Surat Hud Ayat 114

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Arab-Latin: Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn

Artinya: Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

« Hud 113Hud 115 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Berkaitan Surat Hud Ayat 114

Paragraf di atas merupakan Surat Hud Ayat 114 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran menarik dari ayat ini. Ditemukan beberapa penjelasan dari para mufassir berkaitan makna surat Hud ayat 114, antara lain seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan kerjakanlah shalat (wahai Nabi), dengan cara sebaik-baiknya pada dua tepi siang, yaitu pagi dan sore hari, dan pada saat-saat malam hari, Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik akan menghapuskan dosa-dosa yang terdahulu dan menghilangkan pengaruh buruknya. Dan adanya perintah untuk mendirikan shalat dan penjelasan perbuatan-perbuatan baik akan melenyapkan perbuatan-perbuatan buruk memuat satu nasihat bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan memikirkanya


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

114. Dan selalu dirikanlah shalat, kerjakanlah pada pagi dan petang hari, yaitu shalat subuh, dhuhur, dan ashar; dan kerjakanlah pada waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu shalat maghrib, isya’, dan shalat malam. Sesungguhnya dengan shalat dan seluruh amal kebaikan lainnya Allah menghapus kesalahan-kesalahan. Demikianlah pelajaran bagi orang-orang yang senantiasa mengambil pelajaran dan mendapat manfaat darinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

114. Dan dirikanlah salat -wahai Rasul- dengan sebaik-baiknya di dua ujung siang, yaitu pagi dan petang hari. Dan dirikanlah salat di saat-saat tertentu di malam hari. Sesungguhnya amal perbuatan yang baik dapat menghapuskan dosa-dosa kecil. Hal tersebut merupakan nasihat bagi orang-orang yang mau menerima nasihat dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

114. وَأَقِمِ الصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ (Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang)
Yaitu shalat subuh dan ashar. Namun pendapat lain mengatakan, yakni shalat subuh dan maghrib.

وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۚ (dan pada bahagian permulaan daripada malam)
Yakni waktu shalat di malam hari. Atau yang dimaksud adalah shalat Isya’.

إِنَّ الْحَسَنٰتِ (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu)
Dan diantaranya serta yang menjadi tiangnya adalah shalat.

يُذْهِبْنَ السَّيِّـَٔاتِ ۚ( menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk)
Perbuatan buruk secara umum.
Pendapat lain mengatakan yakni menghapus dosa-dosa kecil saja, ia menghapusnya sampai seakan-akan tidak pernah dilakukan.

ذٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذّٰكِرِينَ (Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat)
Yakni menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

114. Dirikanlah shalat di waktu pagi dan siang, pagi dan sore, maksudnya adalah shalat subuh, ashar, dan zhuhur. Dan di sepanjang waktu malam secara mutlak, yaitu mencakup shalat maghrib dan isya’. Sesungguhnya mengerjakan kebaikan, salah satunya yaitu shalat lima waktu itu bisa menghilangkan atau melebur dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar maka harus dilebur dengan bertaubat. Sebagian kalian melihat bahwa umumnya keburukan itu bisa dilebur dengan kebaikan. Hukum tersebut merupakan pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dirikanlah shalat pada kedua ujung hari} permulaan dan akhir siang {dan pada bagian-bagian} waktu-waktu {malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus haal-hal buruk. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat} pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

