Surat Al-Lahab Ayat 4

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Arab Latin: Wamra`atuh, ḥammālatal-ḥaṭab

Terjemahan Arti: Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

TERJEMAH TAFSIR

3-4. Dia akan masuk api neraka jahanam yang menyala nyala, Begitu juga istriya yang membawa duri-duri lalu meletakkannya di jalan yang dilalui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menyakiti beliau.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

4-5. Begitu juga Istrinya Ummu Jamil, yaitu saudara perempuan Abu Sufyan akan masuk neraka Jahanam bersamanya. Dia adalah wanita yang memikul batang-batang pohon berduri dan meletakkannya di jalan (yang dilewati) Rasulallah SAW untuk menyakitinya. Kata “Hammalah” I’rabnya adalah manshub oleh fiil yang dikira-kirakan, yaitu “Uriidu” (aku menghendaki) atau “Adzummu” (aku mengecam). Di lehernya terdapat tali yang terbuat dari serat yang dililitkan sangat kencang. Dia disiksa dengan itu di dalam neraka.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

3-4. Allah mengabarkan bahwa Abu Lahab akan merasakan panasannya api neraka dan diadzab dengan nyala apinya, (dia dan isterinya Ummu Jamil) sebagai balasan permusuhannya dan celaannya kepada Nabi ﷺ, serta penghinaan dan ragu kepada jalan Nabi ﷺ.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

4. Dan akan masuk neraka istri Abu Labah yaitu Ummu Jamil yang telah menyakiti Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam dengan memasang duri di jalan yang dilalui Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Dan begitu pula dengan istri Abu Lahab yang membawa kayu bakar, maksud dari ayat ini bukan berarti bahwa istri Abu lahab benar-benar membawa kayu bakar, akan tetapi sebagai kiasan untuk orang yang sering menjadi provokator atas kebencian satu sama lain yang terjadi diantara masyarakat.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Pembawa kayu Bakar dalam bahasa Arab adalah kiasan bagi penyebar fitnah. Isteri Abu Lahab yang bernama Ummu Jamil sama seperti suaminya sangat keras permusuhannya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, disebut sebagai pembawa kayu bakar karena dia selalu menyebarkan fitnah untuk memperburuk citra Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum Muslim. Ada pula yang menafsirkan, bahwa pembawa kayu bakar di sini maksudnya pembawa duri, yakni karena ia biasa menaruh duri di jalan yang dilalui Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Ada pula yang menafsirkan, bahwa ia (istri Abu Lahab) akan membawa kayu bakar untuk menimpakan kepada suaminya di neraka dengan berkalungkan tali dari sabut.

Dalam surah ini terdapat salah satu di antara tanda kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, karena Allah menurunkan surah ini ketika Abu Lahab dan istrinya belum binasa, dan Dia memberitahukan, bahwa keduanya akan disiksa di neraka, termasuk bagian daripadanya adalah bahwa berarti ia tidak akan masuk Islam, ternyata terjadi demikian sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala Tuhan Yang Mengetahui yang gaib dan nyata.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Abu lahab akan masuk neraka, dan demikian pula istrinya, ummu jam'l arw' binti harb bin umayyah, sang pembawa kayu bakar berduri. Dia meletakkannya di sepanjang jalan yang dilalui nabi untuk menjebak beliau. Dia juga gemar menyebar fitnah kepada nabi dan para pengikutnya. 5. Bentuk azab yang akan diterimanya di neraka sesuai dengan perilakunya sendiri. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dengan tali itu Allah menjerat lehernya dan mengangkatnya tinggi-tinggi, lalu mencampakkannya ke dasar neraka.

Tafsir Ringkas Kemenag