Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Maryam Ayat 18

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Arab-Latin: Qālat innī a'ụżu bir-raḥmāni mingka ing kunta taqiyyā

Terjemah Arti: Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Maryam berkata kepadanya, ”sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari kamu agar kamu jangan sampai berbuat buruk kepadaku, bila memang engkau termasuk orang yang takut kepada Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

18. Ketika ia melihatnya dalam rupa manusia yang sempurna tengah menuju kepada dirinya, ia berkata, "Sungguh aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dari keburukan yang akan engkau lakukan, jika engkau benar-benar orang bertakwa yang takut kepada Allah."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

18. قَالَتْ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِالرَّحْمٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا (Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”)
Yakni jika kamu termasuk orang yang bertakwa dan takut kepada Allah. Aku telah meminta perlingdungan kepada Allah darimu, maka keluarlah dari tabir ini.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

18. Maryam terperanjak dan takut sebab melihat jelmaan Jibril, dia berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha pemurah dari padamu, jika kamu seorang yang bertakwa kepada Allah, maka menjauhlah dariku karena aku sudah memohon perlindungan kepada Allah ".

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Yakni jika engkau takut kepada Allah, maka janganlah mendatangiku. Maryam menggabung antara berpegang teguh kepada Tuhannya dengan menakut-nakutinya serta menyuruhnya untuk bertakwa. Ketika itu kondisinya sepi, jauh dari manusia, sedangkan malaikat yang datang kepadanya menampakkan diri dalam bentuk manusia yang sempurna lagi indah. Pendorong untuk berbuat maksiat sangat banyak, akan tetapi Maryam menolaknya, ia berlindung kepada Allah dan menakut-nakuti orang yang mendekatinya. Hal ini menunjukkan ‘iffah (bersihnya) Maryam, jauhnya dari keburukan dan sebab-sebabnya. Sikap ‘iffah ini dengan adanya pendorong dan tidak adanya penghalang termasuk amalan yang sangat utama. Oleh karena itu, Allah memuji Maryam karena ‘iffahnya, Dia berfirman, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan Dia termasuk orang-orang yang taat.” (Terj. At Tahrim: 12). Oleh karena ‘iffahnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menggantikannya dengan menganugerahkan seorang anak yang termasuk tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan menjadi salah seorang rasul-Nya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Maryam terkejut dan takut melihat jibril datang ke tempatnya menyendiri. Dia berkata, 'sungguh, aku berlindung kepada tuhan yang maha pengasih dan pemelihara terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa, menjauhlah dan jangan menggangguku. '19. Jibril menyadari ketakutan maryam. Dia lalu memperkenalkan diri dan berkata, 'sesungguhnya aku ini hanyalah utusan tuhanmu yang menjaga dan melindungimu. Aku mendapat tugas untuk menyampaikan berita tentang anugerah yang akan dikaruniakan Allah kepadamu, yaitu seorang anak laki-laki yang suci dari segala dosa dan noda. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Maryam Ayat 19 Arab-Latin, Surat Maryam Ayat 20 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Maryam Ayat 21, Terjemahan Tafsir Surat Maryam Ayat 22, Isi Kandungan Surat Maryam Ayat 23, Makna Surat Maryam Ayat 24

Category: Surat Maryam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!