Surat Asy-Syams Ayat 12

إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

Tafsir Al-Mukhtashar

12. Ketika orang yang paling celaka di antara mereka berdiri setelah kaumnya mendelegasikannya.

Tafsir Al-Muyassar

Manakala orang paling sengasara dari mereka bangkit untuk membunuh unta,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا } Tatkala orang yang paling buruk diantara mereka keluae untuk membunuh unta itu.

Rasulullah telah menjelaskan pembunuh unta itu di dalam salah satu hadis, bah wa dia adalah laki-laki berkulit merah. Rasulullah pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib dan Ammar Ra, beliau mengatakan, Maukah kalian berdua aku beri tahu siapa manusia paling celaka dari dua orang laki-laki? Kami menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah.'

Nabi ber sabda, 'Seorang laki-laki berkulit merah di kalangan Tsamud. Dialah pembunuh unta dan orang yang memukulmu, ya Ali, di sini (ubun-ubunnya) hingga basah oleh darah. (HR Ahmad). Dalam hadis lain, Rasulullah menyatakan, dia adalah seorang pembesar yang berasal dari kaum Tsamud. Kitab Shahihain menyebutkan, Rasulullah bersabda Ketika bangkit orang yang paling cela ka, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sal lam bersabda, 'Bangkitlah seorang laki-laki yang kotor, busuk, perusak, mulia di antara kaumnya, seperti Abu Zam'ah.' (HR al-Bukhari, 6/378, no. 3377 dan Muslim, 4/2191 no. 2855).

Tafsir Hidayatul Insan

Untuk membunuh unta itu dengan keridhaan mereka. Orang yang membunuh itu menurut para mufassir bernama Qudar bin Salif.

Tafsir Kemenag

Puncak perilaku buruk mereka tampak ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka untuk melakukan tindakan yang sangat buruk akibatnya bagi mereka semua, yaitu membantai unta mukjizat nabi saleh. 13. Melihat gelagat buruk itu lalu rasul Allah, nabi saleh, berkata kepada mereka, 'biarkanlah unta betina dari Allah ini dengan minumannya. ' janganlah kamu mengusik apalagi membunuh'nya. Jangan pula kamu larang unta itu mengambil jatah air minumnya sesuai kesepakatan kita satu hari untuk unta dan hari berikutnya untuk kaum 'amud.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018