Surat Al-‘Ankabut Ayat 69

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Arab-Latin: Wallażīna jāhadụ fīnā lanahdiyannahum subulanā, wa innallāha lama'al-muḥsinīn

Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

« Al-'Ankabut 68Ar-Rum 1 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Berkaitan Dengan Surat Al-‘Ankabut Ayat 69

Paragraf di atas merupakan Surat Al-‘Ankabut Ayat 69 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan pelajaran penting dari ayat ini. Terdokumentasikan kumpulan penjabaran dari beragam ahli tafsir mengenai kandungan surat Al-‘Ankabut ayat 69, misalnya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan orang-orang Mukmin yang berjuang melawan musuh-musuh Allah, jiwa dan setan, dan mereka bersabar menghadapi fitnah-fitnah dan gangguan di jalan Allah, Allah akan memberikan hidayah kepada mereka menuju jalan-jalan kebajikan dan meneguhkan mereka di atas jalan yang lurus. Dan orang yang bersifat demikian, maka dia merupakan orang yang telah berbuat baik kepada diri sendiri dan kepada orang lain. Dan sesungguhnya Allah benar-benar menyertai orang yang berbuat baik dari makhlukNya dengan pertolongan, dukungan, perlindungan dan pemberian hidayah.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

69. Dan orang-orang yang berjuang menegakkan hak Kami, demi tersebarnya agama Islam, maka sungguh Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan kebaikan, dan akan mereka akan mendapat keridhaan Allah di dunia dan akhirat. Sungguh Allah bersama orang-orang yang membaguskan perkataan dan perbuatan mereka dengan pertolongan dan bantuan-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

69. Dan orang-orang yang berjuang melawan orang-orang kafir untuk mencari rida Kami niscaya Kami mudahkan baginya untuk mendapatkan jalan yang lurus, dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik dengan bantuan-Nya, pertolongan-Nya dan petunjuk-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

69. وَالَّذِينَ جٰهَدُوا۟ فِينَا(Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami)
Yakni mereka berjihad mengorbankan diri mereka dan memasang badan mereka untuk berdakwah di jalan Allah demi mendapatkan keridhaan Allah.

لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ( benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami)
Yakni jalan-jalan kebaikan yang dapat mengantarkan kepada keridhaan Allah.

وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik)
Dengan pertolongan dan bantuan-Nya. Dan barangsiapa bersama Allah niscaya tidak akan ada yang mampu mengalahkannya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Berkata Abbas bin Ahmad pada firman Allah ta'ala: { وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا } "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami" Yakni: orang-orang yang mereka mengerjakan dari apa yang mereka ketahui dari agama ini, maka kami tunjukkan kepada mereka kepada perkara yang tidak mereka ketahui.

2 ). Telah disebutkan pada ayat lain dari Al-Qur'an yang menjelaskan bahwasanya kebaikan kedua boleh jadi adalah pahala dari kebaikan pertama yang dilakukan, sebagaimana keburukan kedua boleh jadi adalah akibat dari keburukan pertama yang dilakukan, sebagaimana Allah ta'ala berfirman:

{ وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا } "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami"

Dan Allah ta'ala juga berfirman :

{ ثُمَّ كَانَ عَٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ }

"Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya".

3 ). { وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا } "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami" Memperbanyak latihan pada satu keterampilan akan mengubahnya menjadi kepemilikan' sehingga ia akan menetap pada diri seseorang sebagai sosok yang mapan dan kepemilikan yang kuat.

4 ). Allah ta'ala berfirman: { وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا } "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami" Allah ta'ala menyandingkan kata hidayah dengan jihad, hal ini dapat kita fahami bahwa manusia yang paling sempurna petunjuk yang ia dapatkan adalah dia yang paling besar jihadnya, dan jihad yang paling utama adalah: jihad melawan diri sendiri, dan jihad melawan hawa nafsu, dan jihad melawan syaithon, dan jihad melawan fitnah dunia, maka barangsiapa yang berusaha menaklukan empat perkara ini untuk Allah ta'ala, niscaya Allah ta'ala akan memberikan petunjuk untuknya berupa jalan keridhoanNya yang membawanya kepada surganya Allah ta'ala, dan barangsiapa yang meninggalkan jihad, akan terlewatkan baginya petunjuk tergantung sebesar apa ia meninggalkan jihad.

