Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 109

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

Arab-Latin: Qālal-mala`u ming qaumi fir'auna inna hāżā lasāḥirun 'alīm

Terjemah Arti: Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Para pemuka dari kaum dir’aun berkata, ”sesungguhnya musa itu tukang sihir, dapat meghipnotyis pandangan manusia dengan tipu dayanya kepada mereka sehingga terbayang pada penglihatan mereka seolah-olah tongkat berubag menjadi seekor ular, dan suatu obyek berubah, menjadi barang yang berbeda dari sebenarnya, dan dia adalah orang yang berpengetahuan luas dalam ilmu sihir dan seorang yang ahli dibidang itu.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

109. Tatkala para pembesar dan pemuka melihat tongkat Musa berubah menjadi ular dan tangannya menjadi putih berkilau bukan karena penyakit kusta, mereka berkata, “Musa ini pasti seorang penyihir yang hebat."

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

109. قَالَ الْمَلَأُ (Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata)
Yakni para pembesar-pembesarnya, ketika menyaksikan berubahnya tongkat menjadi ular, dan tangannya yang menjadi putih bercahaya tanpa ada cacat.

إِنَّ هٰذَا (Sesungguhnya orang ini)
Yakni Musa.

لَسٰحِرٌ عَلِيمٌ (adalah ahli sihir yang pandai)
Yakni memiliki ilmu sihir yang kuat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

109. Para pemimpin kaum Fir’aun berkata tentang apa yang mereka saksikan itu: “Sesungguhnya Musa adalah penyihir agung lagi pandai menunjukkan berbagai jenis dan seni sihir”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dalam Surah Asy Syu’ara diterangkan, bahwa yang mengatakannya adalah Fir’aun sendiri, nampaknya mereka (para pemuka Fir’aun) juga mengatakannya bersama Fir’aun ketika bermusyawarah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Ketika nabi musa telah memperlihatkan bukti-bukti dari Allah itu, tercenganglah para pemuka dan pembesar fir'aun. Pemuka-pemuka kaum fir'aun, dengan menjilat dan bersikap munafik, berkata kepada fir'aun, orang ini benar-benar pesihir yang pandai, ini sebenarnya hanya kemahiran sihir saja, bukan bukti dari Allah, karena itu jangan memercayainya. Untuk memojokkan nabi musa, mereka berkata, dengan sihirnya itu, ia sebenarnya hendak merampas kekuasaanmu dan mengusir kamu dari nege-rimu, yaitu mesir, sehingga hanya dia dan kaumnya saja yang akan tinggal di situ. Dengan sihir itu pula ia dapat meluluhkan hati warga negeri ini agar mengikutinya. Fir'aun berkata, cobalah pikirkan apa saran kamu untuk keluar dari kesulitan ini!

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 110 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 111 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 112, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 113, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 114, Makna Surat Al-A’raf Ayat 115

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!