Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Balad Ayat 14

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

Arab-Latin: Au iṭ'āmun fī yaumin żī masgabah

Terjemah Arti: Atau memberi makan pada hari kelaparan,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

14-16. Atau memberi makan pada satu hari yang terjadi kelaparan berat padanya. Kepada anak yatim, yaitu yang anak bapaknya wafat saat dia kecil,dari kerabat sehingga dia menyatukan keutamaan sedekah dan silaturahmi. Atau orang miskin yang tidak punya apapun.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

14. Atau memberi makan saat terjadi kelaparan, saat makanan sulit didapat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

14 Atau memberi makan seseorang pada hari saat dia lapar

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

13-16. Allah menjelaskan urusan bagi manusia yang berhasil menghindar dari adzab, Allah berkata : Sesungguhnya keberhasilan mengindar dari adzab yaitu dengan melepaskan jeratan tali (dosa) menuju kepada Allah, dengan kata lain melepaskan penyembahan (kepada slain Allah) atau amalan-amalan (Su’u) serta kokoh di atas kesulitan. Dan memberikan makan pada orang faqir (untuk selamat) dihari yang sulit dan kelaparan terjadi dimana-mana. Dan memberi makan disini (mungkin) ia berikan kepada anak yatim yang tidak memiliki bapak dan belum sampai usia remaja serta seakan-akan (yang memberi) menjadi (seperti) saudaranya. Atau memberikan kepada orang miskin yang sangat membutuhkan.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

12-16. Kemudian kesukaran di atas dijelaskan oleh FirmanNya, “(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,” yakni membebaskannya dari perbudakan atau membantunya melunasi angsurannya untuk membebaskan diri dari perbudakan. Dan tentu lebih utama lagi membebaskan tawanan Muslim dari tangan orang-orang kafir. “Atau memberi makan pada hari kelaparan,” yaitu pada hari kelaparan hebat dengan memberi makanan pada saat diperlukan untuk orang yang memerlukan, “(kepada) anak yatim yang memiliki kerabat,” yakni menyatukan antara kondisi sebagai anak yatim, fakir, dan masih kerabat, “atau orang miskin yang sangat fakir,” yakni amat memerlukan uluran tangan dan terpaksa.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ أَوْ إِطْعَامٌ } Atau memberi makan { فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ } kepada orang yang pada hari tertimpa musibah kelaparan yang sangat berat, dan ini termasuk amalan yang memiliki keutamaan yang tinggi dalam islam.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

13-16. Jalan yang mendaki dan sukar itu adalah melepaskan hamba sahaya dari perbudakan atau membantunya untuk membebaskan diri, karena perbudakan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan kepada orang yang sangat membutuhkannya, yakni kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat sehingga dia akan mendapat dua pahala kebaikan sekaligus, yakni pahala sedekah dan silaturrahim, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Kepedulian kepada anak yatim dan orang miskin adalah akhlak yang sangat terpuji, namun butuh sifat kedermawanan agar seseorang bisa melakukannya

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Balad Ayat 15 Arab-Latin, Surat Al-Balad Ayat 16 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Balad Ayat 17, Terjemahan Tafsir Surat Al-Balad Ayat 18, Isi Kandungan Surat Al-Balad Ayat 19, Makna Surat Al-Balad Ayat 20

Category: Surat Al-Balad

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!