Surat Al-Falaq Ayat 5

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Terjemah Arti: Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".

TAFSIR AYAT

Dan dari keburukan orang  hasad, pembenci manusia apabila ia iri kepada mereka atas sesuatu yang Allah berikan kepada mereka, ia ingin agar nikmat-nikmat itu hilang dari mereka dan ingin menimpakan gangguan kepada mereka.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

5. Aku meminta perlindungan kepada Allah dari buruknya kedengkian, yaitu orang yang berangan-angan agar kenikmatan orang yang dia cemburui hilang. Jika kedengkiannya sudah merasuk (dalam diri) maka dia akan berusaha menghilangkan kenikmatan yang dimiliki orang yang dicemburui. Sihir, intaian, kedengkian dan hal lain yang serupa itu tidak akan bisa membahayakan DzatNya, namun atas kehendak Allah, pengaruh dari hal-hal ini hanya menyentuh bagian luar saja.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan yang terakhir, Allah perintahkan agar mengatakan kepada mereka : Aku berlindung kepada Allah dari keburukan orang yang hasad, yang hasad kepada manusia. Dan berlindung dari hasad atau berlindung dari ‘Ain; Sebab ‘ain adalah benar adanya, sebagaimana yang dikatakan Nabi ﷺ : Ain termasuk nyata, dan seandainya ada yang mendahului takdir, niscaya ainlah yang mendahuluinya. Dan berlindung dari sihir dan ‘ain dianjurkan dan Rasulullah ﷺ berbuat demikian. Ketika Rasul ﷺ sakit, Aisyah meruqyahnya dengan dua surat. Hasad adalah berharap hilangnya nikmat (ini makna secara umum), dan terkadang karena takjub kepada manusia (lain), oleh karenanya janganlah menjadi manusia yang sering takjub. Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang diberkahi, karena mungkin musibah datang kerena sebab ‘ain dari manusia. Dan hasad adalah bagian dari sifat Yahudi yang buruk.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

5. Aku berlindung kepada-Nya dari keburukan orang yang hasad jika melakukan hasad.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

حَاسِدٍ : Hasad ( dengki ) adalah berangan-angan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain baik agar pindah kepada diri kita ataupun tidak . Allah menutup surat ini dengan hasad, sebagai peringatan akan bahayanya perkara ini. Hasad adalah memusuhi nikmat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda tentang buruknya perkara ini : إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ ». أَوْ قَالَ « الْعُشْبَ » “Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering)“. (HR. Bukhari Muslim) .

Adapun rasa ingin mendapatkan kenikmatan atau keberuntungan yang didapatkan oleh orang lain disebut Ghibthah, tanpa diiringi hawa nafsu yang menginginkan kenikmatan atau keberuntungan itu hilang dari orang yang mendapatkannya. Orang yang Ghibthah juga tidak merasa benci manakala melihat orang lain mendapat nikmat atau keberuntungan.

Orang yang berbuat hasad hanyalah mencederai dirinya sendiri, karena hasad atau Kedengkian adalah bukti kurang iman. Dengki itu bukti tidak ridha pada perbuatan Allah terhadap hamba-Nya. Dengki itu sikap ingin mengatur Allah sesuai hawa nafsunya. Tentulah dengki itu sikap yang tak punya adab. Yaitu adab terhadap Allah, Tuhan semesta alam.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Hasad artinya suka atau senang jika nikmat yang ada pada orang lain hilang darinya. Namun jika senang pada nikmat orang lain dalam arti, ia senang jika ia memperoleh pula nikmat itu dan tidak ada keinginan agar nikmat pada orang lain hilang, maka tidaklah tercela, hal ini dinamakan juga ‘ghibthah’.

Yakni menampakkan kedengkiannya dan melakukan konsekwensi dari dengki itu dengan melakukan segala sebab yang bisa dilakukan agar nikmat itu hilang darinya. Termasuk ke dalam yang hasad adalah orang yang menimpakan keburukan kepada orang lain melalui matanya (‘ain), karena hal itu tidaklah muncul kecuali dari orang yang dengki yang buruk tabiatnya dan buruk jiwanya. Demikian pula termasuk ke dalam ‘yang hasad’ adalah Iblis dan keturunannya yang sangat dengki kepada manusia.

Disebutkan ketiga macam kejahatan itu meskipun telah dicakup dalam firman Allah Ta’ala, “Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,” adalah karena besarnya kejahatan ketiga macam itu (kejahatan malam ketika telah gelap, wanita-wanita tukang sihir dan orang yang dengki).

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan aku berlindung pula dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain. '1. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, 'aku berlindung kepada tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.

Tafsir Ringkas Kemenag