114 Allah memerintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna, ”pada kedua tepi siang (pagi dan petang)” yakni diawal dan diakhirnya, termasuk dalam hal ini shalat shubuh, zhuhur dan ashar. ”dan pada bagian permulaan dari malam” termasuk didalamnya shalat maghrib dan isya, dan itu juga mencakup shalat malam karena ia termasuk yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. ”sesungguhnya perbuatan perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan perbuatan yang buruk” maksudnya, shalat lima waktu ini dan shalat shalat sunnah yang mengikutinya adalah termasuk kebaikan yang paling besar, di samping ia adalah kebaikan yang mendekatkan kepada Allah dan mengundang pahala Allah, ia juga menghapus keburukan dan menghilangkannya, yang dimaksud dengan itu adalah dosa dosa kecil sebagaimana hadits hadits shahih dari Nabi membatasinya demikian. Seperti sabda nabi, ”shalat lima waktu, shalat jum’at ke jum’at (berikutnya) Ramadhan ke ramadhan (berikutnya) adalah pelebur (dosa) yang terletak diantaranya, selama dosa dosa besar dijauhi”
Bahkan seperti yang dikhusukan dalam surat An-Nisaa yaitu firman Allah ta'ala : "jika kamu menjauhi dosa besar yang kalian dilarang darinya, kami akan hapus dosa-dosa mu dan kami masukan kamu ke tempat yang mulia"
“itulah” bisa jadi isyaratnya kembali kepada semua yang disebutkan berupa istiqamah diatas jalan yang lurus, tidak melanggar dan melampaui batasnya, tidak rukun kepada orang orang zhalim, perintah menegakan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan itu melenyapkan keburukan, semua itu adalah “peringatan bagi orang orang yang ingat” mereka memahami apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dengannya, dan menaati perintah yang baik itu yang membuahkan kebaikan yang menangkal keburukan dan kejahatan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 114-115
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang) dia berkata yaitu shalat Subuh dan Maghrib. Demikian juga dikatakan Al-Hasan dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam
Firman Allah (dan pada bagian permulaan malam) Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah shalat Isya’
Bisa juga bahwa ayat ini diturunkan sebelum kewajiban shalat lima waktu pada malam Isra’ Mi’raj. Sesungguhnya shalat yang diwajibkan saat itu adalah dua shalat yaitu shalat sebelum matahari terbit dan shalat sebelum matahari tenggelam, dan di tengah malam itu diwajibkan atas beliau dan umat beliau. Kemudian hak atas umat dinasakh, dan tetap wajib atas beliau. Kemudian menurut pendapat lain, bahwa dinasakh juga untuk beliau, Hanya Allah yang lebih mengetahui..
Firman Allah: (sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk) Dia berkata,”Sesungguhnya mengerjakan perbuatan baik itu menghapuskan dosa-dosa yang terdahulu” sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dan ahli hadits dari Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib yang berkata,"Aku jika mendengar dari Rasulullah SAW suatu hadits, maka Allah memberikan manfaat kepadaku sesuai dengan yang Dia kehendaki dari hal itu. dan jika aku mendengar hadits dari orang lain, maka aku meminta sumpah kepadanya. Jika dia mau bersumpah kepadaku, maka aku memper­cayainya . Abu Bakar telah bercerita kepadaku, dan benarlah dia dengan apa yang dia dengar dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda,”'Tidak sekali-kali seorang mukmin melakukan suatu dosa, lalu dia berwudhu dan melakukan shalat dua rakaat, melainkan diampuni baginya"
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa seorang laki-laki yang mencium seorang wanita, lalu dia mendatangi Nabi SAW dan memberitahu beliau tentang hal itu, lalu Allah menurunkan firmanNya (Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-per­buatan yang buruk) lalu laki-laki itu bertanya "Wahai Rasulullah, apakah hal ini khusus bagiku?" Rasulullah SAW menjawab,”Bagi semua umatku”


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
(وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ) wa aqimish shalaah : laksanakanlah shalat-shalat wajib.
(طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ) tharafayinnahaari : subuh pada awal yang pertama, kemudian zhuhur, ashar pada bagian kedua.
(وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ) wa zulafam minal lail : jam-jam malam, yaitu shalat maghrib dan isya.
(إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِۚ) innal hasanaati yudzhibnas sayyiaat : pahala dari shalat lima waktu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang terjadi di antara waktu shalat tersebut.
(ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ) dzaalika dzikraa lidz dzaakiriin : yang telah disebutkan dalam firman-Nya (وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ) “Tegakkanlah shalat.” Pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran.

Makna ayat :
Ayat ini masih menceritakan arahan untuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang beriman, serta petunjuk bagi mereka menuju kesempurnaan dan kebahagiaan. Allah ta’ala berfirman : (وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ) Dirikanlah shalat di waktu yang lima ini yaitu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan ‘Isya. Tunaikanlah shalat dengan sempurna, sehingga ia menjadi kebaikan yang Allah akan menghapus dengannya keburukan. Firman-Nya : (ذَٰلِكَ) perkara yang diperintahkan serta konsekuensinya, (ذِكۡرَىٰ) pelajaran (لِلذَّٰكِرِينَ) bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Pelajaran dari ayat :
• Penjelasan waktu-waktu shalat. Dua penghujung siang: pagi, yaitu shalat Subuh, serta petang, yaitu shalat Zhuhur dan Ashar, dan permulaan malam: yaitu shalat Maghrib dan Isya.
• Pernjelasan ketentuan Allah ta’ala bahwa kebaikan menghapus keburukan, dan dalam hadits, “الصَّلَاةُ إِلىَ الصَّلاَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهَا مَا لَمْ تَغْشَ الكَبَائِرَ” “ Sholat ke sholat yang lain adalah penghapus dosa di antara keduanya.”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Hud ayat 114: Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang laki-laki yang mencium seorang wanita, lalu laki-laki itu datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu, maka turunlah kepada Beliau ayat, “Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” Laki-laki itu berkata, “Apakah ayat ini untukku?” Beliau bersabda, “Untuk orang yang melakukan demikian di kalangan umatku.” Dalam riwayat Muslim dan para pemilik kitab sunan dari Ibnu Mas’ud disebutkan, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mendapatkan seorang wanita di kebun, lalu aku berbuat segala sesuatu dengannya, hanyasaja aku tidak menjima’inya; aku mencium dan memeluknya. Oleh karena itu, lakukanlah terhadapku apa yang engkau kehendaki…dst.”