5 ). Tiga tingkatan bagi siapa yang ingin benar-benar meinkmati indahnya agama ini:
1- Tinggalkan apa yang pernah kamu nikmati sebelum anda mencintainya, dan anda akan merasa terpaksa untuk menelannya pada awal percobaan, dan itu adalah mujahadah { وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا }.
2- Jika anda merasa ada peningkatan pada kecintaan maka anda telah memperjuangkan untuk agama keridhoan dan ketaatan, dan pada bagian ini anda sudah mencicipi kenikmatannya.
3- Jika anda merasa ada peningkatan pada kecintaan maka anda telah memperjuangkan untuk agama dengan merasa bahwa diri anda sangatlah hina dan rendah, dan pada bagian anda telah benar-benar menikmati agama ini.

6 ). Ramadhan merupakan peluang besar untuk saling berlomba, dan untuk mencapai tujuan tergantuk seberapa besar pengorbanan, Allah ta'ala berfirman:

{ وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا } "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami"

Barangsiapa yang menginginkan kemulian tanpa ketekunan sungguh ia telah menghabiskan umurnya untuk suatu kemustahilan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

69. Orang-orang yang berjihad dalam kebenaran Kami untuk menyebarkan dakwah Kami, maka sungguh Kami akan menunjukkan mereka kepada jalan kebaikan dan ridha Allah. Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang memperbaiki amal mereka dengan menolong mereka di dunia dan memberi mereka pahala di akhirat


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

69. “dan orang-orang yang berjihad untuk di jalan Kami,” yaitu mereka yang berhijrah fi sabilillah dan berperang melawan musuh-musuh mereka serta mengorbankan segenap kemampuan mereka dalam rangka mencari keridhaanNya, “benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami,” maksudnya, jalan-jalan yang dapat mengantarkan mereka kepada Kami. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang berbuat kebajikan, sedangkan Allah selalu bersama orang-orang yang berbuat kebajikan; memberikan pertolongan, kemenangan, dan hidayah.
Hal ini menunjukkan bahwa manusia yang paling mungkin mendapatkan kebenaran adalah para pejuang (mujahid); dan siapa saja yang berbuat ihsan di dalam mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya, niscaya dia ditolong oleh Allah dan dimudahkan baginya segala sebab yang dapat mengantarnya kepada hidayah; dan bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh dan berijtihad dalam menuntut ilmu syar’I, maka dari hidayah dan pertolongan itu ia akan memperoleh perkara-perkara ilahi yang berada di luar jangkauan kemampuan kesungguhannya, masalah ilmu dijadikan mudah baginya. Karena sesungguhnya mencari ilmu syar’i itu termasuk jihad fi sabillillah, bahkan ia merupakan salah satu dari dua bentuk jihad yang tidak akan mampu melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan. Ia merupakan jihad dengan perkataan dan lisan terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan jihad dalam rangka mengajarkan permasalahan agama, dan dalam rangka mengembalikan pertikaian orang-orang yang berselisih kepada yang benar, sekalipun mereka adalah orang-orang Muslim.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 67-69
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nikmatNya kepada orang-orang Quraisy dalam apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa tanah suciNya yang Dia jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di dalamnya maupun di padang pasir. (Barang siapa yang memasukinya, maka amanlah dia) jadi mereka berada dalam keamanan yang agung. Sedangkan orang-orang Arab di sekitar mereka saling merampok satu sama lain dan saling membunuh satu sama lain, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Karena kebiasaan orang-orang Quraisy (1) (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (2) Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah) (3) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan (4)) (Surah Quraisy)
Firman Allah SWT: (Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?) yaitu apakah rasa syukur mereka atas nikmat-nikmat yang agung itu dilakukan dengan menyekutukanNya dan menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan. (mereka menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?) (Surah Ibrahim: 28) Mereka mengingkari nabi, hamba, dan Rasul Allah, padahal yang patut mereka lakukan adalah memurnikan penyembahan hanya kepada Allah, tidak menyekutukanNya, membenarkan RasulNya, mengagungkan, dan menghormatinya. Tetapi mereka mendustakannya, memeranginya, dan mengusirnya dari kalangan mereka.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya) yaitu, tidak ada seorangpun yang lebih keras hukumannya daripada orang-orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, dengan berkata bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadanya, (padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah") (Surah Ibrahim: 28) Demikian juga tidak ada seorang pun yang lebih keras hukumannya daripada orang yang mendustakan kebenaran ketika kebenaran itu datang kepadanya. Orang yang pertama adalah orang yang membuat-buat kebohongan, dan orang kedua adalah orang yang mendustakan kebenaran. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?) Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami) yaitu Rasulullah SAW, para sahabatnya, dan para pengikutnya sampai hari kiamat (benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami) yaitu Kami benar-benar akan memperlihatkan kepada mereka jalan-jalan Kami yaitu jalan Kami di dunia dan akhirat.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-‘Ankabut ayat 69: Allah menutup surat ini dengan menganjurkan untuk berjihad dan bersungguh-sungguh dalam memerangi musuh. Dan Allah menjanjikan para mujahidin yang ikhlas di sisi-Nya, dan siapa yang Allah bersamanya, maka tidak ada yang dapat mengalahkan. Kemutlakan jihad pada ayat ini mencakup jihad keseluruhannya, jihad dengan diri, setan dan musuh-musuh Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Mereka adalah orang-orang yang berhijrah di jalan Allah dan berjihad melawan musuh mereka. Mereka mengerahkan kemampuannya untuk mencari keridhaan-Nya.

