Surat Al-Lail Ayat 6

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

Tafsir Al-Mukhtashar

6. Dan ia pun membenarkan apa yang Allah janjikan kepadanya akan diganti.

Tafsir Al-Muyassar

Membenarkan “laa ilaha illallah” dan apa yang menjadi petunjuknya,serta balasan yang diakibatkanya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Setelah menginfakkan hartanya dan bertaqwa kepada Allah, { وَصَدَّقَ } dia juga meyakini dan mengimani { بِالْحُسْنَىٰ } bahwa ganjaran dan balasan atas kebaikan yang ia berikan telah Allah siapkan, dalam riwayat lain dikatakan : { بِالْحُسْنَىٰ } yakni kalimat tahil لا إله إلا الله , dan kedua penafsiran diatas masuk kedalam makna ayat .

Diantara manusia ada yang kerap memberikan hartanya, dia senang dengan kebaikan yang ia sampaikan kepada orang lain, akan tetapi maksud pemberiannya itu adalah riya' dan berbangga-bangga, bukan untuk mengharap ridho dari Allah ﷻ , dan tidak pula dia meyakini adanya balasn disetiap kebaikan itu, dan tidak ada ketaqwaan yang ia persembahkan untuk Allah ﷻ , melainkan hanya menginginkan pujian dan sanjungan dari orang lain.

Dan sesungguhnya hanyalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan bertaqwa kepada Allah ﷻ yang akan bermanfaat pemberiannya, bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain, dan mereka inilah yang akan mendapat ganjaran yang jauh lebih besar dari tuhannya.

Tafsir Hidayatul Insan

Al Husna bisa berarti ‘Laailaahaillallah’ serta yang ditunjukkannya berupa perkara-perkara ‘aqidah.

Tafsir Kemenag

5-7. Maka barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, seperti kepada fakir miskin, anak yatim, dan kebajikan lainnya, dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat, atau membenarkan kalimat tauhid dengan beriman kepada Allah dengan kukuh, maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan dan kebahagiaan; menuju surga. Kami juga akan memudahkan jalannya untuk senantiasa beramal saleh dan taat kepada kami

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018