Surat Al-Fajr Ayat 20

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Arab Latin: Wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā

Terjemahan Arti: Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

TERJEMAH TAFSIR

17-20. Perkaranya tidak sebagaimana yang diduga oleh manusia ini,sebaliknya pemuliaan allah adalah berdasarkan ketaatan kepadaNYA,dan perendahan adalah berdasarkan kemaksiatan kepadaNYA,sementara kalian tidak memuliakan anak yatim yang bapaknya wafat saat dia masih kecil, kalian tidak memperlakukannya dengan baik, Sebagian dari kalian tidak mendorong sebagian lainnya untuk memberi makan orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang mencukupinya dalam menutup hajatnya, Kalian makan hak orang lain dalam warisan dengan rakus, Dan kalian mencintai harta secara berlebihan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

20-21. Kalian sangat mencintai harta benda. {Janganlah begitu} : Tahanlah diri kalian dari hal ini. Ketika bumi diguncangkan berkali-kali, yaitu diguncangkan sampai setiap bangunan di atasnya hancur sehingga menjadi rata dengan tanah

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

17-20. Ketahuilah oleh kalian bahwa urusannya tidaklah sebagaimana diyakini ia yang diuji (diuji dengan kemuliaan oleh Allah dan kemudian direndahkan); Akan tetapi kalian telah berbuat keburukan, dan kalian tidak memuliakan yatim, dan tidak menganjurkan sebagian dari kalian atas sebagian yang lain untuk memberi makan orang-orang miskin dan memperbaiki kondisi mereka. Kalian memakan harta anak-anak yatim dan perempuan-perempuan lemah yang ditinggalkan ia dalam kondisi kalian makan dengan makanan yang sangat banyak; (Padahal) kalian memiliki keberuntungan yang diberikan oleh Allah yang tidak dimiliki selain kalian. Kalian juga bersemangat mengumpulkan harta dengan sangat, seolah-olah kalian akan kekal (di dunia).

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

20. Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan sehingga kalian enggan (bakhil) berinfaq di jalan Allah karena kalian tamak kepadanya.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Mencintai sesuatu dengan berlebihan adalah tabiat manusia, apatahlagi kecintaan kepada harta, Allah berfirman : { وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ } ( Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta ) [ Al-'Adiyat : 8 ] cinta kepada harta adalah tabiat manusia, akan tetapi hal itu tidak boleh menjadi sebab dia mengambil harta itu dengan cara yang tidak benar, atau menghalanginya dari mengeluarkan harta hak orang miskin.

Naluri insan mencintai kekayaan adalah hal biasa dikalangan orang-orang awam, tetapi hal itu dapat membahayakan keimanan dan ketaqwaannya, adapun mencintainya dengan cinta yang biasa-biasa saja dan hal itu tidak menyebabkan dirinya mengambil harta dengan cara yang tidak benar, maka hal itu tidak menjadi masalah yang besar, begitu banyak dikalangan masyarakat pada umumnya, dikarenakan cintanya kepada harta secara berlebihan sehingga menyebabkan hilangnya rasa peduli kepada orang miskin dan anak yatim, maka perkara inilah yang dilarang oleh agama.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

20. Dan tidak hanya itu, kamu juga mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. Kecintaan berlebih seseorang terhadap harta menjadikan motivasi hidupnya semata untuk mengumpul'kan harta, tidak peduli halal atau haram. Di sisi lain, dia akan menjadi kikir dan tidak mau peduli kepada sesama. Perilaku ini akan menjerumuskannya ke neraka. 21-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh.

Tafsir Ringkas Kemenag

Kandungan Surah Al-fajr Ayat 20