan Isa putra Maryam yang tidak perlu diragukan dan disangsikan, Allah memberitahukan bahwa kelompok-kelompok sesat dari kalangan Yahudi dan Nasrani serta selain mereka dengan perbedaan tingkatnya, berselisih tentang Isa putra Maryam. Di antara mereka ada yang berlebihan (mengagungkannya) dan ada pula yang terlalu melecehkannya. Di antara mereka ada pihak yang mengatakan bahwa Isa itu adalah Allah! Sebagian menganggapnya anak Allah! Pihak yang lain mengatakan bahwa dia itu ketiga dari tuhan (tuhan, trinitas). Sebagian yang lain (justru) tidak menilainya sebagai rasul, bahkan menuduhnya sebagai anak zina, semisal golongan Yahudi! Semua perkataan mereka adalah perkataan-perkataan batil, pendapat yang rusak, yang dilandasi oleh keraguan dan pembangkangan, bukti-bukti yang rusak, syubhat-syubhat yang murahan. Orang-orang ini berhak mendapatkan ancaman yang keras. Allah berfirman, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir,” kepada Allah dan para RasulNya serta kitab-kitabNya. Termasuk dalam kelompok ini yaitu golongan Yahudi dan Nasrani, yang mengutarakan ucapan kufur tentang Isa putra Maryam “pada waktu menyaksikan hari yang besar,” maksudnya suasana Hari KIamat, yang disaksikan oleh orang-orang generasi pertama dan terakhir, penghuni langit sampai para penghuni bumi, al-Khaliq (Pencipta) dan makhluk, (hari) yang penuh dengan kegoncangan dan peristiwa menakutkan serta memuat pembalasan amal perbuatan. Pada hari itu, akan Nampak semua yang mereka rahasiakan ataupun yang mereka perlihatkan dan sembunyikan.
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah
Ayat 34-37
Allah SWT berfirman kepada RasulNya, nabi Muhammad SAW bahwa kisah yang Kami ceritakan kepadamu merupakan sebagian dari berita tentang nabi Isa (adalah kisah yang sebenarnya, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya) yaitu orang-orang bathil dan orang-orang yang hak dari kalangan orang-orang yang beriman kepadanya dan orang-orang yang kafir kepadaNya, berbantah-bantahan. Oleh karena itu sebagian besar ulama membacanya (qaulul haq) dengan dengan merafa’ kata qaul. ‘Ashim dan Abdullah bin Amir membacanya (qaulal haqqi) dan bacaan rafa’nya lebih jelas secara i’rab yang diperkuat dengan firman Allah SWT: (Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu (60)) (Surah Ali Imran) Setelah Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan nabi Isa sebagai hamba dan nabiNya, lalu Allah SWT membersihkan DzatNya Yang Maha suci dan berfirman (Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha suci Dia) yaitu dari apa yang dikatakan oleh orang-orang bodoh, zalim dan melampaui batas itu, Maha Tinggi Allah dengan ketinggian yang Maha besar (Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia) yaitu, jika Allah menghendaki sesuatu, sesungguhnya Dia hanya berkata kepadanya; maka jadilah itu sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah " (seorang manusia), maka jadilah dia (59) (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu (60)) (Surah Ali Imran)
Firman Allah: (Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kalian. Ini adalah jalan yang lurus (36)) yaitu di antara apa yang diperintahkan nabi Isa kepada kaumnya saat dia masih dalam ayunan adalah memberitahukan kepada mereka bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan mereka. dan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah Allah SWT. Jadi dia berkata: (maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus) yaitu agama yang aku sampaikan kepada kalian dari Allah adalah jalan yang lurus; Barangsiapa yang mengikutinya, maka mendapat petunjuk. Dan barangsiapa menentangnya, maka tersesat.
Firman Allah: (Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka) yaitu Ahli Kitab berbeda pendapat tentang nabi Isa, setelah jelas perkaranya bahwa dia adalah hamba dan rasul Allah yang diciptakan melalui kalimatNya kepada Maryam, dan melalui ruh ciptaanNya.
Firman Allah: (Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar) ancaman dan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang mendustakan Allah dan melakukan tuduhan serta anggapan bahwa Allah beranak. Akan tetapi, Allah menangguhkan mereka sampai hari kiamat dan membiarkan mereka dengan sifat Penyantun dan kekuasaanNya atas mereka. Sesungguhnya Dia tidak menyegerakan orang-orang yang berbuat maksiat kepadaNya. Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar) yaitu hari kiamat.
📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I
Surat Maryam ayat 37: Yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani atau antara sesama Yahudi atau sesama Nasrani. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Isa putra Allah, ada yang mengatakan tuhan di samping Allah, ada yang mengatakan bahwa Isa salah satu di antara yang tiga, dan ada pula yang tidak mengakui kerasulan Isa, bahkan menuduhnya sebagai anak zina seperti halnya orang-orang Yahudi. Semua perkataan ini adalah batil, didasari atas keraguan dan penentangan. Bahkan Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya sebagaimana nabi-nabi yang lain.
Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak mengatakan, “Maka celakalah mereka” yang kembalinya kepada golongan-golongan itu, tetapi kecelakaan ditujukan kepada orang-orang yang kafir, karena di antara golongan yang berbeda itu ada golongan yang sesuai dengan kebenaran, di mana golongan itu mengatakan tentang Isa, bahwa Beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, mereka inilah orang-orang mukmin.
Yaitu hari kiamat, hari yang disaksikan oleh penghuni langit dan bumi, disaksikan oleh Al Khaliq dan makhluk, penuh dengan peristiwa yang menegangkan, dan di sana terdapat pembalasan terhadap amal. Ketika itulah, semakin nyata apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan.
Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!
📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Maryam Ayat 37
Keterangan yang dikemukakan oleh nabi isa sangat jelas, namun bani israil tetap ingkar. Maka, berawal dari sikap ini berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka, yaitu antara yahudi dan nasrani, tentang isa dan maryam. Akibat keingkaran itu maka celakalah orang-orang kafir, termasuk mereka yang mempertuhankan isa, pada waktu menyaksikan hari yang agung, yaitu hari pembalasan. 38. Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami, yaitu pada hari pembalasan. Tetapi, orang-orang yang zalim dan berbuat mungkar karena enggan menggunakan pendengaran untuk menyimak nasihat menuju jalan yang lurus dan penglihatan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, pada hari ini mereka akan berada dalam kesesatan yang nyata. Walaupun penglihatan dan pendengaran mereka tajam, semuanya tidak akan bermanfaat.
Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!
Demikian kumpulan penjelasan dari para mufassir terkait makna dan arti surat Maryam ayat 37 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah bagi kita bersama. Dukung dakwah kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.