Surat Al-Insyirah Ayat 4

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

Tafsir Al-Mukhtashar

4. Dan kami tinggikan kedudukanmu, sungguh namamu disebutkan di dalam adzan dan iqomat dan di tempat lainnya.

Tafsir Al-Muyassar

Dan bukankah kami juga menjadikanmu,dengan nikmat kami kepadamu berupa kemuliaan alkhlak,berada pada kedudukan tingggi lagi mulia?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan Dia ﷻ telah mengangkat dan meninggikan sebutan nama Rasul-Nya di dunia dan di akhirat, maka tidak didapati nama Allah ﷻ disebutkan kecuali disebutkan pula bersama-Nya Rasulullah ﷺ , dan diantara mengangkatan sebutan itu adalah saat dikumandangkannya azan dimasjid-dimasjid, dan saat waktu iqomah, dan ketika para khatib menyampaikan khutbahnya di mimbar, begitupun ketika tasyahud dalam shalat, dan ketika seseorag mengikrarkan dirinya masuk islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, karena sesorang tidak akan masuk kedalam islam kecuaali dia telah menyatakan "Bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwasanya Rasulullah Muhammad ﷺ adalah utusan Allah ﷻ " , tidak satupun dari perkara-perkara yang telah disebutkan melainkan ada didalamnya disebutkan nama Rasulullah ﷺ , seperti itulah nama beliau ﷺ diangkat dan ditinggikan kedudukannya didunia oleh Allah ﷻ , dan penyebutan itu terus berulang sepanjang kehidupan didunia.

Maka lihatlah dan dengarkanlah Azan-azan yang dikumandangkan dimasjid-masjid diseluruh penjuru dunia, semua disebutkan didalamnya : أشهد أن لا إله إلا الله , أشهد أن محمدا رسول الله , seluruh masjid dipenjuru dunia mengumandangkan kalimat yang agung ini sepanjang hari dan malam secara bergantian, hal ini terjadi dengan kekuasaan Allah ﷻ .

Bahkan di media-media massa pun kalimat mulia ini disebutkan ketika waktu shalat tiba dan waktu-waktu lainnya yang menyiarkan ceramah-ceramah ulama, meskipun para kaum kuffar tidak senang dengan hal ini, akan tetapi Allah ﷻ dengan kuasa-Nya hal ini tetap berjaan dengan lancar. dan orang-orang kafir itu tidak mampu untuk melarang, dan dengan adanya peristiwa ini sudah sangat cukup untuk mengingatkan kita kepada Rasulullah dan menyebutkan nama dalam sholawat diandingkan dengan perkara maulid Nabi yang bid'ah itu yang mereka katakan : kita melakukan perayaan maulid untuk mengingat beliau ﷺ , bukankah azan yang disebutkan nama Rasulullah ﷺ adalah dalam rangka menyebut dan mengingat beliau ?! nama beliau akan terus diangkat sepanang masa.

Tafsir Hidayatul Insan

Meninggikan nama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di sini maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan nama Beliau dengan nama Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam kalimat syahadat, azan dan iqamat, tasyahhud dalam shalat, khutbah dan lain-lain serta menjadikan taat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk taat kepada Allah. Di samping itu, Beliau sangat dicintai, dimuliakan dan dibesarkan di hati umatnya setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir Kemenag

1-4. Wahai nabi, bukankah kami telah melapangkan dadamu' kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar dalam menghadapi kepahitan hidup. Dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu' kami jadikan tugasmu yang sejatinya berat, seperti menyampaikan risalah dan mendakwahkan syariat, terasa ringan. Dan kami pun telah tinggikan sebutan namamu bagimu. Kami sebut namamu secara berurutan dengan nama-ku, seperti dalam syahadat, azan, tasyahud, dan sebagainya. Itu adalah kemu'liaan tersendiri yang tidak kami berikan kepada nabi-nabi yang lain. 5-6. Demikianlah nikmat-nikmat-ku kepadamu. Maka tetaplah optimis dan berharap pada perto'longan tuhanmu karena sesungguhnya beserta kesulitan apa pun pasti ada kemudahan yang menyertainya. Engkau hadapi kesulitan besar dalam menyampaikan dakwah kepada kaummu; mereka ingkar dan menentangmu, tetapi Allah memberimu kemudahan untuk menaklukkan mereka. Sesungguhnya beserta kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018