Surat Al-‘Alaq Ayat 16

Text Bahasa Arab dan Latin

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

Tafsir Al-Mukhtashar

16. Yang ditarik ubun-ubunya itu adalah orang yang mendustakan dengan perkataan dan salah dalam beramal.

Tafsir Al-Muyassar

Ubun-ubunnya adalah ubun-ubun pendusta dalam uacapannya,salah dalam perbuatannya,maka dusta dan Nampak sudah padanya.

Tafsir Hidayatul Insan

Bisa juga diartikan, “Ubun-ubun orang yang dusta ucapannya dan salah perbuatannya.”

Tafsir Kemenag

15-16. Dia tidak dibenarkan untuk melarang orang lain melaksanakan salat dan mendekatkan diri kepada Allah. Sekali kali tidak! sungguh, jika dia tidak berhenti berbuat demikian niscaya kami tarik ubun-ubunnya dengan sangat kasar ke arah neraka; yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan nabi dan durhaka kepada Allah. 17. Apabila azab kami datang kepadanya maka biarlah dia memanggil golongannya yang dia banggakan untuk menyelamatkannya dari azab itu.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018