Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 170

وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ

Arab-Latin: Wallażīna yumassikụna bil-kitābi wa aqāmuṣ-ṣalāh, innā lā nuḍī'u ajral-muṣliḥīn

Terjemah Arti: Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada kitab (taurat) dan mengerjakan kandungannya berupa keyakinan-keyakinan dan hukum-hukumnya, serta menjaga ibadah shalat dengan seluruh ketentuannya dengan baik dan tidak menunda-nunda waktu-waktunya, maka sesungguhnya Allah akan memberikan balasan pahala atas amal-amal shalih mereka dan tidak menyia-nyiakannya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

170. Sedangkan orang-orang yang memegang teguh kitab suci itu, mengamalkan isinya dan mendirikan salat dengan menjaga waktu-waktunya, syarat-syarat, kewajiban-kewajiban, dan sunah-sunahnya, maka Allah membalas amal perbuatan mereka. Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang yang berbuat baik.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

170. وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتٰبِ (Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab)
Dan dari mereka terdapat golongan yang berpegang teguh dengan Taurat dan mengamalkannya serta menjadikannya sebagai sandaran dalam urusan agama mereka. Mereka adalah orang-orang baik yang tidak akan disia-siakan pahala mereka oleh Allah. Dan keteguhan mereka merupakan bentuk perbaikan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1 ). Diantara perkara penting yang mesti dimiliki oleh setiap muslim pembaharu adalah : memperbaiki dirinya lebih awal kemudian diri orang lain, dengan al-qur'an dan shalat... Allah berfirman : { وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ } . pada lafazh { يُمَسِّكُونَ } jika dibaca takhfif maka maknanya : mereka berpegang teguh dengan diri mereka sendiri, dan jika dibaca tasydid, berarti : mereka berpegang teguh dengan diri mereka dan kepada selain mereka juga.

2 ). Perpegang teguh kepada kitab Allah dengan kesungguhan hati, serta mendirikan shalat dengan segala ketentuanya, adalah dua manhaj rabbani yang menjadi dasar untuk memperbaiki diri, perhatikan firman Allah : { وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ } "Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan" dan pengkhususan shalat dalam ayat ini tanpa ibadah lainnya adalah karena keutamaan yang menjadi tolak ukur keimanan setiap orang, dan mendirikannya akan menghadirkan ibadah-ibadah lainnya.

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

170 Orang-orang yang berpegang teguh dan mengamalkan perintah Taurat serta senantiasa mendirikan shalat pada waktunya, maka akan diberi pahala karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang melakukan perbaikan dan ketaatan

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dengan mempelajari dan mengamalkannya.

Seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya. Disebutkan secara khusus ibadah shalat, karena ia merupakan timbangan keimanan, mendirikannya dapat membantu mengerjakan ibadah yang lain, sekaligus sebagai benteng yang menjaga seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

Baik bagi diri maupun orang lain.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Setelah menjelaskan keadaan mereka yang durhaka dan menyianyiakan kitab taurat, ayat ini berbicara tentang orang-orang yang berpegang teguh dan mengikuti kebenaran. Dan orang-orang yang selalu berpegang teguh pada kitab, yakni taurat, dengan selalu mengamalkan tuntunannya dan mengikuti nabi Muhammad setelah mendapat penjelasan tentang sifat-sifat dan kabar gembira tentang kedatangannya di dalam taurat, serta melaksanakan kewajiban salat secara sempurna dan berkesinambungan, akan diberi pahala. Sungguh, kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh dan kami tidak membiarkan mereka tanpa ganjaran atas kesalehan dan kebajikan yang mereka lakukan. Allah membantah orang-orang yahudi yang mengatakan bahwa bani israil itu tidak pernah melanggar kebenaran. Maka Allah berfirman, dan ingatlah ketika kami mengangkat gunung sinai ke atas kepala pendahulu, bani israil. Mereka ketakutan karena mengira seakan-akan gunung itu naungan awandan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. Ketika itu kami firmankan kepada mereka, peganglah dengan teguh dan tunjukkan keinginan kuat untuk menaati apa yang telah kami berikan kepadamu berupa petunjuk-petunjuk taurat, serta ingatlah selalu apa yang tersebut di dalamnya, yakni tuntunan, dengan selalu mengamalkannya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa, yakni ter-hindar dari sanksi dan siksa Allah. Sampai di sini selesai sudah kisah nabi musa bersama kaumnya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 171 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 172 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 173, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 174, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 175, Makna Surat Al-A’raf Ayat 176

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!