Surat Al-Kahfi Ayat 105

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَآئِهِۦ فَحَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَزْنًا

Arab-Latin: Ulā`ikallażīna kafarụ bi`āyāti rabbihim wa liqā`ihī fa ḥabiṭat a'māluhum fa lā nuqīmu lahum yaumal-qiyāmati waznā

Artinya: Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

« Al-Kahfi 104Al-Kahfi 106 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Surat Al-Kahfi Ayat 105

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Kahfi Ayat 105 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam hikmah penting dari ayat ini. Terdokumentasi beragam penjelasan dari beragam ulama tafsir terkait isi surat Al-Kahfi ayat 105, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Orang-orang yang paling merugi perbuatannya itu adalah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat tuhan mereka dan mendustakannya. Dan mereka mengingkari perjumpaan dengan Allah pada hari kiamat. Akibatnya, terhapuslah amal-amal perbuatan mereka disebabkan kekufuran mereka, dan tidaklah kami melaksanakan penilaian sedikitpun bagi mereka pada hari kiamat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

105. Mereka itu adalah orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka yang menunjukkan bukti keesaan-Nya, dan ingkar terhadap perjumpaan dengan-Nya, sehingga amalan mereka pun terhapus dan sia-sia belaka lantaran kekafiran mereka terhadap ayat-ayat-Nya, dan pada hari Kiamat kelak mereka sama sekali tidak memiliki kedudukan apa-apa di sisi Allah.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

105. أُو۟لٰٓئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايٰتِ رَبِّهِمْ (Mereka itu orang-orang yang telah kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka)
Kafir terhadap tanda-tanda keesaan Allah yang berasal dari ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat qur’aniyah.
Dan kekafiran mereka terhadap pertemuan dengan Allah adalah kekafiran mereka terhadap hari kebangkitan dan kejadian-kejadian setelahnya di akhirat kelak.

فَحَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ (maka hapuslah amalan-amalan mereka)
Yakni amalan yang telah mereka lakukan yang mereka kira adalah amalan kebaikan. Amalan mereka dihapus disebabkan kekafiran mereka.

فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا (dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat)
Yakni amalan mereka tidak berarti bagi Kami dan Kami tidak mempedulikan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Allah berupa ayat kauni ataupun Al-quran untuk mengesakan-Nya. Mereka kufur terhadap hari kebangkitan dan hari perjumpaan dengan Allah di akhirat. Maka mereka meminta balasan atas amal kebaikan mereka padahal mereka kufur kepada Allah. Padahal Kami tidak menilai amalan-amalan mereka, dan mereka hanyalah orang-orang yang dihinakan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka itu adalah orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan pertemuan denganNya. Maka sia-sia} sia-sia amal mereka dan Kami tidak memberikan timbangan} takaran dan tidak pula timbangan {terhadap mereka pada hari Kiamat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