Yakni shalat Subuh, Zhuhur dan ‘Ashar.

Yaitu Maghrib dan Isya. Termasuk ke dalamnya shalat malam, karena ia dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala berdasarkan lafaz “wa zulafam minal lail.”

Seperti shalat yang lima waktu dan shalat-shalat sunat.

Yakni dosa-dosa kecil, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

« الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ » .

“Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke shalat Jum’at berikutnya, dan Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya mengapuskan dosa-dosa antara keduanya apabila ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Kata “itu” di sini bisa tertuju kepada perintah-perintah sebelumnya, yaitu tetap istiqmah di atas jalan yang lurus, tidak melampaui batas, tidak cenderung kepada orang-orang zalim, mendirikan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan-kebaikan dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan.

Dengannya mereka dapat memahami perintah dan larangan Allah, dan mereka bisa mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang membuahkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Akan tetapi, perbuatan tersebut butuh usaha keras dari dalam diri manusia dan kesabaran, oleh karenanya pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan bersabar.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Hud Ayat 114

Setelah diperintahkan untuk istikamah dalam melaksanakan ajaran agama dan memiliki pendirian teguh, maka ayat berikut ini diperintahkan melaksanakan salat serta beramal saleh, karena amaliah tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana firman-Nya: dan laksanakanlah salat dengan teratur dan benar sesuai dengan ketentuan agama, baik syarat, rukun, dan sunah-sunahnya pada kedua ujung siang, yakni pagi dan petang atau salat subuh, zuhur dan asar dan pada bagian permulaan malam yaitu salat magrib, isya, dan salat sunah seperti tahajud dan witir. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu seperti salat sebagaimana disebutkan di atas, zakat, sedekah, zikir, istigfar, dan amal ibadah lainnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosadosa kecil yang telah dilakukan, lantaran perbuatan itu tidak mudah dihindari. Adapun dosa besar, harus disertai dengan tobat yang tulus. Itulah peringatan yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya dan selalu mengingat Allah. Dan selain mengerjakan salat, juga bersabarlah dalam menghadapi cobaan dan kesulitan ketika melaksanakan perintah Allah, karena tanpa kesabaran, amal ibadah terasa berat, terutama dalam hal beristikamah. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan sedikit pun pahala yang diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan. Perintah bersabar pada ayat ini mencakup bersabar dalam melaksanakan perintah Allah, dan bersabar dalam menghindari perbuatan maksiat maupun bersabar dalam menghadapi ujian atau cobaan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah berbagai penafsiran dari banyak ahli tafsir terkait kandungan dan arti surat Hud ayat 114 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita semua. Bantulah usaha kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Terbanyak Dikaji

Telaah ratusan konten yang terbanyak dikaji, seperti surat/ayat: Az-Zalzalah, Al-Ma’idah 2, Asy-Syams, Al-Mujadalah 11, Yunus 40-41, At-Takatsur. Ada pula Al-Isra 23, Al-Baqarah 286, Al-Hujurat 12, An-Nur 2, Al-Baqarah 83, Ali Imran.

  1. Az-Zalzalah
  2. Al-Ma’idah 2
  3. Asy-Syams
  4. Al-Mujadalah 11
  5. Yunus 40-41
  6. At-Takatsur
  7. Al-Isra 23
  8. Al-Baqarah 286
  9. Al-Hujurat 12
  10. An-Nur 2
  11. Al-Baqarah 83
  12. Ali Imran

Pencarian: al araf latin, ar rahman ayat 14, wala tansa nasibaka minaddunya, surat at tahrim ayat 6 latin, innamal khomru wal maisiru

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.