Surat Al-Falaq Ayat 4

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Terjemah Arti: Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

TAFSIR AYAT

Dan juga dari keburukan wanita-wanita penyihir yang meniup dalam simpul-simpul yang mereka jalin dengan tujuan menyihir.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3-4. Dan Aku berlindung kepada Allah dari keburukan malam saat aku bertemu makhluk (jahat) dalam kegelapannya. “Al-Ghasiq” adalah malam yang kegelapannya sangat pekat. Dan kata “Waqab” artinya adalah kegelapan malam menjadi semakin pekat. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan para tukang sihir yang merusak manusia dengan sihirnya. “An-Nafatsat” adalah bentuk jamak dari kata “An-Nafatsah”. An-Naftsu adalah tiupan ringan. ‘Uqad adalah jamak dari kata “’uqdah” yaitu sesuatu yang dijerat menggunakan tali atau semacamnya, sehingga ikatan itu terurai. Allah memerintahkan Jibril untuk membantu Rasulallah SAW, lalu dia berkata:”Dengan menyebut nama Allah, aku membantumu dari setiap hal yang menyakitimu, yaitu dari pendengki dan pengintai, dan Allah akan menyembuhkanmu”. Maka berkuranglah pengaruh sihir ini terhadap Nabi yang semata-mata terjadi di urusan dunia saja (tidak berhubungan dengan wahyu) ketika beliau dalam keadaan agak sakit. Itu menunjukan gambaran peristiwa itu. Gambaran itu terjadi ketika dalam keadaan bermimpi.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah (juga) memerintahkannya agar berkata kepada manusia :Aku berlindung kepada Allah dari keburukan wanita-wanita penyihir; Karena yang dominan menjadikan musibah dalam sihir yaitu wanita (pada waktu itu). Adapun sekarang, laki-laki lebih banyak (menjadi penyihir) daripada wanita. Dan berlindung kepada Allah dari tiupan-tiupannya setelah komat-kamit dan lafadz yang diambil dari setan, ditiupkan dengan ludahnya atas apa yang ia yakini dari syair-syair penyihir atau melalui (media) pakaian yang ditujukan kepada objeknya (manusia), dan kalau tidak dengan menggunakan mantra-mantra yang terkenal.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4. Aku berlindung kepada-Nya dari keburukan tukang sihir yang dihembuskan pada buhul.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

( النَّفَّاثَاتِ ) Yaitu wanita-wanita tukang sihir yang menyihir manusia, mereka melakukan itu dengan mengikat mantra-mantra pada tali kemudian meniupnya dengan bantuan syaithon, hembusan yang jahat, dari sihir itu timbul lah penyakit dan berbagai keburukan yang tertimpa pada manusia, oleh karena itu secara hukum tukang sihir boleh di bunuh dalam keadaan apapun, karena perbuatan mereka menimbulkan banyak keburukan dan kerusakan.

umumnya yang menjadi tukang sihir adalah wanita. Namun ayat ini juga dapat mencakup tukang sihir laki-laki dan wanita, sebagaiman yang dilakukan oleh penyihir laki-laki dari kaum Yahudi yang menyihir Nabi ﷺ .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membuat buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut. Ayat ini menunjukkan, bahwa sihir memiliki hakikat yang perlu diwaspadai bahayanya. Untuk mengatasinya adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah dari sihir itu dan dari orang-orangnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan aku berlindung pula dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul dengan rapalan-rapalan yang dilafalkannya. Mereka bekerja sama dengan setan untuk menimpakan keburukan kepada orang yang di sihir melalui cara cara tertentu, di antaranya dengan meniup buhul-buhul. 5. Dan aku berlindung pula dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain. '.

Tafsir Ringkas Kemenag