Yakni yang menyampaikan mereka kepada Kami, karena mereka adalah orang-orang yang berbuat ihsan.

Dengan memberikan bantuan, pertolongan dan hidayah. Ayat ini menunjukkan, bahwa orang yang layak mendapatkan kebenaran adalah orang yang sungguh-sungguh, dan bahwa orang yang berbuat ihsan dalam melaksanakan perintah Allah, maka Dia akan membantunya serta memudahkan sebab-sebab hidayah. Ayat ini juga menunjukkan, bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu syar’i, maka dia akan mendapatkan hidayah dan pertolongan dari Allah. Di samping itu, mencari ilmu merupakan salah satu di antara dua jihad, di mana tidak ada yang melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan, yang pertama yaitu jihad dengan ucapan dan lisan kepada kaum kafir dan munafik, jihad untuk berusaha mengajarkan agama dan membantah orang-orang yang menyelisihi yang hak, sedangkan yang kedua adalah jihad fisik (perang). Selesai tafsir surah Al ‘Ankabut dengan memuji Allah dan dengan pertolongan-Nya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-‘Ankabut Ayat 69

Selanjutnya, Allah memberi janji kepada orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang berjihad dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan membela agama-Nya semata untuk mencari keridaan kami, kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami yang mengantarkan mereka menuju kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. Dia memberi balasan yang lebih baik kepada siapa saja yang mengembangkan sikap kebajikan dalam hal apa pun dan kepada siapa pun, tentu setelah semua kewajiban terpenuhi dengan sempurna. []1. Alif lam mim.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah pelbagai penjabaran dari kalangan ulama terkait makna dan arti surat Al-‘Ankabut ayat 69 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk kita semua. Dukung kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Tersering Dibaca

Kami memiliki banyak topik yang tersering dibaca, seperti surat/ayat: Shad 54, Al-Kautsar, Al-Mulk, Do’a Sholat Dhuha, Asmaul Husna, Al-Baqarah. Ada juga Al-Ikhlas, Al-Waqi’ah, Ayat Kursi, Ar-Rahman, Yasin, Al-Kahfi.

  1. Shad 54
  2. Al-Kautsar
  3. Al-Mulk
  4. Do’a Sholat Dhuha
  5. Asmaul Husna
  6. Al-Baqarah
  7. Al-Ikhlas
  8. Al-Waqi’ah
  9. Ayat Kursi
  10. Ar-Rahman
  11. Yasin
  12. Al-Kahfi

Pencarian: surah al ikhlas, ali imran 159, mulk, surat at takwir, surah an nasr

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.