Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Arab-Latin: Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Terjemah Arti: Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Adam dan hawwa berkata, ”wahai tuhan kami, kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri dengan memakan dari pohon tersebut. Dan Jika engkau tidak berkenan mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan bagian dari kehidupan dunia dan akhirat mereka.”
ucapan ini merupakan kalimat-kalimat yang di terima Adam dari tuhannya maka mereka berdua memanjatkan do’a dengan kalimat tersebut, sehingga Allah menerima taubatnya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

23. Adam dan Ḥawā` berkata, “Wahai Rabb kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dengan melakukan apa yang Engkau larang, yakni memakan (buah) dari pohon itu. Jika Engkau tidak mengampuni dosa kami dan melimpahkan kasih sayang-Mu kepada kami, niscaya kami benar-benar termasuk golongan orang-orang yang merugi, karena kami telah menyia-nyiakan nasib kami di dunia dan di Akhirat.”

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

23. قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا (Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri)
Keduanya mengakui kesalahannya bahwa keduanya telah menzalimi diri mereka dengan terjerumus ke dalam pelanggaran. Berbeda dengan Iblis yang tidak meminta maaf dari kemaksiatannya dan memohon ampun Tuhannya, namun ia malah menyombongkan diri.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

23. Keduanya (Adam dan Hawa) berkata: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri sendiri dengan berbuat menyimpang dan menaati setan, jika Engkau tidak mengampuni dosa-dosa kami dan memasukkan kami dalam rahmatMu, maka sungguh kami termasuk orang yang akan dibinasakan”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Ketika itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengaruniakan mereka untuk bertobat dan menerima tobatnya. Keduanya mengakui dosa dan meminta ampunan Allah seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.

Dengan maksiat.

Dengan menghapuskan pengaruh dosa dan hukuman terhadapnya.

Dengan menerima tobat kami dan memaafkan kesalahan seperti ini.

Berdasarkan ayat ini, orang yang terjatuh ke dalam dosa dan maksiat, kemudian mengakui kesalahan, meminta ampunan, menyesalinya dan berhenti melakukan dosa, maka Allah akan memilihnya dan memberinya petunjuk sebagaimana Adam. Sebaliknya barang siapa yang ketika terjatuh ke dalam dosa, kemudian berputus asa dan semakin bertambah dosanya, maka ia serupa dengan Iblis; ia semakin jauh dari Allah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Menjawab pertanyaan yang merupakan kecaman Allah ini, dengan penuh penyesalan keduanya, yakni adam dan pasangannya, berkata, ya tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri akibat mengikuti perkataan iblis dan melanggar larangan-Mu, padahal engkau telah memperingatkan pada kami. Kami sangat menyesal dan memohon ampun kepada-Mu. Jika engkau tidak mengampuni kami, meng-hapus dosa yang telah kami lakukan, dan memberi rahmat kepada kami dengan memberikan keridaan, taufik, dan hidayah, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. Mendengar permohonan adam dan pasangannya itu, Allah berfirman, turunlah kamu semua dari surga ke bumi! kamu, wahai adam dan keturunanmu, akan saling bermusuhan satu sama lain, yakni setan dan pengikutnya atau juga sebagian manusia menjadi musuh bagi manusia lain. Bumi adalah tempat kediaman sementara dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan, yakni kematian kamu atau hari kiamat nanti. ".

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 24 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 25 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 26, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 27, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 28, Makna Surat Al-A’raf Ayat 29

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!