Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Lail Ayat 8

وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

Arab-Latin: Wa ammā mam bakhila wastagnā

Terjemah Arti: Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

8-9. Sedangkan barangsiapa yang bakhil dengan hartanya,tidak membutuhkan pahala dari tuhannya, Mendustakan “laa ilaha illallah” dan petunjukannya serta apa yang diakibatkannya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

8. Adapun orang yang bakhil dengan hartanya, tidak menyalurkan apa yang menjadi kewajibannya, dan merasa cukup dengan hartanya sehingga tidak membutuhkan Allah serta tidak mau memohon karunia dari Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

8. Adapun orang yang kikir dalam menginfakkan harta bendanya di jalan kebaikan, tidak membutuhkan pahala dari Allah dengan (lebih memilih) syahwat dunia dan meninggalkan Allah SWT. (Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini diturunkan untuk Umayyah bin Khallaf”)

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

8-9. Kemudian Allah menjelaskan kelompok yang kedua : Yaitu siapa yang amalannya mengantarkannya menuju ke dalam neraka, kemudian Allah berkata : Adapun barangsiapa yang bakhil dengan menginfakkan hartanya, dan tidak memberikan kepada orang-orang yang kekurangan dan yang miskin, hak bagi mereka karena sebab kikir dan bakhil, kemudian (mereka adalah mansuaia) yang merasa kaya dan cukup dari meminta kepada Allah dan dari pahala yang Ia berikan, bahkan menjadi para pendusta yang mendustakan surga dan kenikmatannya, lalu mendustakan hari akhir dengan balasan dan perhitungan (amalan), dan mendustakan setiap apa yang Allah wajibkan atas hambanya dari keimanan dan amalan shalih.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

8-10. “Dan adapun orang-orang yang bakhil,” dengan apa yang diperintahkan dan tidak mau mengeluarkan infak wajib dan sunnah dan tidak merelakan dirinya menunaikan kewajiban untuk Allah, “dan merasa dirinya cukup,” tidak memerlukan Allah dengan tidak menyembahNya dan tidak menganggap dirinya butuh pada Rabbnya sementara tidak ada keselamatan, keberuntungan, dan kemenangan bagi jiwa selain menjadikan Allah sebagai Dzat yang dicintai dan disembah yang dimaksudkan dan menjadi tujuan, “serta mendustakan pahala yang terbaik,” yakni mendustakan apa yang diwajibkan Allah atas para hamba untuk dipercayai berupa akidah-akidah yang baik, “maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar,” yakni untuk keadaan sulit dan sifat-sifat tercela dengan dijadikan sebagai orang yang mudah melakukan keburukan, di mana saja berada, ia selalu terkait dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Kita memohon kepada Allah semoga diberi keselamatan.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ } Dan barangsiapa kikir dengan hartanya yang Allah limpahkan kepadanya, dia menolak untuk mengeluarkan zakat, menolak untuk menunaikan kewajibannya dari harta yang ia miliki, { وَاسْتَغْنَىٰ } selain kikir dia juga merasa bahwa apa yang ia miliki saat ini sangatlah cukup, dan meyangka bahwa dia tidak butuh dengan pertolongan Allah ﷻ , dia merasa bahwa pahala dan balasan dari Tuhannya tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kekayaaan yang ia miliki.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Ia pun menolak berinfak yang wajib maupun yang sunat, dan dirinya tidak senang mengerjakan kewajiban.

Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan pertolongan Allah dan pahala-Nya, sehingga ia meninggalkan beribadah kepada-Nya dan merasa dirinya tidak butuh kepada Tuhannya, padahal tidak ada keselamatan dan keberuntungan kecuali jika Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang dicintainya, disembahnya serta dihadapkan diri kepada-Nya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


8-10. Dan adapun orang yang kikir terhadap hartanya dengan tidak memenuhi hak Allah dalam harta itu dan merasa dirinya cukup dengan apa yang dia punya sehingga tidak lagi memerlukan pahala dari Allah tidak mau beramal untuk kehidupan akhiratnya, serta mendustakan pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat; atau ingkar kepada Allah, hari akhir, dan apa yang Allah janjikan kepada mereka yang beramal saleh sehingga dia senantiasa melakukan maksiat, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran dan kesengsaraan. Kami tutup hatinya dari keinginan untuk berbuat kebajikan dan kami tahan langkahnya untuk taat kepada kami

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Lail Ayat 9 Arab-Latin, Surat Al-Lail Ayat 10 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Lail Ayat 11, Terjemahan Tafsir Surat Al-Lail Ayat 12, Isi Kandungan Surat Al-Lail Ayat 13, Makna Surat Al-Lail Ayat 14

Category: Surat Al-Lail

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Latin Surah Allail Ayat 8 Al Lail