Surat Al-Balad Ayat 9

وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Lidah dan dua buah bibir.

Tafsir Al-Mukhtashar

9. Dan lisan dan bibir agar kalian mampu berbicara ?

Tafsir Al-Muyassar

Lidah dan dua bibir untuk berkata,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَلِسَانًا } Dan lisan yang ia pergunakan untuk berbicara, mengungkapkan isi hatinya.
Lisan juga merupakan nikmat Allah yang paling besar, melebihi dari sekedar mengucapkan apa yang dibutuhkan, yaitu dengannya ia berdzikir kepada Allah, melantunkan ayat suci Al-Qur;an, menyerukan kepada kebenaran, dan melarang dari segala keburukan da kemungkaran, dengan lisan ini akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk menajak oran lain untuk kembali kepada Allah .

{ وَشَفَتَيْنِ } Dan dua buah bibir yang menjadi pelindung bagi mulutnya dan giginya, kedua bibir ini juga membatu lisan untuk mengucapkan kata-kata, dari kedua cipataan Allah ini ada keindahan yang menghiasi wajah manusia, ada manfaat yang sangat besar bagi pemiliknya, ini merupaa tanda kekuasaan Allah.

Tafsir Hidayatul Insan

Untuk berbicara dan keperluan lainnya. Ini contoh nikmat dunia. Pada ayat selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat agama.

Tafsir Kemenag

8-10. Allah-lah yang berkuasa atasnya dan melihat setiap perbuatannya. Bukankah kami telah menjadikan untuknya sepasang mata untuk membantunya melihat sekeliling, dan lidah dan sepasang bibir untuk memungkinkannya mencecap, berbicara, dan memberi penjelasan kepada orang lain, dan bukankah kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan, yaitu kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, melalui fitrah, akal, dan petunjuk lain' kami sudah memberinya petunjuk, lalu manusia itu sendiri yang akan memutuskan jalan hidupnya; apakah memilih jalan kesesatan atau kebenaran

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018