Surat Al-Balad Ayat 3

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan demi bapak dan anaknya.

Tafsir Al-Mukhtashar

3. Dan Allah bersumpah dengan Bapaknya manusia dan bersumpah dengan keturunannnya.

Tafsir Al-Muyassar

Allah juga bersumpah dengan bapak manusia(adam) dan anak keturunannya,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ } Dan demi bapak dan anaknya, maksud dari bapak disini adalah : Adam - عليه السلام - dan anaknya yakni : keturunannya, dikatakan dalam riwayat lain : yaitu Nabi Ibrahim dan anaknya dari para Nabi yang datang setelahnya - عليهم السلام - , Allah berfirman : { وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ } ( dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya ) [ Al-Ankabut : 27 ].

Dan pendapat lain mengatakan : bahwa maksud ayat ini adalah umum untuk para ayah da anak-anak nya, yang padanya itu pelajaran yang sangat bermanfaat, dan pendapat ini yang dipilih oleh Imam Ibnu Jarir - رحمه الله - .

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni Adam dan keturunannya. Isi sumpahnya adalah apa yang disebutkan pada ayat selanjutnya.

Tafsir Kemenag

1-3. Aku bersumpah dengan negeri ini, yakni kota mekah, kota kelahiran nabi dan kota suci umat islam. Dan engkau, wahai nabi, bertempat tinggal di negeri mekah ini, membuatnya bertambah mulia. Dan demi pertalian bapak dan anaknya, demi adam dan anak cucunya. Manusia dengan kehendak Allah mengalami siklus dari kanak-kanak menuju dewasa, berkeluarga, beranak pinak, dan berakhir dengan kematian. Inilah fenomena kehidupan yang perlu direnungi. 4. Sungguh, kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018