Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 166

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Arab-Latin: Fa lammā 'atau 'am mā nuhụ 'an-hu qulnā lahum kụnụ qiradatan khāsi`īn

Terjemah Arti: Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Maka ketika kelompok itu kian pongah dan melewati batas ketentuan yang Allah larang mereka melakukannya, untuk tidak berburu ikan pada hari sabtu, Allah berfirman kepada mereka, ”jadilah kalian kera yang hina lagi dijauhkan dari setiap kebaiakan.” Maka jadilah mereka seperti hal tersebut.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

166. Maka tatkala mereka telah melampaui batas dalam melanggar ketentuan Allah secara angkuh dan sombong, dan tidak mau menerima nasihat, Kami berfirman kepada mereka, “Wahai orang-orang yang durhaka! Jadilah kalian kera-kera yang hina!” Dan mereka pun langsung berubah menjadi seperti yang Kami kehendaki. Karena sesungguhnya apabila Kami menghendaki sesuatu Kami hanya perlu berfirman, “Jadilah!” maka jadilah apa yang Kami kehendaki itu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

166. فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ (aka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya)
Yakni melampaui batas dalam kemaksiatan disebabkan keangkuhan dan kesombongan mereka.

قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً (Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera)
Maka mereka menjadi seperti yang Kami putuskan bagi mereka, yaitu Kami kutuk mereka menjadi kera-kera.

خٰسِـِٔينَ (yang hina)
Yang hina dan terusir.
Ibnu Abbas berkata: orang-orang yang melarang berburu di hari sabtu terselamatkan, sedangkan orang-orang yang berburu dibinasakan; namun aku tidak tahu apa yang terjadi dengan orang-orang yang diam, tidak berburu dan tidak pula menasehati. Dan demi Allah dengan aku mengetahui apa yang terjadi terhadap orang-orang yang berkata: “Mengapa kamu menasehati” (yakni keadaan orang-orang yang tidak berburu dan tidak pula menasehati) dapat selamat bersama orang orang yang melarang perbuatan buruk lebih aku sukai daripada aku mendapatkan unta merah. Namun aku takut siksaan itu menimpa mereka semua”. Ikrimah berkata: “dan aku terus meminta penjelasan kepada Ibnu Abbas hingga ia mengetahui bahwa orang-orang yang tidak berburu dan tidak pula menasehati tersebut ikut diselamatkan dari azab. Kemudian ia memberiku sebuah pakaian”.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

166 Maka tatkala mereka bersikap sombong dan melampaui batas, mereka mengerjakan larangan maka Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu keras yang hina.” Mereka dihinakan, dihalangi dan dijauhkan dari segala kebaikan, atau tingkah mereka laksana kera yang dihinakan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Hati mereka menjadi keras.

Jumhur (mayoritas) mufassir menerangkan bahwa mereka benar-benar berubah menjadi kera, hanyasaja mereka tidak beranak, tidak makan dan minum, dan tidak hidup lebih dari tiga hari.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Setelah menjelaskan ancaman siksa dan kebinasaan untuk para pendurhaka, pada ayat ini Allah menguraikan tentang kebinasaan mereka, maka setelah mereka bersikap amat sombong dan melampaui batas terhadap segala apa yang dilarang, dan hati mereka semakin keras membatu, mereka terus melakukan berbagai pelanggaran, sementara azab yang pedih tidak membuat mereka jera. Lalu kami katakan kepada mereka, jadilah kamu kera yang hina, lagi terkutuk. Allah jadikan mereka seperti layaknya kera. Hati mereka berubah seperti kera yang tak dapat memahami kebenaran, dan'seperti halnya kera'mereka pun dijauhkan dari berbagai bentuk kebaikan. Atau boleh jadi, mereka betul-betul menjadi kera yang hina. Begitulah siksa dan kebinasaan yang dialami oleh sebagian kelompok bani israil. Siksa itu akan terus berlanjut selama mereka dalam kedurhakaan. Memerintahkan hal-hal yang perlu diingat, Allah menyatakan, dan ingatlah, ketika tuhanmu wahai nabi Muhammad memberitahukan melalui para nabi-Nya, kepada nenek moyang mereka bahwa sungguh, dia yang mahakuasa itu akan mengirim dari suatu tempat orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka, yaitu orang yahudi yang durhaka, sampai hari kiamat karena mereka telah berbuat zalim dan fasik. Sesungguhnya tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, terhadap orang-orang kafir dan siksa itu pasti terlaksana dalam waktu dekat, sebab setiap sesuatu yang bakal terjadi itu sebenarnya telah dekat. Dan meski demikian, sesungguhnya dia juga maha pengampun bagi siapa pun yang memohon ampunan-Nya dan maha penyayang bagi mereka yang bertobat dan kembali menaati-Nya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 167 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 168 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 169, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 170, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 171, Makna Surat Al-A’raf Ayat 172

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!