Surat Al-Fajr Ayat 21

كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

Tafsir Al-Mukhtashar

21. Semestinya kalian tentang hal ini mengetahuinya, dan ingatlah ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.

Tafsir Al-Muyassar

Sepatutnya keadaan kalian seperti ini. bila bumi diguncang, sebagian menghancurkan sebagian lainnya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah menjelaskan bagaimana akhir dari kehidupan dunia yang didalamnya akan terjadi berbagai macam peristiwa hebat, berpindahnya kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, agar manusia ingat kepada peristiwa-peristiwa dahsyat itu, sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam sifat-sifat buruk yang telah disebutkan, dan lalai dari mengingat akhirat, harta telah menjauhkan mereka dari mengingat akhirat, kecintaan mereka kepada dunia menjadi sebab jatuhnya iman mereka kepada kehinaan dunia.

{ كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا } Dan waspadalah kalian, ketika bumi ini digucangkan secara berturut-turut, gunung-gunung akan beterbangan dan mengekuarkan isi perutnya, ketika bumi ini diguncangkan dengan guncangan yang sekeras-kerasnya, maka semua yang ada diatasnya akan hancur lebur berantakan, semua yang hidup diatasnya akan binasa, gunung-gunung yang berterbangan akan saling bertabrakan dan hancur.

{ كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا } Bumi diguncangkan berkali-kali, dan bukan hanya sekali guncangan, guncangan setelah guncangan yang dahsyat, Allah berfriman : { وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا , فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا , لَا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا } ( Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, , Maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali , Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi ) [ Thaha : 105-107 ] .

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni tidaklah semua harta yang kamu cintai itu akan kekal, bahkan di hadapanmu ada hari yang agung dan peristiwa yang dahsyat dimana bumi dan gunung diratakan sehingga menjadi rata tanpa ada tempat tinggi dan tanpa ada tempat rendah.

Sehingga semua bangunan di atasnya hancur luluh.

Tafsir Kemenag

21-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018