Quran Surat adz-Dzariyat Ayat 56-58

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Arab-Latin: wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya'budụn

Terjemah Arti: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Tafsir Quran Surat adz-Dzariyat Ayat 56-58

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia dan mengutus para rasul kecuali untuk tujuan luhur, yaitu beribadah hanya kepadaKu semata bukan kepada selainKu. (Tafsir al-Muyassar)

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku semata, tidaklah Aku menciptakan mereka agar mereka menjadikan sekutu bagi-Ku. (Tafsir al-Mukhtashar)

Kami tidak menciptakan jin dan manusia kecuali kami perintahkan mereka untuk beribadah, yaitu merendah, tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah SWT (Tafsir al-Wajiz)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku) Mujahid berkata: maknanya adalah melainkan Aku akan memerintahkan dan melarang mereka. Pendapat lain mengatakan yakni melainkan agar mereka tunduk dan patuh kepada-Ku. Sebab makna ‘ibadah’ secara bahasa adalah tunduk dan patuh. (Zubdatut Tafsir)

مَآ أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ

mā urīdu min-hum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ'imụn

Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.

Aku tidak menginginkan rizki dari mereka dan Aku tidak berharap mereka memberiKu makan, karena Aku adalah Pemberi rizki dan pemberi (segala sesuatu). Allah tidak membutuhkan makhlukNya, sebaliknya mereka yang membutuhkanNYa. Allah adalah pencipta mereka, Pemberi mereka rizki dan tidak membutuhkan mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Aku tidak menginginkan rezeki dari mereka dan Aku tidak menginginkan mereka untuk memberi-Ku makan. (Tafsir al-Mukhtashar)

Aku tidak menghendaki pemberian dari hamba-hambaKu, Aku juga tidak butuh makanan mereka, karena sesungguhnya Aku adalah Dzat yang Maha Kaya, Dzat yang memiliki kekayaan mutlak dan Dzat yang memberikan rejeki dan makanan, bukan yang diberi makan (Tafsir al-Wajiz)

مَآ أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ (Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan) Yakni Allah menciptakan mereka bukan untuk mendapat suatu manfaat dari mereka sebagaimana seorang tuan yang memanfaatkan budaknya, namun Dia Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezeki. (Zubdatut Tafsir)

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ

innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Sesungguhnya hanya Allah semata Yang Maha Memberi rizki makhlukNya, Yang menjamin makanan mereka, Pemilik kekuatan yang kokoh, tidak ditundukkan dan tidak dikalahkan, karena Dia memiliki kuasa dan kekuatan sempurna. (Tafsir al-Muyassar)

Sesungguhnya Allah lah yang memberi rezeki kepada hamba-hamba-Nya, semuanya butuh kepada rezeki-Nya. Allah mempunyai kekuatan dan Mahakokoh yang tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya. Semua jin dan manusia tunduk pada kekuatan-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Sesungguhnya hanya Allah yang memberi rejeki setiap yang membutuhkan dan Dzat yang Maha Kuat. {Al-Matiin} sebagai penegas kata sebelumnya. (Tafsir al-Wajiz)

إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ (Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki) Yakni Dia yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk dan mengatur urusan mereka. Dia tidak menciptakan mereka untuk mendapat suatu manfaat bagi-Nya. Maka dari itu hendaklah mereka menjalankan ibadah yang menjadi tujuan penciptaan mereka. ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh) Yakni memiliki kekuatan yang sangat besar. (Zubdatut Tafsir)

Terkait: « | »

Kategori: Tafsir Serial

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi