Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Ikhlas Ayat 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Arab-Latin: Lam yalid wa lam yụlad

Terjemah Arti: Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dia tidak punya anak,tidak juga bapak,dan tidak juga istri.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Yang tidak melahirkan sesuatu pun dan tidak pula dilahirkan oleh sesuatu, maka Dia -Subḥānahu- tidak mempunyai anak -Mahasuci Allah- dan tidak pula mempunyai bapak.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

3-4. Dia tidak melahirkan satupun (anak) dan tidak juga dilahirkan oleh siapapun, karena Dialah Dzat yang Maha Terdahulu, tidak terikat oleh waktu dan tidak diadakan. Dan Dia tidak menciptakan satupun yang menyerupai DzatNya, Sifat-sifatNya dan TindakanNya. Maka tidak ada satupun yang menyamaiNya dan menjadi sekutu bagiNya.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah juga memerintahkan agar mengatakan kepada mereka : Allah Maha Kaya dari kebutuhannya akan anak dan sahabat; Allah tidak memiliki bapak dan ibu serta anak dan istri. Dan Allah tidaklah dilahirkan, karena tidak ada sesuatupun yang mendahului-Nya, (dan) tidak ada sesuatupun sebelumnya

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Ada bantahan terhadap sebagian besar firqoh sesat, yang diketuai oleh yahudi yang mengatakan : uzair adalah anak Allah, dan nashrani yang mengatakan : al-masih adalah anak Allah, dan selain dari mereka yang juga berada dalam kesesatan

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

3. Dan di antara kesempurnaanNya, Dia “tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,” karena kesempurnaan kecukupanNya.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ } Dijelaskan dalam sebuah hadits tentang sebab turunnya surah ini : Dari Ubai bin Ka’ab, bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah saw.: “Ceritakan mengenai Tuhanmu kepada kami!” Lantas Allah swt. menurunkan: “Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. Al-Ikhlas: 1-2). “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3). Karena sesuatu yang dilahirkan pastilah akan mati. Dan yang mati akan mewariskan. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mati dan mewariskan. “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4) Tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak serupa dengan apapun.

{ لَمْ يَلِدْ } Allah - تعالى - sama sekali tidak memiliki anak, karena sedungguhnya Dia tidak butuh dengan seorang anak, Allah - عز وجل - berfirman : { قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ } ( Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak”. Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. ) [ Yunus : 68 ] Allah membantah perkataan orang-orang Yahudi yang menyatakan bahwasanya Allah memiliki anak, karena Allah tidak butuh dengan anak, dan sesungguhnya seorang anak adalah bagian dari seorang ayah, dan orang-orang Yahudi menjadikan dari hamba Allah seorang anak untuk-Nya, akan tetapi sesungguhnya Allah - عز وجل - tidak menyimpan bagian apapun dari diri-Nya pada makhluk-Nya.

Dan anak juga merupakan bentuk serupa dari sang ayah walaupun itu tidak begitu sempurna, maka jika Allah - عز وجل - memiliki anak, itu berarti menjadikan selain Allah makhluk yang serupa dengan -Nya, sedangkan Allah tidak satupun yang serupa dengan-Nya ﷻ, oelah karena itu surah ini sebagai batahan untuk pernyataan orang-orang nashrani dan Yahudi yang terlaknat, mereka mengatakan : "Sesungguhnya Isa Al-masih adalah anak Allah, sedangkan orang-orang musyrik Arab mengatakan : Sesungguhnya para Malaikat adalah anak-anak Allah.

Allah tidak melahirkan anak dan tidak pula Dia dilahirkan oleh siapapun, Allah suci dan terbebas dari prasangka kaum musyrikin yang mengatakan bahwasanya Allah memiliki anak, karena Dialah "Al-Awwal" yang berarti tidak didahului oleh apapun, dan Dia juga "Al-Akhir" berarti yang terakhir, yang tidak ada sesuatu pun setelahnya, { هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ } ( “Dialah al-Awwal (Yang Pertama), al-Akhir (Yang Terakhir), azh-Zhahir (Yang paling Tampak), al-Bathin (Yang paling Tersembunyi) dan Dia Mahatahu atas segala sesuatu.” ) [ Al-Hadid : 4 ] .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Di antara kesempurnaan-Nya adalah bahwa Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, karena sempurnanya kecukupan-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:

“Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (Terj. Al Ana’aam: 101)

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dia tidak beranak; tidak ada yang sejenis dengan Allah sehingga bisa menikah dengan-Nya dan melahirkan anak; dan dia tidak pula diperanakkan karena dia kekal dan tidak bermula. Sesatlah orang yahudi yang meyakini 'uzair sebagai putra Allah, orang nasrani yang meyakini nabi isa sebagai putra Allah, dan orang musyrik arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah. 4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan dia, baik dari segi zat, sifat, maupun tidakan-Nya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Ikhlas Ayat 4 Arab-Latin, Surat Al-Falaq Ayat 1 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Falaq Ayat 2, Terjemahan Tafsir Surat Al-Falaq Ayat 3, Isi Kandungan Surat Al-Falaq Ayat 4, Makna Surat Al-Falaq Ayat 5

Category: Surat Al-Ikhlas

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Ikhlas Surah Al Ikhlas Ayat 3 Surat Al Ikhlas Arab Makna Dari Ayat Ketiga Surat Al Iklhas Bunyi Al Iklhas Ayat 3