Surat Asy-Syams Ayat 11

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

Tafsir Al-Mukhtashar

11. Kaum Tsamud telah mendustakan nabinya yaitu Saleh dikarenkan mereka melampaui batas dengan maksiat yang mereka kerjakan,.

Tafsir Al-Muyassar

Kaum Tsamud mendustakan nabi mereka,mereka durhaka dengan sangat,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kaum Tsamud telah mendustakan risalah yang diturunkan kepada Nabi mereka.

Kaum tsamud adalah salah satu kaum yang telah musnah yang dibinasakan oleh Allah, kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Nabi Ibrahim, dan penghuni kota madyan, mereka adalah ummat yang telah dibinasakan oleh Allah karena pembangkangan mereka terhadap agama Allah.

Allah karuniakan kepada mereka berbagai kenikmatan, akan tetapi dengan kenikmata itu mereka kafir kepada Allah, mereka menyembah berhala, tiada kesyukuran yang mereka persembahkan untuk Allah sang pemberi nikmat itu.

{ كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا } Kaum tsamud telah mendustakan Nabinya, disebabkan oleh perilaku mereka yang melampaui batas, mereka enggan beribadah kepada Allah, ketika Allah mengutus kepada mereka Nabi Shalih, Nabi yang berasal dari golongan mereka, mengajak kepada kebenaran yang datang dari Allah, mereka mengatakan : dia hanyalah manusia biasa seperti kita, bagaimana mungkin kita mentaatinya, bahkan mereka pun menantang Nabi shalih untuk mendatangkan satu bukti akan kebenaran yang beliau sampaikan, dan ketika bukti itu terwujud mereka tetap saja pada kekafiran yang telah merusak jiwa mereka.

Tafsir Kemenag

Kaum samud, yang dahulu tinggal di sebelah selatan madinah, adalah contoh manusia yang mengotori jiwa dengan kekafiran dan maksiat. Kaum 'amud telah mendustakan rasulnya, yaitu nabi saleh, karena mereka melampaui batas dalam keingkaran terhadap ajakan nabi mereka dan melakukan tindakan yang penuh dosa. 12. Puncak perilaku buruk mereka tampak ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka untuk melakukan tindakan yang sangat buruk akibatnya bagi mereka semua, yaitu membantai unta mukjizat nabi saleh.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018