Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 108

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Arab-Latin: Wa naza'a yadahụ fa iżā hiya baiḍā`u lin-nāẓirīn

Terjemah Arti: Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan dia menarik tangannya dari lubang leher pakaiannya dari sisinya, atau dari bawah ketiaknya, maka tiba-tiba tangan itu menjadi putih seperti warna air susu, namun bukan merupakan penyakit kusta, sebagai mukjizat di hadapan fir’aun. Bila dia memasukkannya lagi, maka kembali ke warnanya semula, seperti warna seluruh tubuhnya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

108. Lalu Musa mengeluarkan tangannya dari belahan bajunya di bagian dada atau di bawah ketiaknya, dan tangan itu terlihat putih, bukan karena penyakit kusta, dan tampak berkilauan saking putihnya bagi siapa saja yang melihatnya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

108. وَنَزَعَ يَدَهُۥ (Dan ia mengeluarkan tangannya)
Yakni mengeluarkan dan menunjukkannya dari celah bajunya, atau dari bawah ketiaknya.

فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنّٰظِرِينَ(maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya)
Yakni putih memancarkan cahaya yang dapat dilihat oleh setiap orang yang tidak buta, dan putih bukan karena penyakit kusta.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

108. Lalu dia (Musa) mengeluarkan tangannya dari saku bajunya, seketika mengeluarkan cahaya yang berkilauan tanpa cacat sedikitpun yang bisa dilihat mata yang memandangnya dengan jelas

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dari leher bajunya.

Inilah kedua bukti yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa Nabi Musa ‘alaihis salam, dan bahwa Beliau adalah utusan Allah Rabbul ‘alamin, akan tetapi orang yang tidak beriman kalau pun telah telah didatangkan setiap bukti, mereka tidak akan beriman juga sampai melihat azab yang pedih.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Melihat itu, fir'aun meminta bukti yang lain, dan dia nabi musa mengeluarkan tangannya dari dalam lubang leher bajunya, tiba-tiba tangan itu, yang sebelumnya berwarna hitam sesuai warna kulitnya yang kehitam-hitaman, menjadi bercahaya putih gemerlapan, yang tampak jelas bagi orang-orang yang melihatnya ketika itu, bukan karena belang atau penyakit, tetapi putih karena sangat bercahaya. Ketika nabi musa telah memperlihatkan bukti-bukti dari Allah itu, tercenganglah para pemuka dan pembesar fir'aun. Pemuka-pemuka kaum fir'aun, dengan menjilat dan bersikap munafik, berkata kepada fir'aun, orang ini benar-benar pesihir yang pandai, ini sebenarnya hanya kemahiran sihir saja, bukan bukti dari Allah, karena itu jangan memercayainya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 109 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 110 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 111, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 112, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 113, Makna Surat Al-A’raf Ayat 114

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!