105. Barangsiapa yang merugi amal perbuatannya dan merugi atas diri dan keluarganya pada Hari Kiamat, maka ingatlah itu adalah kerugian yang nyata “mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaannya denganNya,” maksudnya mengingkari ayat-ayat al-Quran dan tanda-tanda kebesaran yang kasat mata, yang menunjukkan keharusan beriman kepadaNya, malaikat, para rasul kitab-kitabNya dan Hari Akhir. “Maka terhapuslah,” karena itu “amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari KIamat,” pasalnya, prosese penimbangan dilakukan dengan tujuan membandingkan kebaikan-kebaikan dengan keburukan-keburukan, dan melihat timbangan mana yang lebih berat dan lebih ringan. Sementara mereka itu tidak mempunyai kebaikan-kebaikan, karena tidak memenuhi syarat, yaitu keimanan, seperti yang Allah Firmankan,
"Dan barang siapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya." (Thaha:112).
Akan tetapi, amalan mereka tetap dihitung, dan mereka dimintai pengakuannya atas amalan itu, dipermalukan di hadapan para saksi, lantas disiksa berdasarkan keburukannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 103-106
Ayat ini mencakup semua orang yang menyembah Allah melalui jalan yang tidak diridhai. Orang itu menduga bahwa dia benar dan amalnya diterima, padahal dia keliru dan amalnya ditolak, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Banyak muka pada hari itu tunduk terhina (2) bekerja keras lagi kepayahan (3) memasuki api yang sangat panas (neraka) (4)) (Surah Al-Ghasyiyah) Allah berfirman di ayat yang mulia ini: (Katakanlah, "Apakah akan kami beritahukan kepada kamu) yaitu Kami memberitahumu (tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”) Kemudian Allah menjelaskannya untuk mereka, Allah SWT berfirman (Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini) yaitu mereka mengerjakan amal yang sia-sia, bukan berdasarkan syariat yang diperintahkan, diridhai dan diterima (sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya) yaitu mereka mengira bahwa dirinya berpegang pada sesuatu bahwa amal mereka diterima dan disukai
Firman Allah: (Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia) yaitu, mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan kepada keesaanNya serta kebenaran para rasulNya di dunia. Mereka juga mendustakan akhirat (dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat) yaitu Kami tidak memberatkan timbangan mereka karena kosong dari kebaikan,
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,”Sungguh di hari kiamat akan datang laki-laki gemuk, tetapi timbangannya di sisi Allah tidak menyamai berat sayap nyamuk” Lalu beliau bersabda,"Bacalah jika kamu suka," (Dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat)
Firman Allah: (Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka) yaitu, sesungguhnya Kami membalas mereka dengan azab ini berupa neraka Jahanam karena kekafiran mereka dan menjadikan ayat-ayat Allah dan para rasulNya sebagai bahan olokan. Mereka mengolok-olok dan mendustakan semuanya itu dengan pendustaan yang berat


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Kahfi ayat 105: Yakni dalil-dalil tentang keesaan-Nya baik dari Al Qur’an maupun lainnya.

Maksudnya, tidak beriman kepada kebangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.

Yakni tidak ada beratnya sama sekali karena kosong dari kebaikan. Akan tetapi amal mereka tetap dihitung dan dijumlahkan, lalu dibuat mereka mengakuinya, kemudian mereka dipermalukan di hadapan banyak makhluk lalu diazab.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Kahfi Ayat 105

105. Mereka yang akan sia-sia usahanya dan tidak mendapat ganjaran di akhirat itu adalah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keesaan tuhan mereka, dan mereka juga ingkar terhadap pertemuan dengan-Nya kelak di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Karena kekafiran dan keingkaran itu, maka sia-sia-lah semua amal mereka di dunia, dan karenanya kami tidak memberikan penimbangan terhadap amal mereka kelak pada hari kiamat. Tidak ada amal perbuatan mereka yang layak dipertimbangkan akibat kekufuran dan keingkaran mereka. 106. Demikianlah penjelasan dan ancaman yang kami siapkan bagi mereka. Balasan yang paling tepat bagi mereka itu adalah neraka jahanam. Hal itu karena kekafiran yang telah mereka lakukan dan karena mereka telah menjadikan ayat-ayat-ku yang menunjukkan kekuasaan, kebesaran, dan keesaan-ku yang amat jelas dan rasul-rasul-ku yang mengajak mereka ke jalan yang benar sebagai bahan olok-olok.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah bermacam penjabaran dari banyak ulama terhadap kandungan dan arti surat Al-Kahfi ayat 105 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Sokonglah usaha kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dilihat

Kaji banyak konten yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Fatihah 7, Al-Baqarah 284-286, Yunus 41, Al-Fatihah 1, Luqman 13-14, Al-A’raf. Ada juga Al-Fatihah 2, Yasin 40, Al-Baqarah 216, Ali ‘Imran 191, Ali ‘Imran 104, Assalaamualaikum.

  1. Al-Fatihah 7
  2. Al-Baqarah 284-286
  3. Yunus 41
  4. Al-Fatihah 1
  5. Luqman 13-14
  6. Al-A’raf
  7. Al-Fatihah 2
  8. Yasin 40
  9. Al-Baqarah 216
  10. Ali ‘Imran 191
  11. Ali ‘Imran 104
  12. Assalaamualaikum

Pencarian: surat al mulk arab lengkap, quran surat ali imron, surat ar rum ayat 39, al isra 44, surat al ikhlas bahasa indonesia

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.