Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Lail Ayat 9

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ

Arab-Latin: Wa każżaba bil-ḥusnā

Terjemah Arti: Serta mendustakan pahala terbaik,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

8-9. Sedangkan barangsiapa yang bakhil dengan hartanya,tidak membutuhkan pahala dari tuhannya, Mendustakan “laa ilaha illallah” dan petunjukannya serta apa yang diakibatkannya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

9. dan mendustakan adanya balasan yang telah dijanjikan Allah serta pahala menginfakkan hartanya di jalan Allah,

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

9. Dan berbohong tentang janji Allah yang memberikan pahala kepada orang-orang mukmin di akhirat

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

8-9. Kemudian Allah menjelaskan kelompok yang kedua : Yaitu siapa yang amalannya mengantarkannya menuju ke dalam neraka, kemudian Allah berkata : Adapun barangsiapa yang bakhil dengan menginfakkan hartanya, dan tidak memberikan kepada orang-orang yang kekurangan dan yang miskin, hak bagi mereka karena sebab kikir dan bakhil, kemudian (mereka adalah mansuaia) yang merasa kaya dan cukup dari meminta kepada Allah dan dari pahala yang Ia berikan, bahkan menjadi para pendusta yang mendustakan surga dan kenikmatannya, lalu mendustakan hari akhir dengan balasan dan perhitungan (amalan), dan mendustakan setiap apa yang Allah wajibkan atas hambanya dari keimanan dan amalan shalih.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

8-10. “Dan adapun orang-orang yang bakhil,” dengan apa yang diperintahkan dan tidak mau mengeluarkan infak wajib dan sunnah dan tidak merelakan dirinya menunaikan kewajiban untuk Allah, “dan merasa dirinya cukup,” tidak memerlukan Allah dengan tidak menyembahNya dan tidak menganggap dirinya butuh pada Rabbnya sementara tidak ada keselamatan, keberuntungan, dan kemenangan bagi jiwa selain menjadikan Allah sebagai Dzat yang dicintai dan disembah yang dimaksudkan dan menjadi tujuan, “serta mendustakan pahala yang terbaik,” yakni mendustakan apa yang diwajibkan Allah atas para hamba untuk dipercayai berupa akidah-akidah yang baik, “maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar,” yakni untuk keadaan sulit dan sifat-sifat tercela dengan dijadikan sebagai orang yang mudah melakukan keburukan, di mana saja berada, ia selalu terkait dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Kita memohon kepada Allah semoga diberi keselamatan.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dan mendustakan janji Allah kepada hamba-Nya yang bertaqwa, ia mendustakan adanya Jannah yang Allah siapkan untuk orang-orang beriman, bahkan ia juga mendustakan keesaan dan ketuhanan Allah ﷻ .

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Menurut Syaikh As Sa’diy, Al Husna adalah apa yang Allah wajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk diimani berupa ‘aqidah yang baik.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


8-10. Dan adapun orang yang kikir terhadap hartanya dengan tidak memenuhi hak Allah dalam harta itu dan merasa dirinya cukup dengan apa yang dia punya sehingga tidak lagi memerlukan pahala dari Allah tidak mau beramal untuk kehidupan akhiratnya, serta mendustakan pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat; atau ingkar kepada Allah, hari akhir, dan apa yang Allah janjikan kepada mereka yang beramal saleh sehingga dia senantiasa melakukan maksiat, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran dan kesengsaraan. Kami tutup hatinya dari keinginan untuk berbuat kebajikan dan kami tahan langkahnya untuk taat kepada kami

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Lail Ayat 10 Arab-Latin, Surat Al-Lail Ayat 11 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Lail Ayat 12, Terjemahan Tafsir Surat Al-Lail Ayat 13, Isi Kandungan Surat Al-Lail Ayat 14, Makna Surat Al-Lail Ayat 15

Category: Surat Al-Lail

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Isi Kandungan Surat Al Lail Ayat 9 Arti Potongan Ayat Bil Husna